
Arsen tetap duduk dengan sangat tenang, Di dalam ruangan kerjanya. Meskipun, Ia sendiri telah melihat dari rekaman CCTV. Jika, Saat ini mension nya sedang kedatangan seorang gadis cantik. Yang selalu membalut tubuhnya dengan pakaian tertutup. Dan juga mahkota nya yang indah itu, Dengan hijabnya.
Pria itu hanya mengulum senyum penuh arti. Ketika, Ia bisa melihat bagaimana gadisnya itu. Masuk dan juga menyapa para anggotanya. Yang saat ini sedang bertugas. Namun, Jika Arsen sedang mengharapkan kedatangan Zeera. Di lain sisi, saat ini Joe malah nampak menautkan kedua alisnya. Ketika ia melihat dengan jelas sosok gadis, Yang saat ini datang bersama Zeera.
”Apa yang dia lakukan, Disini?. " Guman Joe dengan tatapan datarnya.
”Siapa yang kau maksud, Joe?. " Tanya Arsen mulai membuka suaranya.
Joe pun langsung membenarkan tubuhnya. Dan mulai merapikan kembali penampilan nya. ”Wanita yang bersama, Nona Zeera. Tuan. Apa tidak sebaik nya, Dia menunggu di luar saja?. " Saran Joe sambil terus memperhatikan layar laptop tuannya.
Arsen menarik sudut bibir nya. Kali ini ia malah mulai sadar akan sesuatu hal. Namun, Karena belum yakin akan tebakan diri nya. Arsen berusaha untuk tidak melontarkan nya terlebih dahulu. Karena, Ia akan memastikan kebenarannya. Sebelum ia mulai bertindak lebih nantinya.
”Apa, Kau mau menemanimu nya?. Saat gadis itu di biar kan sendiri di luar sana?. " Tanya Arsen dengan nada santainya. Sontak Joe malah langsung menggeleng kan kepalanya.
Mana mungkin, Seorang Joe betah di biarkan terlalu lama di dekat wanita asing baginya. Apalagi, Tipe wanita itu seperti Keke. Yang cerewet nya sebelas dua belas dengan Zeera. Sudah dapat di pastikan, Jika Joe pasti akan mati berdiri. Jika, Dibiarkan terlalu lama bersama Keke nantinya.
”Saya, Bisa minta salah satu anggota kita yang perempuan, Tuan. Untuk menemani gadis itu!. " Usul Joe lagi. Yang secara tidak langsung, Ia sudah menolak nya secara tegas.
"Ck,,, " Arsen hanya menggeleng kan kepalanya saja. Lalu, Ia tersenyum penuh arti.
”Temui mereka berdua!. Dan biarkan calon istri ku untuk masuk kemari!" Titah Arsen dengan nada tegasnya.
”Kau urus saja dia!. Bukankah, Kau jauh lebih handal dalam mengusir seseorang?. " Tantang Arsen dengan nada meledeknya.
”Tap... pi, Tuan ini masalahnya... " Joe langsung menutup mulutnya rapat-rapat. Saat ia di tatap penuh intimidasi oleh Arsen saat ini. ”Baik, Tuan. Saya akan urus gadis itu. " Sambung Joe dengan helaan nafasnya yang sangat dalam.
Arsen hanya menganggukkan kepalanya saja. Lalu mengibaskan tangannya. Menyuruh Joe, Untuk segera keluar dari dalam ruangan itu. Menyambut kedatangan Zeera dan juga Keke saat ini. Dimana, Kedua gadis itu sedang menuju kearah ruangan nya.
Sementara di luar sana. Yang letaknya cukup puas untuk terus melangkah kan kakinya. Menuju keruangan kerja Arsen. Sejak tadi, Keke nampak begitu terperangah. Akan kemewahan mension milik Arsen itu. Bagaimana, Tidak?. Ia bisa melihat dengan jelas. Seluruh bangunan nan kokoh. Dengan desain modern, Serta banyak nya furnitur dari berbagai negara tentunya. Yang harganya pun tak main-main.
”Wah,,, Apa dia setajir itu. Zeera?. " Tanya Keke dengan rasa kagumnya.
”Mungkin." Sahut Zeera dengan nada santainya.
Keke hanya mencebik kesal. Saat sepupu nya itu hanya menjawab dengan sangat singkat saja. Tanpa ingin ikut menjelaskan secara rinci. Tentang sosok pria yang ia kencani selama ini.
Hingga dimana, Perhatian Zeera malah teralihkan pada sosok pria. Yang saat ini tengah berdiri, Di tepian kolam kecil di ujung lorong sana.
”Siapa, Dia?. " Lirih Zeera dengan sangat pelan.