
"Hoam... " Keena membuka matanya, Saat sinar mentari pagi menelisik masuk kedalam ruangan kamar tersebut.
"Bangun, Ke!. Kenapa kamu malah tidur di kamar Juna?. " Mendengar suara Bundanya, Keena sontak membuka matanya.
"Jam berapa ini, Bun!. " Tanyanya sambil menguap.
Yuni wanita paruh baya, Yang masih terlihat cantik dan anggun. Hanya tersenyum sambil melirik jam di samping nakas. Lalu ia duduk di bibir ranjang, Tepat di samping putrinya.
"Udah jam delapan, Sayang. Ayo bangun!. Buruan mandi!. Bunda sama Ayah harus ke Bandara, Mau anterin adik kamu ke Semarang. " Ujar Yuni dengan nada lembutnya.
"Kak Vina, Ikut juga gak ke Semarang?. " Keke bertanya balik pada Bundanya.
"Kak Vina, ada keperluan lain " Jelas Yuni memberitahu putrinya.
Keena pun menurut dan segera bangun, Meskipun ia sedikit malas untuk menyibak selimut nya. Namun, Gadis cantik nan seksi itu tak pernah membantah kedua orang tuanya. Walaupun ia sekesal apapun itu. Yuni dan Naures memang pasangan yang jauh lebih kalem dan juga selalu adem ayem. Tak pernah sekalipun mereka mengumbar masalah keluarga nya. Baik di depan umum maupun di depan keluarga nya.
Yuni tersenyum kala putrinya, Langsung keluar dari kamar adiknya. Dan menuju ke kamarnya sendiri.
"Bunda tunggu di meja makan sayang!. "
"Iya Bunda. " Sahut Keke sambil menoleh sekilas pada Bundanya itu.
Ceklek...
"Kalau udah dewasa itu, Jangan tidur di kamar Juna lagi!. Kamu gak malu apa sama umur?. " Ucap Vina dengan memasang wajah datarnya.
"Juna aja gak keberatan, Kenapa kakak yang sewot?. " Timpal Keke dengan nada ketusnya.
"Juna bukannya gak keberatan, Tapi dia hanya menghargai orang yang lebih tua darinya. Seharusnya usia mu itu sudah cukup matang untuk berpikir!. " Vina masih saja tak mau mengalah.
"Keke... sana buruan mandi!. Ayah sama Juna udah nungguin tuh di meja makan!. " Seru Yuni sebelum kedua anak kembarnya itu kembali bertengkar hanya karena hal sepele saja.
Tanpa menyahut, Keke pun langsung beranjak pergi. Meninggal kan saudara kembarnya itu. Yang masih saja memasang wajah datarnya. Sementara Yuni yang melihat Keke sudah pergi dan masuk kedalam kamar nya. Segera menghampiri Vina putri pertama nya itu.
"Vina, Bunda harap kamu bisa sedikit mengalah sama adik kamu itu!. Dan kalaupun ingin menasehati nya, Kamu bisa bicara baik baik!. Jangan bersikap seperti itu lagi!. " Nasehat Yuni pada putrinya tersebut.
"Keke nya saja yang baperan. Masih saja bersikap ketus padaku. Apa dia masih belum bisa move on dari Adam?. " Seru Vina masih saja dengan wajah datarnya.
Yuni sampai tak bisa berkata kata lagi. Hanya bisa menghela nafasnya kasar. Lagi lagi mereka masih saja membahas masalah Adam. Yang jelas jelas hanya menganggap mereka sebagai kakaknya. Sebab, Usia Adam jauh lebih muda di bandingkan mereka berdua.
Adam adalah anak dari pasangan Naufal dan Febby. Yang jelas jelas sebenarnya masih sepupuan dengan keduanya. Meskipun hanya sebatas sepupu jauh saja. Karena ikatan dengan Oma Lea. Bahkan, Yang dulunya Adam memang menyukai Vina. Pria itu memilih mundur dan tak memilih siapapun di antara keduanya, Daripada harus melihat kedua gadis cantik itu saling bermusuhan dan tak bertegur sapa satu sama lainnya. Padahal, Mereka adalah saudara kembar.