
Malam harinya, Di kediaman Dharmendra nampak begitu sibuk sejak sore tadi. Bahkan, Julia telah menyuruh kokinya untuk memasak menu istimewa, Pikir nya ia akan merayakan kemenangan nya. Jika Arsen benar benar ingin menyerah kan hak kepemilikan perusahaan pada putranya.
Wanita itu sangat tamak akan harta, Dan juga picik apapun yang menyangkut uang. Maka, Ia akan sangat senang sekali. Serta akan melakukan apapun untuk menjadikan itu miliknya. Sekalipun harus menghabisi nyawa orang lain. Dan orang yang tidak bersalah.
Sejak tadi Julia terus saja keluar masuk dapur. Untuk memastikan semua menu telah selesai dengan sempurna. Bahkan, Ia juga telah menyiapkan gaun yang harganya selangit tentunya. Entah apa yang ada di dalam otaknya saat ini. Sehingga ia bisa sebahagia ini, Tanpa curiga akan hal apapun yang akan terjadi kedepan nya. Sampai sampai ia juga telah mengabaikan ucapan sekretaris nya. Dimana sang sekretaris pun telah mengingatkan nya. Jika Arsen sedang merencanakan sesuatu yang besar untuknya.
"Arga... Mau kemana kamu?. " Julia langsung menghampiri putranya. Saat melihat Arga malah memakai jaketnya, Dan mengarah keluar rumah.
"Arga mau keluar, Ma. " Jawab Arga dengan nada santainya.
"Kamu tidak mendengar kan mama rupanya. Malam ini kita ada makan malam bersama dengan kakak kamu. Dan ini juga kesempatan kamu, Untuk mengambil hati Arsen. Agar dia mau menyerah kan semua aset yang ada. Selain perusahaan itu. " Tegas Julia masih saja kurang dengan yang ia miliki selama ini.
Padahal, Dia sendiri sudah bertahun tahun lamanya bermain curang. Sehingga sampai tega berusaha melenyapkan Arsen dan juga suaminya sendiri. Hanya demi keinginannya yang gila itu.
Arga hanya tersenyum getir saja. Ia bahkan sampai kehabisan kata kata nya. Untuk membuat Mamanya mengerti. Bahkan, Arga juga tidak pernah menyangka jika ia memiliki seorang ibu yang sangat tamak dan serakah seperti ini. Hidupnya hanya di penuhi dengan kemewahan dunia saja. Tanpa ingin sedikitpun berbuat baik pada orang lain.
"Tolong jangan paksa Arga lagi Ma!. Biarkan Arga hidup tenang!. " Ujar Arga dengan tegas.
"Oh, Jadi kamu selama ini tidak tenang hidup dengan kemewahan yang Mama kasih ke kamu, Begitu?. " Sentak Julia dengan rasa emosinya. Yang sudah tidak bisa ia tahan lagi.
"Bagaimana, Arga bisa tenang jika semua hasil kekayaan kita adalah hasil dari kelicikan dan kekejaman Mama. " Timpal Arga yang juga ikut kecewa akan ulah Mamanya selama ini.
"Arga lebih baik hidup susah dan tidak memiliki kemewahan ini. Daripada Arga harus bersenang-senang di atas nyawa orang yang tidak bisa bersalah. Karena telah menjadi korban keserakahan Mama. "
Julia langsung menampar putranya. Dengan wajah yang merah padam. Bahkan, Ia tak bisa menyembunyikan emosinya lagi kali ini. Mendengar semua kata kata yang keluar dari mulut putranya. Meskipun semua itu adalah kebenarannya selama ini.
Arga hanya diam sambil mengulas senyumnya. Saat wajahnya memerah karena tamparan Mamanya. Dan ini pertama kalinya ia mendapatkan hadiah sedemikian rupa. Dari wanita yang telah melahirkan nya.
"Kau memang sangat mirip dengan pria tak berguna itu. Apa susahnya tinggal menikmati saja. Dan kau masih saja tidak tahu diri seperti ini. " Bentak Julia meluapkan rasa emosi nya. Yang tak bisa lagi ia tahan.
"Apa maksud Mama?. " Tanya Arga malah jadi penasarannya dengan kata kata yang ia dengar saat ini.
Julia malah menarik sudut bibir nya. "Kau pikir kau adalah anak dari Calvin Ayah Arsen itu. " Julia menggeleng kan kepalanya sambil tersenyum sinis. "Kau adalah anak dari pria bodoh yang hanya cuma modal benih saja. Dan karena pria bodoh itu juga kita bisa hidup mewah seperti sekarang ini. Seharusnya kau berterimakasih dengan mama!. Karena Mama tidak membunuhmu saat masih dalam kandungan dulu. " Julia berkata dengan nada emosinya, Tanpa berpikir panjang apa yang akan terjadi kedepan nya nanti. Setelah Arga tahu siapa dia sebenarnya.
"Jadi, Dimana Papa Arga sebenarnya, Ma? ". Tanya Arga dengan lirih karena ia juga terkejut saat tahu, Jika dia dan Arsen bukanlah satu Ayah. Bahkan, Tak ada sedikit pun ikatan di antara mereka selama ini.
Julia menatap dengan penuh emosinya pada putranya. Otaknya seketika tak waras. Saat ia sedang kalut seperti ini. Hingga ia tak sadar dengan apa yang telah ia katakan barusan.
Tanpa menjawab pertanyaan Arga lagi. Julia langsung pergi dari hadapan putranya. Karena ia tak ingin berkata lebih banyak lagi tentang masa lalunya yang kelam itu.
"Ma... " Teriak Arga saat Mamanya langsung pergi dari hadapan nya.
"Kalau mama, Tidak mau memberitahu Arga. Maka, Arga sendiri yang akan mencari tahu semuanya. " Ancam Arga tegas.
Julia pun tak menghiraukan ancaman Agar. Ia melangkah lebar menuju kearah kamar nya. Dan menutup pintu kamar nya rapat rapat.