
Ruangan kamar nan luas. Dengan desain mewah dan juga taburan kelopak bunga mawar di atas ranjang empuk sana. Bahkan, Saat pertama kalinya masuk kedalam kamar tadi. Mereka sudah di sambut dengan taburan kelopak bunga mawar merah. Sepanjang jalan sampai menuju kearah ranjang nya sana.
"Mau sampai kapan, Kakak akan menggendong ku, Seperti ini?. " Tanya Zeera dengan nada yang sedikit kesal.
Arsen tak menjawabnya. Ia hanya tersenyum penuh arti. Lalu merebahkan tubuh istrinya di atas kasur empuk. Yang telah di penuhi kelopak bunga mawar dengan bentuk hati. Serta lilih aroma therapy yang membuat suasana kamar. Tampak begitu romantis sekali. Belum lagi, Lampunya memang sengaja di padam kan. Agar menambah kesan eksotis. Menyambut kedatangan pasangan pengantin baru. Yang telah sah beberapa jam yang lalu.
Brak!
"Wow... Apa kita akan seperti adegan film dewasa, Sekarang?. " Jika kebanyakan gadis akan memekik. Ketika tubuhnya di lemparkan di atas kasur empuk itu oleh suaminya. Namun, Hal itu tidak berlaku untuk Zeera. Gadis itu malah sempat-sempatnya menggoda suaminya.
Bahkan, Ia malah berguling ke sisi kirinya. Dan kembali berbalik ke sisi kanannya. Membuatnya gaunnya mengambang kesana kemari. Bahkan, Lilin yang sudah di hidupkan itu, Ia padamkan lalu ia geser ke arah nakas sana.
"Hei, Apa yang kau lakukan?. " Tanya Arsen dengan tatapan tak percayanya. Ketika, gadis yang ia nikahi itu, Malah menarik gaun pengantin nya. Hingga kedua paha mulusnya, Mulai nampak jelas dimata Arsen. Satu sisi yang selama ini selalu tertutup rapat. Akan pakaian yang serba panjang milik Zeera. Dan juga penutup auratnya yang lainnya. Namun, Entah kenapa?. Malam ini Zeera malah lebih dulu membukanya untuk Arsen. Pria yang telah resmi menikahi nya beberapa jam yang lalu.
"Tentu saja membuka jalan awalnya!. " Jawab Zeera dengan nada santainya.
"Tutup kembali itu!. " Titah Arsen dengan tatapan tak percaya. Karena, Zeera malah dengan santainya bergerak lebih dulu. Sebelum dirinya memulainya.
Bukannya menurut. Zeera yang memang konyol dan suka nyeleneh itu. Ia malah bangun dari ranjangnya. Berdiri dengan gaya menggodanya. Lalu, Mulai menarik resleting gaun nya. Yang memang ada di samping, Bukan di belakang seperti biasanya. Hingga, Gaunnya mulai terjun bebas jatuh keatas tempat tidur tersebut.
"ZEERA... " Arsen sampai membelalakkan matanya. Akan aksi binal istrinya saat ini. Namun, Lagi-lagi Zeera pun tak mau dengar. Ataupun memperdulikan ucapan suaminya.
Zeera kembali melepaskan hijabnya. Yang ada mahkota sebagai ratu sehari di acara resepsi pernikahannya tadi. Dan sekarang, Rambutnya yang panjang nan hitam lebat. Telah terurai, Beriringan dengan jatuhnya gaun pengantin nya tadi. Dan tinggal menyisakan ********** saja. Dengan warna cream. Yang nampak sama dengan warna kulitnya sendiri.
"ZEERA... Come on!. Jangan sampai aku melawati batas!. " Ancam Arsen. Karena Arsen sebenarnya belum ingin memulainya sekarang. Pria itu telah menyiapkan sesuatu hal yang besar. Hanya untuk momen bahagia bersama istri nya itu.
Sudah di suguhkan hidangan yang lezat. Dan membuat nya gagal fokus. Bahkan, Arsen sejak tadi hanya terpaku dan membisu di tempatnya berdiri. Saat ia melihat dengan jelas. Kemolekan tubuh istrinya. Jika tak menggunakan penutup benang yang membalut keindahan bentuk tubuhnya itu. Namun, Saat ini Zeera malah semakin berulah.
Gleg!
Arsen menelan ludahnya dengan sangat susah. Ketika, Zeera malah membalikkan badannya. Dan tersenyum menggoda ke arah suaminya. Gadis cantik nyaris tanpa busana itu. Kini malah memilih duduk, Dengan setengah berbaring di atas ranjangnya. Lalu, Memposisikan diri sambil menatap suaminya. Dengan salah satu tangan yang ia gunakan untuk menyanggah kepalanya.
Satu tangan lagi, Zeera gunakan untuk melambai kearah suaminya. Menggerakan nya dengan kedipan sebelah matanya.
"Kau pasti akan menyesalinya, Zeera. " Arsen pun langsung naik ke atas ranjang sana.
"Awww... Pelan-pelan brengsek!. " Pekik Zeera dengan sekencang mungkin.
Dan bahkan, Suaranya sampai terdengar keluar sana. Membuat dua orang dibalik pintu kamar nya. Malah berekspresi macam-macam.
"Hei, Apa tuanmu itu, Tidak bisa berhati-hati?. Zeera itu masih segelan utuh. Astaga. " Keke menggeleng kan kepala nya.
"Ayo ikut! " Joe menarik tangan Keke begitu saja.
"Kemana?. "
"NERAKA."
"What?. "