
Keesokan harinya, Kedua pasang pengantin baru. Sudah nampak segar dengan wajahnya yang pada sumringah. Dan terlihat berbeda dari sebelumnya. Senyum Arsen dan Arga begitu nampak jelas. Dengan ada lukisan abstrak yang tersemat di leher masing-masing. Siapa lagi pelaku nya kalau bukan para istrinya sendiri. Jika, Biasanya lukisan begitu hanya ada di leher para istri. Ketika habis malam pertama. Ini malah kebalikan nya, Arga dan Arsen sepertinya tak sadar akan gambaran di leher mereka saat ini.
Kalau Zeera sangat aman, Karena hijabnya selalu menutup setiap inci kulit tubuhnya. Hanya bagian muka dan kedua telapak tangan nya saja yang selalu terlihat. Jadi, Wanita cantik itu tak harus sibuk menyembunyikan tanda kissmark dari hasil karya suaminya semalam.
Mereka turun dan ingin kembali ke rumah masing-masing. Bahkan, pasangan itu tak ingin sarapan terlebih dahulu. Mungkin, Karena mereka ingin melanjutkan kegiatan semalam di kediaman nya sendiri. Agar lebih leluasa untuk melakukan nya.
"Kak, Mau pulang sekarang?" Tanya Arga saat mereka bertemu di loby hotel.
"Hm."
"Wah, Senja kau terlihat sumringah sekali pagi ini, Apa kegiatan semalam menjadi multivitamin untuk mu?. " Zeera malah menggoda Senja.
"Haiss... Nyonya, Anda itu malah tidak sadar diri. " Sayangnya senja hanya bisa balik membalas Zeera cuma di dalam hatinya saja.
Mana mungkin, Senja berani untuk mengatai balik istri atasannya itu. Yang ada dia sendiri yang akan terkena masalah. Lantaran gajinya pasti akan di potong, Kalau berani dengan istrinya Arsen.
Nasib bawahan mafia ya begitu. Kalau tidak potong gaji, Bisa-bisa bagian tubuhnya yang ikut di potong sebagai biaya kompensasi ganti rugi. Karena telah berani meledek orang yang, Pimpinan nya cintai.
"Sayang...!. Buruan masuk mobil!. " Beruntung nya Arsen langsung menyuruh istrinya masuk mobil. Kalau tidak?. Kemungkinan Zeera pasti akan kembali menggoda Senja.
Zeera pun langsung mencebik kesal. Karena, Ia belum puas untuk menggoda dan meledek adik iparnya itu. Namun, Suaminya malah sudah menyuruhnya untuk masuk kedalam mobil saja.
Dimana, Arga pun hanya bisa menghela nafasnya pasrah. Ketika, Kakak iparnya mulai berulah seperti itu. Senja juga ikut menghela nafasnya, Saat ia di jauhkan dari istrinya atasanya yang sangat konyol bin jahil itu.
"Joe... "
Joe yang sejak tadi sudah berdiri di depan mobil tuannya. Kini, Langsung menghampiri Arsen dan Arga. Dan memberikan sebuah kotak berukuran kecil pada Arga. Dahi Arga mengkerut, Karena ia bingung saat ini.
"Kakak harap kamu jangan menolak nya!. " Sambung Arsen lagi sambil tersenyum tipis.
Lalu Arsen pun menatap senja. Dimana wanita itu langsung menganggukkan kepalanya. Karena, Sebelum nya Arsen telah bicara padanya, Sebelum mereka menikah. Arsen menitipkan Arga pada Senja, Salah satu orang kepercayaan nya itu.
"Kakak duluan. " Ujar Arsen kembali menatap adiknya. Yang saat ini benar-benar sudah dewasa, Arsen yakin. Jika Arga mampu bangkit dan melupakan masa lalunya yang pahit itu.
Arsen juga telah mengatasnamakan perusahaan keluarga nya. Untuk adiknya Arga. Sementara ia hanya ingin fokus dengan bisnis nya sendiri. Karena, Arsen yakin jika Arga akan mampu memimpin perusahaan itu dengan bijak.
"Terimkasih, Kak!. " Ucap Arga saat Arsen sudah membuka pintu mobilnya.
"Berbahagialah!. " Sahut Arsen tanpa menoleh. Ia yakin adiknya adalah pria yang kuat. Apalagi, Ada sosok Senja yang akan selalu mendampingi nya.
Akhirnya, Mereka berdua bisa sama-sama bahagia, Memulai hidup yang baru bersama pasangannya masing-masing. Wanita pilihan mereka sendiri, Dan membangun rumah tangga yang selalu bersama baik susah maupun senang nantinya.
Tuan Calvin pun tak kalah lega nya. Saat ia bisa menyaksikan kebahagiaan para putranya. Meskipun terlahir dari wanita yang beda. Mereka berdua bisa akur dan saling support. Walaupun, Arsen terlihat cuek dan dingin. Tapi, Ia adalah kakak yang selalu perhatian pada adiknya. Arsen memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kasih sayangnya itu.
Zeera dan Senja pun ikut tersenyum bahagia. Karena keduanya berhasil menemukan pria yang mereka cintai. Dan memulai hidup yang baru, Sampai maut memisahkan nya nanti. Tak ada yang lebih melegakan lagi saat di pertemukan dengan orang yang tepat.
CUP!
"Terimakasih, Sayang!. Kau telah bersedia menunggu ku kembali. " Ucap Arsen dengan senyum smriknya. Setelah ia mencium kening istrinya.
"Karena kamu adalah cinta sejatiku. " Timpal Zeera yang malah langsung menelusupkan kepalanya pada dada bidang suaminya.
*TAMAT*