Marry Me

Marry Me
Rencana Yang Telah Matang



Arsen duduk dengan santainya di kursi kebesaran nya. Sambil menikmati secangkir kopi hitam di tangannya. Matanya terus tertuju pada layar laptopnya. Yang mana langsung terhubung langsung pada cctv yang ada di unit Apartemen tempat dimana Arga tinggal saat ini.


Sudut bibir nya terangkat membentuk sebuah senyuman penuh arti. Ketika ia melihat dengan jelas bagaimana aksi anggotanya yang sedang menjalan kan tugasnya sekarang. Malah, Ia mengacungkan jempolnya dengan keahlian anggota nya satu itu.


"Kau lihat Joe!. " Ucapnya sambil melirik asistennya. Yang saat ini masih ada di sampingnya.


Joe pun hanya menganggukkan kepalanya. Ia tak menyangka jika seorang wanita sadis seperti Senja. Bisa juga bersikap layaknya seorang gadis lugu yang sama sekali terlihat polos. Bahkan, Mampu menjadi gadis lemah lembut dan pemalu seperti itu.


"Apa dia memiliki kepribadian ganda, Tuan?. " Joe malah bertanya dengan pertanyaan konyolnya. Sampai membuat Arsen ingin sekali tertawa saat ini. Namun, Begitu ia melihat wajah Joe yang tiba tiba saja seperti orang bingung. Malah membuat Arsen langsung geleng-geleng kepala saja.


"Bahkan, Kau saja mampu dia tipu Joe. " Lirih Arsen yang kembali menatap layar laptopnya itu.


Joe pun langsung garuk garuk kepala yang tidak gatal. Menahan malunya akan sikapnya barusan. Saking ikut menjiwai bagaimana aksi Senja saat ini. Dimana gadis itu seolah adalah gadis baik baik dan tak tahu apa apa.


Setelah melihat bagaimana Senja awal melakukan tugasnya dengan baik. Joe berpikir jika apa yang di putuskan oleh Arsen adalah pilihan yang tepat. Karena ia tak salah lagi memilih Senja untuk menjalankan misinya sekarang.


Bahkan, Arga yang juga sangat cuek serta tak mau ikut campur urusan orang lain. Tiba tiba saja malah bisa di pancing nya. Meskipun hal itu sedikit ekstrim bagi seluruh penghuni apartemen disana.


"Bagaimana dengan kabar wanita ular itu?. " Tanya Arsen yang telah mempouse layar laptopnya. Dan kini mulai fokus pada asisten nya.


Joe menyodorkan tabletnya. Yang mana disana ada beberapa foto serta video yang telah di ambil oleh orang-orang dalam beberapa hari ini.


"Ck, Ternyata dia masih tak mau menyerah juga. " Lirih Arsen sambil menatap benda pipih yang ada di tangannya saat ini.


"Beberapa pemegang saham. Sudah mulai bekerja sama dengannya, Tuan. " Joe kembali menjelaskan apa yang di lakukan Julia dibelakang Arsen. Sejak tahu jika satu satunya darah daging dari keturunan Dharmendra masih hidup.


Wanita iblis itu terus memprovokasi semua para petinggi perusahaan. Untuk menjadi sekutunya, Dan juga beberapa di antaranya ia paksa dengan sebuah ancaman. Agar mereka pun mau ikut mendukung putranya. Untuk menjadi satu satunya pemimpin perusahaan. Dan mencari cari kesalahan . Supaya para pemegang saham mau berbalik mendepak Arsen. Dengan alasan yang akan membuat Arsen rugi nantinya.


Namun, Sejauh ini Julia malah tidak tahu jika dirinya sedang di pantau dan di awasi begitu ketatnya. Sehingga setiap pergerakan yang ia lakukan, Maka akan cepat sampai ketelinga Arsen.


"Biarkan saja dia berbuat semaunya!. Kita lihat saja nanti!. Bagaiamana hidupnya setelah ini. " Seru Arsen penuh dengan kelicikan nya.


Joe saja sampai bergidik ngeri sendiri, Ketika senyum Arsen terbit saat ini. Seolah pria itu sudah tak punya welas asih lagi. Akan tetapi semua yang di lakukan Arsen sekarang. Tak ada apa apa daripada semua perbuatan Julia. Mungkin, Jika orang lain akan beranggapan jika Arsen kejam dan sadis. Hingga merencanakan balas dendam serapi ini. Tapi, Apa yang telah di tanam Julia selama ini pun belum sebanding dengan ulah Julia.


"Apa rencana kita selanjutnya, Tuan?. "


"Tetap diam dan mendengarkan!. " Jawab Arsen dengan santainya.