
Pletak!
”Aw,,, ” Zeera meringis. Sambil memegangi jidadnya. Yang sejak tadi mungkin sudah merah akan ulah Arsen. Dimana pria itu sangat senang sekali menjitak nya. Sama halnya dengan apa yang di lakukan Fatih padanya.
”Siapa yang suruh kamu, Pulang?. Hm?. ” Arsen melontarkan pertanyaan yang sama. Membuat Zeera mengerucutkan bibir nya kesal.
Gadis itu mulai memasang wajah juteknya. Karena, Arsen bukannya senang ia pulang. Malah, Mengomel tidak terus menerus padanya. Hingga Zeera mulai menggerutu kesal.
”Kekasihnya pulang, Bukannya seneng. Ini malah ngeromet mulu. Dasar pria kutub. " Gerutu Zeera pelan.
”Awww,,,, ih kak Arsen. Sakit tau. ” Pekik Zeera lagi sembari memegangi hidungnya.
”Gak bisa apa, Pelan-pelan sedikit?. " Zeera ingin sekali membalas perlakuan Arsen padanya. Namun, Ia malah tak punya kekuatan untuk itu. Padahal, Gadis itu adalah sudah menguasai sabuk hitam.
Jadi, Kalau hanya untuk melumpuhkan lawannya saja. Itu adalah hal yang mudah untuknya. Namun, Apalah daya. Sekuat dan sehebat apapun seseorang. Kalau sudah berhadapan dengan orang yang dicintai. Maka, Kekuatan pun akan jadi kelemahan.
”Mesti pelan-pelan, Kamu bilang!. " Arsen malah mendekat kan badannya. Untuk semakin dekat dengan Zeera.
Sontak hal itu, Membuat Zeera mundur beberapa langkah kebelakang. Sehingga tubuhnya malah membentur bibir meja kerja Arsen. Sebab, Saat ini keduanya sudah berada si dalam ruangan kerja Arsen. Setelah tadi, Zeera sempat menyapa calon Papa mertuanya.
”Aduh, Jauh-jauh sana, Kak!. " Zeera mendorong pelan dada bidang Arsen. Agar tak terlalu dekat dengannya. Karena, Sungguh jantung Zeera selalu saja di buat tak sehat. Ketika ia berdekatan begini dengan pria maskulin tersebut.
"Kenapa?. Apa kamu gerah?. " Arsen bukannya menjauh, Ia malah sengaja menggoda Zeera.
Gadis cantik dengan gaya sedikit tomboy nya. Malah diam dengan tatapan yang tak biasa. Sehingga Arsen, Malah semakin semangat untuk menggoda kekasihnya itu. Dengan semakin menempel pada Zeera. Bahkan, Arsen menahan pinggang Zeera.
Namun, Ketika keduanya nyaris tanpa jarak. Bertepatan dengan itu. Pintu ruangan nya malah dibuka dari luar sana.
”Oh my god. "
Keke membulat sempurna. Dengan mulut yang menganga. Saat ia melihat adegan seintim itu. Tepat di depan matanya saat ini. Tapi, Gadis itu langsung membalikkan badannya.
”Di lanjutin saja!. Gue gak lihat kok Zee. " Serunya sambil ikut menyuruh Joe untuk berbalik badan juga.
Arsen masih enggan, Untuk menjauh dari hadapan Zeera. Walaupun, Posisi mereka saat ini membuat Zeera tak nyaman. Apalagi, Ia sampai di lihat oleh sepupunya sendiri.
"Ini... ini tidak seperti yang kalian pikirkan. " Seru Zeera. Saat ia berhasil menyingkirkan tubuh Arsen dari hadapan nya.
"Apa kalian, Udah selesai?. " Tanya Keke mengulum senyumnya.
”Keke... Selesai ap... "
"Apa perlu kami mengulangi nya, Lagi?. " Potong Arsen dengan sengaja nya.
Hingga tatapan Zeera, Begitu kesal pada pria itu. Pria yang saat ini malah sedang mengulum senyumnya. Karena ia telah berhasil membuat kekasih nya kesal dan malu. Di hadapan sepupu nya yang konyol tersebut
"Kalau, Begitu. Biar kami keluar saja. Tuan. " Sahut Joe yang sudah ingin menarik tangan Keke. Untuk segera meninggalkan ruangan kerja Arsen.
Namun, Saat itu Zeera ingin ikutan beranjak dari sana. Karena ia sudah terlanjur kesal dengan pria tampan. Dengan status sebagai kekasihnya ini. Akan tetapi, Belum juga sempat beranjak. Arsen malah sudah menahan tangan nya.
"Mau, Kemana?. Kita selesai kan dulu!. Kegiatan yang tadi sempat tertunda!. "
"What?. "