
Julia semakin tersulut emosi ketika tahu, Jika putranya malah memutuskan perjodohan yang nya. Dan demi ini wanita paruh baya itu telah banyak berkorban. Hanya untuk membuat citra dirinya semakin di kenal dan juga di hormati banyak orang. Tetapi, Putranya malah tak sepemikiran dengannya.
Sejak tadi wanita itu terus mondar mandir, Sambil menggigit kukunya. Hidupnya mulai tak tenang, Dan ia pun sedang memikirkan cara. Agar Arga tetap bisa menikah dengan Zeera.
"Nyonya, Anda harus lihat ini!. " Sang asisten pun langsung menyodorkan tablet nya .
Julia segera meraih benda canggih itu. Dan melihat sebuah video di yang langsung ia klik saking penasarannya. Dahi Julia mengkerut sempurna. Bahkan, Mulutnya menganga tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.
"Tidak.... tidak mungkin. " Serunya dengan tubuh yang mulai gemetaran. Ia pun langsung terduduk di sofa yang ada di dalam ruangan kerjanya itu.
"Kapan video itu di ambil? " Tanya Julia dengan tatapan setengah tak percaya nya.
"Beberapa hari yang lalu, Nyonya. Dan kemungkinan tuan besar saat ini...
Sang asistennya pun tak sanggup untuk meneruskan kata kata nya lagi. Ia hanya tertunduk, Hingga Julia semakin lemas dibuatnya. Wanita paruh baya itu sudah pusing. Dan ketakutan sendiri. Karena, Dengan begini semua kebusukannya selama ini pasti akan segera terbongkar.
" Hubungi so bodoh itu!. Dan suruh dia segera kembali!. Sebelum mereka menemukan nya!. "
"Baik, Nyonya. "
Selepas Sang asistennya pergi dari ruangan nya. Julia memijit pelipisnya. Rasanya ia berhenti bernafas saat ini juga. Namun, Wanita itu masih saja tak mau berhenti cukup sampai disini. Ia akan melakukan banyak cara, Sampai tujuan nya tercapai.
Senyum liciknya mulai terbit. Kala ia mendapatkan sebuah ide. Yang baginya tak akan pernah bisa gagal lagi. Meskipun ia sendiri harus kembali mengorbankan putranya. Untuk membuat misinya ini sukses dan berjalan apa adanya.
Julia segera meraih ponselnya. Dan menghubungi seseorang. Dengan seringai tipis di bibirnya. Wanita paruh baya itu tak akan tinggal diam. Banyak hal. yang telah ia lakukan sampai bisa menuju ke posisi sekarang. Hingga keserakahan dan juga ketamakan hatinya. Sampai membutakan matanya. Dan mengotori pikiran nya sendiri. Kemewahan dunia telah benar-benar menodai dirinya.
Sehingga Julia tak bisa lagi berpikiran jernih, Dan juga tak memiliki hati nurani lagi. Rasa iri dan dendam akan sebuah masa lalu. Membuat nya berhasil di perdaya oleh kemunafikan nya sendiri.
Arga di luar sana, Mulai menduga jika Mamanya pasti sudah mengetahui sesuatu. Karena, Dari gelagat Sang Mama. Arga mulai mencium hal mencurigakan tersebut.
"Apa lagi yang akan Mama perbuat sekarang?. " Guman Arga dengan tanda tanya besarnya.
"Aku harus bisa menghentikan Mama. Sebelum Mama sendiri yang akan celaka nantinya. " Sambung Arga lagi. Dan langsung pergi dari depan pintu ruangan Julia.
Pemuda itu tak akan tinggal diam saja sekarang. Setelah apa yang di perbuat Mamanya. Menghancurkan hidup orang lain. Dan banyak memakan korban. Termasuk Papanya sendiri.
Seandainya sejak dulu Arga tahu. Jika Mamanya mencoba membunuh Arsen berulang kali dengan cara yang kotor. Dan Arga lebih paham dengan apa yang sebenarnya Mamanya inginkan. Seharusnya ia sejak dulu sudah mencegah Mamanya itu. Sehingga tak akan banyak korban orang orang yang tak bersalah seperti sekarang ini.
Arga sedih, Karena ia gagal untuk meluruskan pikiran Mamanya. Arga sedih sebab Mamanya selalu saja berada di jalan yang salah. Bahkan, Saat di nasehati Julia malah tersulut emosi dan lebih parah lagi. Ia akan mengeluarkan air mata nya. Agar Arga iba padanya dan berhenti membahas masalah yang ia perbuat.