
...◌⑅●♡⋆♡ Miza & Arga ⋆♡●⑅◌...
Masih dipagi hari yang cerah, hanya berbeda jam saja tapi masih hari yang sama, Seorang Wanita sedang memapah lelakinya untuk mendudukinya disebuah sofa yang empuk.
"Hah ..., cape juga gendong loe Ga." Rintih Miza, sambil memegangi pinggangnya yang hampir Encok.
"Ohh ..., berarti, loe gak ikhlas tolongin gw. Hmm, it's okey. No, worry. Berarti .., jangan salahin gw karna gw bakal ngelakuin hal yang gak bakal loe duga!" Ancam Arga, membuat Miza sedikit berfikir sejenak.
Miza mengingat-ingat tentang kejadian waktu itu. Tentang ia yang di ajak untuk menaiki sebuah Alunan besar hingga kepalanya pusing. Tapi ujung-ujungnya, dia juga yang mendapatkan hal manis dari Si Gagak ~ Arga.
"Hmm, kayaknya .., gue ..., Ikhlas gak ikhlas, ikhlas, gak ikhlas. Hmm .., Gu-gue ikhlas kok, Ga .., jadi loe tenang aja sam Mizael Zexila Erg ini. Okey,?" Kata Miza, sambil membuat tanda 'V' ditangan kanannya itu.
Sambil tersenyum manis hingga gigi kelinci mungilnya itu terlihat. Arga dengan cepat berusaha untuk mendekat dan segera ingin mencubiti pipi manis Si Zaitun ~ Miza.
Tapi, tak disangka, Arga dapat memegang pipi manis Miza dan mencubitinya. Menggelengi kedua pipinya Miza hingga wajah Miza sudah menjadi muka Komok.
"Ihhh ..., Gagak, Sakit! Dasar Pak tua Gagak!" kesal Miza, melepaskan kedua tangan Arga dengan kasar.
"Makanya, jangan terlalu lucu jadi orang!" Kata Arga, tak mau disalahkan. Ia malah semakin mencubiti pipi manis Miza hingga Sang Terapis datang.
"Halo, Pak, Bu." Sapanya dengan senyuman manis.
"Halo juga, Pak." Kata Miza, balik menyapa.
Dan akhirnya, Arga pun menjalani Terapisnya yang tertunda itu. Ia berlatih dengan memegang sebuah tiang dan tongkat untuk membantunya berjalan.
Terasa kakinya sangat sakit hingga Arga terjatuh. Dan dengan terkejutnya Miza langsung membantu Arga untuk berdiri.
Kembali lagi Arga mencoba untuk berjalan dengan perlahan supaya tak jatuh kembali. Setelah beberapa lama menjalankan terapi itu, Sang Terapis sudah mencatat kondisi yang dialami Arga.
Ia hanya memberikan sebuah catatan itu kepada Miza dan langsung pamit pergi karena masih ada orang yang ingin Terapi padanya (Terapis) itu.
Berbeda dilain halnya, Kedua teman-teman Arga dan Miza masih dengan posisi yang sama. Masih menyaksikan lewat dari CCTV yang lumayan besar layarnya.
"Noh, udah Fix gue, gak bakal ada kejadian Kiss. Liona lagi ditanya." Jengah Diana, sudah menyerah.
"Siapa Liona?" Tanya Petra, bingung sambil mengernyitkan.
"Ohh, gue kira siapa." Kata Petra pura-pura tidak curiga. Juju saja, Petra itu orang yang mudah mencurigai seseorang.
"WOYY, KITA MENANG!!!" Sorak Alana, bergembira.
Semua orang pun langsung bersorak ria bagi yang menang dan yang kalah sudah tentunya harus merelakan apa yang mereka pertaruhkan.
Saat itu Miza dan Arga sedang saling menyuapi hingga tak sengaja satu nasi tertancap dan terlihat di bibir pink dan tipis milik Miza.
Arga pun langsung berfikir untuk membuat rencana yang matang. Setelah berfikir dengan cepat, Ia pun langsung berkata pada Miza.
"Za, itu ada nasi di bibir." Kata Arga, memulai pembicaraan.
Miza pun langsung mencari dimana-mana letas nasi tersebut. "Dimana?" Tanya Miza, pada Arga yang sedang asyik memakan sarapanya.
"Dibibir. Kenapa? diambilin gak?" Tawar Arga pada Miza. Dengan senyuman smirk liciknya.
"Hmm ..., boleh deh! Tapi, jangan yang aneh-aneh, loh ya!" Peringat Miza yang sudah mengetahui niat Miza.
Dan Arga pun langsung mrngambilnya DENGAN .......... ????? **Dengan apa ya? ....
...JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK!!!...
...Kawal Miza & Arga?...
...Buat Kelly & Cio balikan?...
...Arga ngambilnya pake apa ya,?...
...SEMUANYA Komen!!!!...
...Okey, See you ... ...
...😘😃😁😊😄**...