Marry Me

Marry Me
Seringai Licik Arsen



Arsen kembali keluar dari ruangan rawat Papanya. Setelah ia mengobrol dan memberikan semangat untuk sang Papa dalam proses penyembuhan nya.


"Joe... "


"Siap, Tuan. " Joe langsung bergegas menghampiri Arsen. Saat namanya di panggil dengan suara lantang pria penuh daya pikat tinggi itu.


"Apa sudah kabar dari anak buahmu?. Dimana keberadaan Arga saat ini?. " Arsen bertanya sambil merogoh ponselnya.


"Tuan muda memilih untuk tinggal di Apartemen nya. Dan sejak pulang dari club sampai saat ini belum juga keluar dari kamarnya. " Jawab Joe sambil menunjukkan tablet di tangannya.


Arsen hanya menatap sekilas. Lalu, Menarik sudut bibir nya. "Hubungi Senja!. Dan biarkan ia yang ambil alih tugas anak buahmu saat ini!. "


Arsen memberikan perintah pada Joe. Hingga Joe hanya bisa terbengong beberapa saat. Ketika Arsen menyebutkan nama Senja yang akan menggantikan tugas anak buah Joe. Dalam mengawasi Arga pria yang memang di anggap adik oleh Arsen. Meskipun sikap Arsen selalu dingin dan datar. Nyatanya pria itu masih saja tetap perduli dengan Arga. Padahal hubungan mereka hanya orang lain. Yang kebetulan hanya karena kelicikan Julia. Mereka bisa tumbuh bersama.


Tetapi, Julia malah tak tahu diri. Sudah menipu dan merencanakan semuanya sejak awal. Bahkan, Menjadi benalu dalam kehidupan orang lain. Hingga membunuh semua orang yang berani menghalangi nya. Padahal, Sebelum tahu dengan Calvin. Julia hanyalah seorang wanita malam. Yang menjual tubuhnya pada pria hidung belang. Demi menghasilkan uang untuk bertahan hidup.


"Senja?. " Ulang Joe mencoba mendengar ulang perintah tuan nya.


"Iya, Senja. Ada apa memangnya?. Kau keberatan jika dia datang ke Negara ini?. " Arsen gantian menatap Joe sang asisten nya. Yang saat ini nampak ragu akan keputusan Arsen.


"Bu... bukan begitu tuan A. Tapi gadis itu... "


"Kau tenang saja, Joe!. Senja tak akan menggila sebelum mendapatkan perintah dariku. " Arsen terus menerbitkan senyum penuh artinya.


"Tapi, Tuan saya ti... "


"Baik tuan. Saya akan segera menghubungi Senja sekarang juga. " Sambung Joe ketika ia melihat tatapan tajam Arsen. Karena lagi lagi ia malah berusaha melarang tuannya mendatang kan anggotanya.


Joe pun langsung membungkuk patuh. Sementara Arsen langsung berlalu pergi untuk menuju arah kamarnya. Yang memang sedikit jauh dari ruangan rawat papanya. Mension yang saat ini Arsen tempati sangat luas. Sehingga untuk ruangan pengobatan Papanya saja. Ia tidak perlu kerumah sakit segala. Semua fasilitas nya lengkap. Dan begitu juga dengan team medisnya.


Tak hanya fasilitas kesehatan yang memadai. Si mension ini juga ada supermarket mini, Bioskop dan juga tempat bersantai lainnya. Yang di urus dan juga rutin di rapikan setiap harinya. Bahkan, Semua produk di dalam mini market tersebut selalu baru.


Ceklek...


Arsen membuka pintu kamar nya. Dan langsung masuk kedalam ruangan luas dengan desain monokrom tersebut. Namun, Begitu nampak rapi dan bersih nyaris tak ada debu sedikitpun.


Memang bukan tanpa alasan Arsen mendatangkan Senja. Ia tahu dan paham betul kinerja Senja. Seorang gadis yang telah lama setia padanya. Bahkan, Senja adalah anggota Arsen pertama yang seorang wanita setelah Joe. Banyak cerita dan kenangan dengan Senja. Ketika mereka bertiga bertekad untuk memperjuangkan hidup mereka. Saat dimana pada masa itu ketiganya hampir saja menjadi bangkai.


Lagi lagi Arsen menarik sudut bibir nya. Entah apa yang telah Arsen rencanakan. Dengan mendatangkan Senja. Sosok gadis yang tak mau terkekang dan juga menyukai kebebasan. Bahkan, Lebih parah nya lagi Senja adalah gadis sykho yang tak pernah tanggung tanggung untuk menghabisi para musuhnya.


"Kau akan menerima neraka pertama mu, Di dunia ini Julia. " Geram Arsen dengan seringai licik nya.