Marry Me

Marry Me
Sudah Di Persiapkan



Sherly dan juga Al suaminya, Melambaikan tangan ketika Zeera sudah akan take out. Dan mulai menuju kearah pesawat nya sana. Keena juga ikut melambaikan tangan pada sepupunya itu. Menatap punggung Zeera yang mulai hilang di balik pintu.


"Ayo sayang kita pulang!. " Ajak Sherly menggandeng tangan keponakan itu.


Sherly tahu jika Keena pulang hanya karena permintaan Bundanya. Karena hubungan nya dengan Vina selalu saja bersilih paham. Sejak dimana keduanya selalu menyukai hal yang sama. Bahkan, Vina sempat mengalah ketika mereka menyukai pria yang sama juga.


Namun, Pada akhirnya keduanya pun memilih untuk tidak mengejar pria yang mereka sukai tersebut. Dan memilih untuk pergi melanjutkan study nya masing masing di Negara yang berbeda.


"Umi, Keena boleh tinggal di rumah Umi tidak?. " Ujar Keena dengan nada memohonnya.


"Tidak!. " Jawab Al tegas.


"Abi.... " Keena nampak merengut karena jawaban Al. Membuat Fatih mengulum senyum nya. Karena Fatih sudah paham akan gelagat Abinya itu. Jika Zeera tidak dirumah ia akan lebih leluasa untuk bermesraan dengan istrinya. Dan itu sudah menjadi kebisaan Al sejak dulu.


Dan hanya Zeera yang bisa menggagalkan rencana Abinya. Dan juga hanya Zeera yang selalu berhasil membuat Abi dan Uminya pening karena tingkah lakunya.


"Keena, Kamu bahkan belum pulang kerumah orang tuamu. Bukan, Maksud Umi dan Abi menolak dan melarang kamu untuk tinggal dirumah Umi. Tapi, Alangkah baiknya jika kamu pulang saja dulu kerumah Ayah bundamu, Sayang!. " Sherly mulai membujuk Keena.


Keena memang tidak tahu, Jika Vina juga akan pulang. Dan Keena bukan tidak mau bertemu saudaranya itu. Namun, Ia hanya tidak ingin kembali bertengkar hanya dengan hal hal kecil saja.


Belum juga sempat Keena menjawab. Ketika mereka akan masuk kedalam mobil mereka kembali. Sebuah mobil mewah langsung berhenti tepat di depan mereka berempat.Dan Al sangat tahu siapa pemilik mobil tersebut.


Sosok pria dengan gestur tubuh tinggi proporsional nya. Dada bidang nan kekar. Jangan lupakan wajahnya yang tampan rupawan.


"Assalamu'alaikum Abi, Umi, Kak Fatih " Sapanya dengan senyum smriknya. Hanya Keena yang tak di sebutnya.


"Waalaikumsalam. Astaga Juna, Umi hampir saja tidak mengenali kamu. "


"Iya, Abi juga pangling loh. "


"Dia kan sebentar lagi akan lulus Bi, Umi. Dan setelah itu pangkatnya langsung Letda. " Seru Fatih sambil tersenyum.


"MasyaAllah, Gagah sekali keponakan Umi satu ini. Kalau jarang pulang yang begini ya. " Puji Umi She nampak bangga akan keponakan tersebut.


"Umi bisa saja. Juna masih pendidikan Umi. Doakan saja lancar sampai lulus nanti!. "


"Tentu boy, Doa terbaik akan selalu tercurah untuk kalian semua. " Jawab Sherly sambil tersenyum.


Mereka pun akhirnya terlibat obrolan santai dalam beberapa menit. Setelah itu Keena akhirnya tak bisa menolak juga. Ketika adik bungsunya yang selalu bersikap tegas dan juga tak mau di bantah itu sudah angkat bicara. Dengan sedikit kesal, Keena akhirnya mau pulang juga. Dan mereka pun langsung berpisah disana. Pulang kerumah masing-masing.


Sementara itu, Zeera yang akan naik ke pesawat bersama dengan penumpang lain. Tiba tiba langkahnya di tahan oleh petugas Bandara. Dan di arahkan ke pesawat lain.


"Maaf Nona!. Pesawat anda si sebelah sini!. " Ujar seorang pria dengan sopan nya.


"Loh, Kenapa bisa begitu? . Bukannya saya naik pesawat...


" Tolong jangan persulit kerjaan saya, Nona!. " Potong pria itu lagi dengan nada memohonnya.


Meskipun, Nampak bingung dan menyimpan tanda tanya besar. Akhirnya Zeera pun mau ikut dengan petugas tersebut. Dan ia tak menyangka, Jika Zeera di arahkan pada sebuah jet pribadi yang begitu mewah.


"Tunggu!. Ini...


" Tuan Arsen yang meminta kami, Untuk mengantar anda Nona. " Potong seorang pria dengan setelan jas hitam lengkapnya.


"Hah...?. Jadi, Ini adalah... " Zeera menutup mulutnya saat sadar, Jika jet pribadi semewah ini adalah milik Arsen..


"Benar, Nona muda. Ini adalah salah satu jet pribadi tuan. " Seru sang pria mulai menjelaskan pada Zeera.


"Mari, Nona!. " Mereka pun mempersilakan Zeera untuk masuk kedalam pesawat. Dan di ikuti oleh beberapa orang bodyguard wanita.


"Eh, Tunggu!. Barangku masih ada di... "


"Jangan khawatir, Nona muda!. Semua barang nona sudah kami pindahkan sejak tadi. "


Zeera pun hanya manggug manggug saja tanda paham. Lalu kembali melangkah menaiki anak tangga jet pribadi milik Arsen. Yang tak tahu Zeera bagaimana keadaan di dalam sana.