
Wanita paruh baya dengan gaya glamour nya. Sudah berdiri di depan teras kediaman Al dan Sherly. Tak lupa kaca mata hitamnya bertengger di hidung macungnya. Yang merupakan karya seni manusia. Sherly dan Al saling tatap sebelum mereka turun dari mobilnya. Karena kepulangan nya telah di tunggu oleh wanita paruh baya yang sangat mereka kenal.
”Sepertinya, Hari ini akan jadi hari terburuk untuk kita, Yang. " Seloroh Al mengulum senyumnya.
Sherly pun hanya mengangkat sudut bibir nya saja. Ia sudah tahu dengan apa menghadapi wanita licik. Yang saat ini masih saja menyembunyikan sifat aslinya. Hanya untuk mencari keuntungan duniawi nya saja itu.
Bertopeng wajah seorang ibu. Namun, Hati dan pikiran nya jauh lebih berbahaya dibandingkan seorang iblis sekalipun. Akan, Tetapi Al dan Sherly pun tak akan kehabisan akal. Hanya untuk manusi seperti Julia saja. Masa lalu mereka dulu malah jauh lebih berkesan lagi.
Dimana mereka sudah tak terkejut lagi, Jika di hadapkan dengan orang orang licik dan penuh tipu daya seperti Julia ini. Sherly membuka pintu mobilnya lebih dulu. Sebelum suaminya ikut turun juga.
Julia langsung membuka kaca mata hitamnya. Saat ia melihat pasangan yang selalu mesra itu. Mulai menghampiri nya.
"Nyonya, Julia mari masuk!. Maaf, Kami barusan dari luar. " Ucap Sherly masih saja memasang wajah ramahnya. Dan masih berkenan untuk mempersilakan tamunya masuk. Meskipun, Sherly sadar dari tatapan Julia saat ini. Wanita paruh baya itu sedang menahan kekesalan nya.
Namun, Julia masih berlagak seolah ia baik baik saja. Dan melempar senyum penuh kepalsuan nya. Ia pun ikut masuk kedalam rumah. Mengikuti langkah Sherly dan Al. Sedangkan asistennya ia suruh tunggu di luar saja. Bersama dengan dua orang bodyguard nya itu.
Sherly dan Al memang jago juga jik masalah berakting. Tak heran jika keduanya bisa klop dan kompak.Meskipun salah satunya dulu adalah seorang queen mafia yang di takuti banyak orang. Terutama para klan nya. Namun, Sayangnya Julia tidak update akan masa lalu wanita cantik di hadapan nya ini.
"Ada perlu apa ya, Nyonya?. Kok repot repot datang kemari. " Sherly mulai membuka obrolan nya. Karena Al malah diam tanpa ingin bertanya lebih dulu pada tamunya itu. Membuat Sherly ingin sekali menjitak suaminya saat ini juga.
"Begini, Nyonya She, Tuan Al. Maksud kedatangan saya kesini, Saya ingin mempercepat acara pernikahan kedua anak kita. " Ujarny dengan tidak tahu malunya.
"Hahaha... Mempercepat bagaimana?. Maksud Nyonya Julia ini?. " Tawa Al langsung pecah begitu saja. Seolah ia sedang meremehkan Julia dengan blak blakkan.Bahkan, Sherly sampai mencubit gemas paha suaminya.
Al benar benar tak pernah bisa berubah. Masih saja selehangan dan juga konyol. Semakin tua bukan nambah kalem. Ini malah nambah urakan saja. Jiwa mudanya tetap bertahan meskipun usia nya sudah hampir kepala lima.
"Ya, Saya punya rencana agar Arga dan Zeera bisa segera menikah. Meskipun, Kita belum bisa mengadakan acara pesta untuk keduanya. Yang penting sah dulu tidak masalah kan?. " Julia kembali menjelaskan detailnya. Dan ia bahkan sangat bisa menyimpan amarahnya.
"Maaf sebelumnya, Nyonya Julia. Arga sendiri yang datang pada kami beberapa hari yang lalu. Dan Arga juga sudah membatalkan perjodohan ini" Sherly berucap dengan nada santainya.
"Aduh, Nyonya Sherly seperti tidak tahu anak muda zaman sekarang saja. Arga hanya kecewa karena Zeera tak kunjung mau bertemu dengannya. Makanya, Arga memilih cara seperti itu agar Zeera bisa meluangkan waktunya untuk saling mengenal satu sama lainnya. "
"Sekali lagi maaf, Nyonya Julia!. Bukan maksud kami untuk tidak menghargai usulan Nyonya. Tapi, bagi kami keputusan Arga adalah hal yang wajib kami hargai. Apalagi, Kami juga baru tahu jika Zeera putri kami sudah memiliki kekasih dan mereka juga saling mencintai. "
Deg...