
Saat ini Gank OALA sedang bekerjasama mencari Informasi yang ada terlebih dahulu.
Karena Miza tak ingin Violen atau Diana menggunakan keahlianya sebagai Heacker IT Gank OALA.
"Za. Gimana nih informasinya baru segini doang? Sedikit banget! Gimana kita mau cepat tau informasinya yang bersangkutan dengan Asya!" Gerutu Angel kesal.
"Yang Sabar. Untuk sementara kita jangan terlalu dalam galihnya. Kapan-kapan ajah. Lagi juga belum ada yang mencurigakan kan, Disekolah ini. Ya, Bukanya kita apa ya?!" Ucap Elen sebagai orang yang paling tenang dalam Gank OALA.
"Gw setuju kata Angel. Kita harus sabar. Ntar juga bakal ketauan kok siapa dalang dari semuanya!" Ucap Yolana membenarkan apa yang dikatakan oleh Elen.
"Udah deh lo yang sabar ya Ngel. Gw tau lo yang paling deket sama Asya." Hibur Elen sambil mengusap punggung Angel.
Akhirnya situasi kembali tenang. Gank OALA saat ini hanya meretas sedikit sistem dari Sekolah. Ya, walaupun kalau ketahuan pastinya mereka akan dihukum yang setimpal dengan apa yang mereka lakukan.
Setelah selesai mencari informasi yang mereka dapatkan saat ini. Gank OALA pun pulang kembali ke Rumahnya masing-masing.
Hanya ada satu orang yang di curigai oleh Miza Yaitu Pak Arno, karena Tato yang di pakai oleh Pak Arno dan yang dilihat Miza pada saat kejadian masa lalu itu Tatonya sama.
Tato yang bergambar Naga hitam berabu dan di tambahi dengan berkiauan bintang kecil dan diletakanya ditangan kirinya dekat Urat nadinya.
Namun, pada saat itu Miza tak ingin terlebih dahulu mencurigai Pak Arno ataupun menuduh Pak Arno sebagai salah satu Mafia yang membunuh Natasya Nay.
Untuk saat ini Miza hanya membutuhkan Bukti. Saat ini Miza berada dirumah ia melamun dan tanpa sadar ia sudah berada dikamar.
Arga menyadarkan Miza yang masih melamun. Dan pada akhirnya Miza pun tersadar.
"Eh, iya ada apa?" Tanya Miza kembali tersadar.
"Ke Ruang tamu ayo! Ada Tamu kata mamah" Ajak Arga pada Miza yang masih terduduk dikasur.
"Emangnya siapa Tamunya?" Tanya Miza.
"Pak Arno." Jawab Arga.
Sontak Miza langsung mengiyakan ajakan dari Arga. Hingga mereka kini sudah duduk bersampingan disofa sebelah dekat Pak Arno duduk.
"Jadi, kedatangan saya kesini adalah untuk meminta ijin dari Bapak dan Ibu supaya saya membawa anak-anak ke acara The Forrest For Fan! Jadi, saya juga minta ijin untuk Arga masuk ke Olimpiade antar Nasional. Sekaligus membanggakan Nama baik sekolah kita Pak, Bu!" Jelas Pak Arno panjang lebar.
"Oh, emangnya dimana Acara The Forrest Fo Fun nya?" Tanya Aditya.
"Ya, saya tau di hutan. Maksud saya didaerah mananya?" Tanya Aditya kembali.
"Oh, kalo masalah daerah saya masih belum tau Pak. Karena bukan acara saya juga karena saya juga diundang untuk mengajak anak-anak datang ke acara The Forrest For Fun Pak." Jawab Pak Arno.
Dari belakang Bi Imah membawakan Teh Anget untuk Tamunya, Tuan, Nyonya, Aden dan Nonanya.
Bi Imah meletakan Tehnya dengan hati-hati. Miza pun asal menyeropot saja. Ia mengambil untuk bagianya.
Miza meminumnya dan lidahnya pun kebakar. "Alalah...alalah..."
"Makanya Non ditiup dulu bariu diminum." Tegur Bi Imah.
"Tapi enak si Bi Tehnya tapi, ya itu, Panas!" Ucap Miza dengan nada sedikit kesal karena lidahnya masih terbakar.
Bi Imah pun tertawa kecil dan langsung pergi dari Ruang tamu.
"Silahkan diminum Pak." Ucap Amelia menyilahkan Pak Arno untuk meminum Tehnya.
"Iya, Baik Bu"
Setelah acara minum mereka kembali ke Topik pembicaraan.
"Saya boleh-boleh ajah. Supaya anak-anak juga bisa merasakan hidup dihutan. Tapi, pertama saya harus tau dulu Lokasi tempatnya!" Ucap Aditya.
"Kalau begitu saya akan mengabarkan ke Bapak dan Ibu besok." Ucap Pak Arno antusias.
"Baik, baik"Ucap Aditya.
"Kalau begitu saya pergi dulu ya Pak, Bu" Pamit Pak Arno.
Dan pada saat kembali tas Laptop Miza melihat Tato yang sama didekat urat nadinya. Ia semakin yakin akan kecurigaanya terhadap Pak Arno.
"Apa bener yang gw duga? Eh...nggak-nggak Pak Arno gak mungkin kayak begitu. Kali aja Tatonya sama tapi beda orangnya. Jangan Ngibul-Jangan Ngibul Za. Sadar-sadar." Ucap Miza dalam hati sambil menepuk pipinya agar tetap tersadar.
*JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA ππ
...I β₯ YOU ALL*...