
"Stop!. Aku lelah!. " Seru Zeera yang sudah tersengal-sengal sambil menyeka peluhnya di ujung pelipisnya.
Arsen tersenyum penuh arti. Dan menarik tubuh istrinya untuk masuk dalam dekapan nya. Zeera yang awalnya hanya diam saja. Ketika tubuhnya di tarik oleh suaminya. Kini malah mulai bergidik sendiri. Saat di rasa tangan Arsen mulai meraba area yang membuat nya merinding sendiri.
"Mau kemana?. " Arsen kembali menarik tubuh istrinya. Saat Zeera mulai ingin kabur dari dekapan nya. Dan mulai melepaskan dekapan secara perlahan.
"A... aku... "
"Kita belum memulainya, Kenapa kau sudah gugup begini?. hem?." Arsen sepertinya sengaja ingin melihat, Apa istrinya benar-benar seberani tadi atau hanya ingin menggodanya saja.
"Tunjukan lah semangat mu!. Seperti tadi!. Saat kau mulai menggoda ku!. " Bisik Arsen tepat di depan telinga istrinya.
Belum juga sempat Zeera menjawab. Arsen telah lebih dulu menindih tubuh nya. Dan tersenyum penuh arti di atas tubuh istrinya. Yang saat ini malah nampak terkejut. Sementara tubuhnya sudah nyaris telan*ang sejak tadi.
Arsen telah lebih dulu menyambar bibir istrinya. Dan ********** dengan sangat ganas dan menuntut. Mencari cela agar istrinya ikut merasakan, apa yang saat ini ingin mereka lakukan. Di saat malam pertamanya yang di awali dengan saling serang satu sama lainnya. Sehingga keadaan kamar yang tadinya terkesan romantis. Kini malah nampak acak-acakan akan aksi konyol mereka sebelum nya.
"Emppptttt... " Zeera nampak sangat kualahan saat menerima serengan ciuman dari suaminya saat ini. Yang semakin lama, Malah semakin menuntut dan memperdalam nya.
Gadis itu malah mulai kesal. Lantaran suaminya tak kunjung menyudahi ciuman nya. Zeera pun dengan segala kemampuannya. Mulai mendorong tubuh suaminya dengan sedikit kasar. Lalu, Zeera membalikkan keadaan nya. Ia langsung menindih tubuh Arsen. Dan kini hanya dia yang memimpin nya.
Tangannya terulur, Untuk menyentuh pipi suaminya. Senyumnya begitu nampak penuh arti. Hingga Arsen hanya bisa melemparkan senyum Smriknya. Karena, Ia yakin saat ini Zeera tak akan bisa lepas dan bahkan tak bisa lari lagi darinya.
"Akan aku tunjukkan, Betapa semangat nya aku. Untuk membuat suamiku malam ini, Mendapatkan apa yang ia inginkan. " Lirih Zeera dengan tatapan berbeda nya.
Melihat itu Arsen malah merentang kan kedua tangan nya. Dan menjadikan nya alas untuk kepalanya. Seolah ingin membiarkan istrinya itu, Untuk melakukan apa yang ia inginkan.
Dan benar saja, Zeera langsung menyambar bibir suaminya. Dan ******* nya tanpa ampun lagi. Hingga Arsen sempat terkejut akan aksi istrinya saat ini. Bahkan, Tak hanya itu saja. Tangan Zeera ikut aktif untuk menyentuh dada bidang suaminya. Merabanya dengan gerakan yang nakal. Lalu turun, Sampai dibawah pusar Arsen.
Arsen menghentikan aksi istrinya. Dan menatapnya mata indah itu dalam. Seolah ingin bertanya, Jika istrinya benar-benar yakin akan melakukan nya saat ini juga.
"Kenapa?. Apa kamu malu saat aku berhasil membuka dan melihat nya?. Hem?. " Tanya Zeera dengan tatapan mengejeknya.
"Kau terlalu nakal untuk ini, Sayang" Ucap Arsen saat istrinya sudah menjeda ciumannya.
"Benarkah?. Bukannya suamiku sangat suka di nakali oleh istrinya?. " Balas Zeera sambil membuka kancing kemeja suaminya satu persatu.
"Aaa... Shitt... " Umpat Arsen. Ketika tangan Zeera sudah melambai nakal dibawah pusar suaminya. Dan mencengkram erat senjata yang selama ini sudah menunggu dengan sabar. Untuk masuk kedalam aangkar yang sesungguhnya.
"Kau benar-benar sudah melampaui batasanmu, Zeera. " Ucap Arsen dengan penuh penekanan nya.
"Sayang!. " Jawab Zeera tak kalah tegasnya "Panggil aku sayang!. S. A. Y. A. N. G!. Sayang... " Ulang Zeera dengan mengejanya sendiri.
Brak!
"Aaaaaww... "
"Mari kita mulai sekarang, Sayang! ".