Marry Me

Marry Me
Salah Mengira



Keesokan harinya, Julia pagi-pagi sekali sudah melangkah kan kakinya memasuki sebuah Apartemen mewah, Yang salah satu unit adalah tempat tinggal putranya. Wanita itu seolah sedang menahan amarahnya.


"Nyonya, Tuan Arga sudah berangkat ke perusahaan sejak beberapa menit yang lalu. " Ujar sang sekretaris nya menjelaskan.


"Biarkan saja!. Kita kesini bukan untuk menemui Arga, Tapi wanita itu. " Sahut Julia dengan tatapan menyimpan penuh kebencian nya.


Ia tidak akan membiarkan Arga untuk dekat dengan gadis lain. Selain dengan Zeera, Gadis yang ia anggap mampu mendongkrak ketenarannya. Hingga bisa mengimbangi perusahaan keluarga Zeera. Tak perduli sekali pun, Jika Arsen telah kembali. Julia akan tetap berusaha membuat Arga yang bisa menjadi suami dari Zeera. Bahkan, Ia juga tak perduli meskipun keluarga Zeera sudah menolak untuk melanjutkan perjodohan mereka.


Namun, Belum juga selesai ia menemukan cara. Untuk menyatukan Arga dengan Zeera. Julia malah menerima laporan jika putranya sedang dekat dengan wanita lain. Bahkan, Tinggal di gedung Apartemen yang sama. Dan juga hidup bertetanggaan juga. Yang kerjanya juga tidak jelas apa.


Sebab, Informasi yang diberikan oleh orang-orang nya sama sekali tidak membantunya. Untuk bisa tahu siapa wanita itu sebenarnya, Dan darimana asalnya. Karena tak ada informasi detail tentang kehidupan nya selama ini.


Jauh sebelum ia memutuskan tinggal di samping apartemen Arga


Beberapa saat berlalu, Kini Julia sudah sampai di lantai unit Apartemen Arga dan juga gadis yang ia ingin temui. Tatapan Julia begitu penuh kekesalannya. Sehingga langkah kaki nya begitu lebar. Di ikuti oleh sekretaris nya di belakang nya.


Ceklek...


Belum juga sempat Julia menyuruh sekretaris nya untuk mengetuk pintu Apartemen tersebut. Namun, Pintu itu sudah terbuka dari dalam. Menampilkan wajah seorang gadis cantik dengan hotpants pendek bewarna hitam nya. Dan baju kaos oblong yang sedikit kebesaran.


"Maaf, Anda siapa?. " Tanya Wulan dengan memasang wajah polosnya.


"Jauhi putraku!. Sebelum kamu menyesal. " Tegas Julia dengan nada bicara penuh penekan nya.


"Siapa putra anda, Nyonya?. " Tanya Wulan seolah-olah ia sendiri tidak tahu, Siapa yang dimaksud oleh Julia saat ini. Sementara, selama ini ia hanya dekat dengan satu pria saja. Yaitu Arga tetangganya di Apartemen tersebut.


Julia menoleh dengan tatapan geram nya. Lalu berjalan menghampiri Wulan. Yang tak lain adalah Senja orang kepercayaan Arsen. Yang memang bertugas untuk mendekati Julia. Dengan menggunakan Putranya yaitu Arga.


"Apa begitu banyak pria. Yang dekat denganmu?. Sehingga kamu saja sampai lupa sedang dekat dengan siapa saja?. " Sindir Julia dengan senyum sinis merendahkan nya.


"Sudah saya duga, Jika kau bukanlah wanita yang tepat untuk putraku. Karena wanita rendahan seperti kamu, Tidak akan bisa masuk kedalam keluarga kami. " Sambung Julia lagi dengan nada sombongnya.


Namun, Bukannya tersinggung Wulan malah terkekeh pelan. Seolah ia sendiri sama sekali tidak marah saat di katakan wanita rendahan oleh Julia.


"Sebaiknya anda koreksi diri sendiri dulu, Nyonya!. Apa anda layak di katakan wanita baik, Sebelum menjudge orang lain?. " Seru Wulan dengan nada santainya.


"Apa maksud kamu?. " Sentak Julia mulai tambah geram saja.


"Biasanya seorang Lon*e, Akan teriak Lon*e pada orang lain. "


Deg...