
...***◌⑅●♡⋆♡LOVE♡⋆♡●⑅◌...
...Miza and Arga...
...◌⑅●♡⋆♡LOVE♡⋆♡●⑅◌***...
Pagi yang cerah tepatnya di Sekolah SMA Maharani, sedang mengadakan rapat tentang kelulusan dan ujian susulan untuk Miza dan Arga dirumah sakit.
Karena Arga yang masih dalam perawatan dengan kakinya yang .... Begitulah. ~ Lumpuh.
Dan Miza yang harus terus menjaga Arga selama dua puluh empat jam.
Karena Mami Amelia dan Papi Aditya tidak bisa menjenguk akibat kesibukanya untuk mengurus Perusahaan dan bisnisnya. Tapi walau mereka sibuk dan tidak bisa menjenguk sang Anak, mereka masih bisa menelepon atau VC dengan Miza.
...Menggunakan Teknologi!!!...
" Baiklah, saya sudah putuskan, kalau Miza dan Arga akan Ujian lulusan dan dijagai oleh Bu Echa serta Pak Arno. Titik gak pake koma!" Jelas Kepala sekolah tak membutuhkan bantahan.
Bu Echa pun langsung SALTINGGGG .... entah kemana pikiranya. Malu-malu tapi mau padahal biasanya malu-maluin kalo udah sama Pak Arno.
"Akhirnya bisa jalan bareng sama My ayang beb Pak Arno. Ya, walaupun udah punya anak. Tapi gak papa, anaknya bisa gue bikin suka sama gue, biar gue nikah deh sama My ayang bebku Pak Arno. Aaa ..." Gumam Bu Echa dengan jari telunjuknya yang menyatu-nyatu.
...o\=\=[]::::::::::::::::>...
"Ga, lo makan ya? Nanti lo sakit lagi ... Jangan kayak anak kecil ya? Aaaa .." Bujuk Miza dengan mulutnya yang kini sudah mangap.
Tanganya yang memegang sendok yang berisi makanan, segera disodorkan pada Arga. Tampak sekali hari ini Arga tak selera makan. Bahkan ia hanya bisa tertidur pulas tanpa memakan apapun.
Tiba-tiba sebuah deringan berbunyi!
Te No Net ...
Miza mengambil teleponya di nakas dan melihat nama dari kontak tersebut. 'Detektif' ya, isi dan yang menelepon Miza saat ini Detektif dari kepolisian. Setelah melihat kontak tersebut, Jari jempol Miza bergerak dan menekan tombol hiijau keatas.
"Halo, Pak?"
"Halo, Non Miza."
"iya, Ada apa ya?"
" Jadi gini non, tadi pas kami memeriksa TKP, ada sebuah kertas hitam bertulisan nama 'A'. Itu sebagai bukti untuk saat ini. Dan kami terus mengorek imformasi sedalam mungkin, Non." Jelas Detektif dari sebrang telepon.
"Kerja bagus Pak Ditektif. Terimakasih banyak karena sudah membantu saya mencarikan informasi tentang kecelakaan ini." Jawab Miza dari sebrang telepon.
"Baik, kalau begitu saya tutup dulu teleponya, karena saya masih ada urusan. Terimakasih banyak Non."
"Makasih juga, Pak."
Tuutt ...
...Tiba-tiba .......
Ceklek! Suara dari gagang pintu Ruangan kamar Arga terdengar lalu bergerak dan tampaklah dua orang yang sudah berumur tua dan matang untuk masa menikah.
Seorang perempuan dengan memakai baju coklat dan kacamata hitam beserta anting emas panjang yang berkilauan. Tak hanya perempuan itu saja, ada juga seorang lelaki yang mereka curigai. ~ Kalo kalian baca, pasti kalian kenal siapa dia!!!
"Ehh, ada Ibu Echa! Bu Echa mau ngapain kesini? Mau jenguk, apa mau beduaan sama Pak Arno?" Goda Miza saat melihat Bu Echa datang bersama dengan Pak Arno.
"Saya kesini sama My Ayang Beb! Mau jenguk Arga dan sekalian mengawasi kalian untuk Ujian lulusan!" Jawab Bu Echa, dengan suara yang Salting akibat ada Pak Arno disampingnya. Dengan mengucapkan kata 'My Ayang Beb' dengan suara kecilnya.
Miz paham akan itu dan beralih menatap Pak Arno sekilas untuk mengecek keadaan Pak Arno serta sekalian menyelidikinya.
"Okey, Ulangan dimulai SEKARANG! Jadi Miza kamu disana, Arga tetap disini!" Atur Bu Echa sambil menunjukan Sofa untuk ditempati Miza Ulangan.
Miza hanya bisa menghela nafa pelan lalu berjalan. Ujian pun dimulai dalam waktu beberapa jam. Setelah berselang waktu Jam berlalu, Ujian akhirnya selesai.
"Akhirnya selesai juga, Bisa cepet-cepet deh jalan bareng My Ayang Bebeb Pak Arno! Kiw-kiw ..." Batin Bu Echa, sambil menggoda dirinya sendiri.
"Akhirnya selesai juga, Sekarang Ibu aama Bapak, boleh pergi! Jangan lama-lama Pak, Bu. Karena kata dokter tidak diperbolehkan jenguk terlalu lama-lama!" Jelas Miza dengan mengkode Bu Echa untuk segera pergi dengan tujuan yang lain.
Dan pada akhirnya Bu Echa pun pergi bersama Pak Arno. Sementara Miza masih didalam Ruangan.
"Za, yang laen pada kemana? Kok gak kesini. Mam sama Pap kemana? Kok gak jenguk." Cecar Arga pada Miza.
"Yang laen gak kesini karena masih jam sekolah, Ga. Terus Mam sama Pap gak kesini karena masih ada urusan. Paling nanti malem datengnya kalo gak Sore. Janji Gak Bo'ong!" Jawab Miza pada Arga, sambil tangan Miza mengangkat dan menunjukan jari Tengah dan Jari telunjuknya menyatu.
Tiba-Tiba ...
"Anjayyy, Kamu Bo'ong!" Ujar seseorang dari luar pintu dengan mengintip dari jendela pintu.
Miza terperanjat dan segera berjalan dan melihat kearah jendela dan ternyata tidak ada. Saat ia buka pintu juga tidak ada.
"Siapa yang nakutin pagi-pagi begini? Gak lucu tau gak!" Kesal Miza, lalu menutup kembali Pintu.
"Siapa, Za?" Tanya Arga, yang sudah setengaj duduk.
" Entahh, iseng banget jadi orang! Ntar kalo ketawan, gue bikin dia sampe kecelakaan! Tapi bukan berarti gue yang bikin lo kayak begini ya!" Ucap Miza.
"Iya gue juga tau! Tapi jaga omongan lo! Kasar tau gak! Kalo lo masih ngomong kasar, jangan salahin gue ya kalo gue ngelakuin hal yang gak akan lo duga!" Ancam Arga dengan tatapan bagaikan Ular.
"Emang lo udah bisa jalan? Pake segala ancam-ancaman lagi lo! Kalo lo bisa jalan, gue bakal turutin apa yang lo mao! Janji Gak Bo'ong!" Tantang Miza pada Arga.
Dan benar saja, Arga merasa terntang dengan tantangan yang diberikan Miza. Ia menyeringai tajam dan sinis pada Miza.
Mereka akhirnya berjabat tangan sambil memberika Aura yang mencekam didalam Ruangan.
HURAAA ...
HURAAA ...
AARRAR ....
Ara ... Araa ...
...JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA GUSY...
...MCUH ......
...😊😀😁...