
Satu Bulan berlalu sejak dimana hari Zeera dan Arsen hampir di celakai. Dan mereka berdua pulang kehujanan berdua. Sejak itulah gadis cantik nan unik itu terlihat semakin akrab saja dengan Arsen. Bahkan, Tak jarang keduanya pun kerap sekali bertemu di luar. Meskipun Zeera masih tetap diam diam tidak pernah mengatakan nya pada kedua orang tuanya, Ataupun sekedar bercerita dengan kakaknya sendiri.
Hari ini jam menunjukkan pukul satu siang. Karena besok Zeera harus kembali ke luar Negeri. Untuk melanjutkan studi nya lagi. Sebab waktu liburannya sudah akan berakhir. Gadis itu hanya diam dirumah tanpa melakukan apapun. Bahkan, Ia pun tak keluar kamar sama sekali.
Kedua orang tuanya masih sibuk dengan pekerjaan nya masing-masing. Sedangkan sang kakak pun sibuk dengan perusahaan nya juga. Zeera berjalan gontai menuruni anak tangga.
"Non, Mau makan siang sekarang?. Biar bibik siapkan. " Seorang art wanita paruh baya datang menghampiri Zeera.
"Umi belum pulang, Bik?. " Ia malah mengajukan pertanyaan lain. Art itu pun hanya menggeleng kan Kepala nya saja.
"Yah, Mana enak makan sendirian gini. " Lirih Zeera lesu dan nampak tak semangat sekali.
Namun, Ketika Zeera akan menuju keruangan makan. Tiba tiba pak security masuk dan memanggil nya. "Non, Nona muda. Ini ada kiriman makanan untuk Non. " Serunya sambil menenteng paper bag berisi makanan.
Zeera langsung menoleh dan melihat label restoran favorit nya disana. Hingga wajahnya terlihat berbinar cerah. Dan segera mengambil paper bag tersebut dari tangan sang security nya.
"Siapa yang ngirim, Pak?. " Tanya Zeera mulai penasaran. Padahal, Ia sama sekali tidak memesan makanan hari ini.
"Aduh, Non. Saya juga tidak sempat tanya tadi. Tapi seperti nya ada note kecil di dalamnya, Non. "
Zeera pun segera merogoh kedalam paper bag tersebut. Dan benar saja ada sebuah kartu kecil di dalam nya. Sudut bibir Zeera terangkat membentuk sebuah senyuman. Kala ia sudah tahu, Siapa pengirim nya. Bahkan disana ada satu tangkai bunga lily putih yang merupakan bunga kesukaan Zeera.
"Terimakasih pak. Bapak boleh kembali bekerja!. "
"Baik, Non. "
Zeera pun berjalan dengan senyum dibibirnya. Sambil menenteng paper bag makanan favorit nya. Dan yang paling membuatnya senang adalah sang pengirim makan nya itu adalah orang yang spesial untuknya.
Dimana pria itu saat ini, Tengah melakukan perjalanan bisnis ke luar Negeri juga. Dan mereka pun sudah satu minggu ini belum bertemu lagi. Bahkan, Untuk menghubungi nya saja, Zeera kesulitan. Memang Arsen tak bisa di tebak. Ia bagaimana Jailangkung yang bisa datang dan pergi sesuka hatinya sendiri.
*****
Ketika Zeera sedang di landa asrama. Yang saling menunjukkan rasa peduli dan juga perhatian nya masing-masing. Dengan cara mereka sendiri, Meskipun tanpa adanya ikatan yang jelas.
Langkah kaki lebar seorang pemuda. Nampak begitu tenang menghampiri wanita paruh baya itu. Bahkan, Diwajahnya tak ada sama sekali rasa bersalah nya. Sebab, Baginya ia memang telah melakukan hal yang benar.
"Mama manggil Arga?." Tanyanya dengan tanpa dosa sama sekali.
Julia membalikkan kursi kerjanya. Dimana saat ini mereka tengah berada di dalam ruangan kerja Mamanya sendiri. "Apa kau masih menganggap, Wanita tua ini Mamamu. Arga?. " Julia menatap nyalang pada putra semata wayangnya. Namun, Ia juga menahan amarahnya pada darah dagingnya itu.
Arga masih bersikap santai. Dan mulai mendekat kekursi kerja Mamanya. Lalu Arga menyentuh punggung tangan Julia. Sambil mengusapnya pelan.
"Justru karena Arga sangat menghormati Mama. Makanya, Arga ingin menghentikan Mama. Sadar Ma!. Semua ini tidak benar. " Pemuda itu mencoba membuat Mamanya berpikir jernih.
"Arga tahu, Mama melakukan semua ini demi Arga kan?. Tapi, Arga tidak ingin mengambil hak orang lain Ma. Arga hanya ingin hidup tenang tanpa mengorbankan kehidupan orang lain lagi. " Sambung Arga masih dengan lembutnya.
Julia memberikan kode pada anak buahnya. Untuk keluar dari ruangan kerjanya itu. Termasuk orang kepercayaan nya.
"Apa maksud kamu, Arga?. " Tanya Julia dengan tatapan tajam nya.
Arga menatap wajah Mamanya serius. Sangat jelas terlihat jika saat ini, Pemuda itu sedang tidak baik baik saja.
"Arga sudah tahu semuanya Ma. Arga tahu, Pria yang sedang melakukan perjalanan bisnis ke Amerika itu bukan Papa Arga. Mama sengaja merubah orang lain menjadi Papa. Dan Mama juga yang telah melenyapkan kak Arsen. "
"Tutup mulut mu itu, ARGA!. " Sentak Julia penuh amarahnya. Bahkan, Ia sampai menggebrak meja kerjanya.
Beberapa detik kemudian, Julia mulai terisak. Dan menangis di hadapan putranya. "Tega kamu, Arga. Kamu pikir Mama ini orang jahat. Atas dasar apa kamu berani menuduh Mama seperti itu?. Hiks.... hiks... " Julia terisak dalam tangisnya.
Hingga Arga mulai bimbang akan apa yang ia ucapkan saat ini. Namun, Ia juga tidak bisa berdiam diri saja seperti ini. Di saat Mamanya semakin kejam pada orang yang tak bersalah.
"Ma, Stop berpura pura!. Arga bukan anak kecil lagi yang bisa Mama bohongi terus menerus. Arga juga sudah menemui keluarga Zeera. Jika Arga telah membatalkan perjodohan kami. "
"APA?. "