
"Tuan, Ada tamu di depan ingin menemui anda!. " Ujar seorang art yang datang menghampiri Fatih. Dimana pria itu baru saja selesai menghabiskan sarapan nya.
"Siapa, Bik.?." Fatih bertanya balik. Sementara Keke masih saja asyik menikmati sarapan nya dengan lahab.
Sepertinya Keke tak terusik sedikitpun. Dengan kedatangan art tersebut. Apalagi saat ini mulutnya tengah penuh terisi makanan.
"Anu, Itu aduh siapa ya namanya tadi saya lu-. "
"Selamat pagi, Tuan Fatih yang terhormat. " Bariton suara pria yang terdengar tegas. Tiba tiba masuk ke ruangan makan. Menghampiri Fatih yang masih duduk di kursi meja makanan.
Fatih menoleh dan langsung tersenyum, Lalu pria itu bangkit dari tempat duduknya. Untuk menyambut kedatangan sahabat lamanya. Yang dulu sempat menerima kabar kematian nya.
Fatih memeluk tubuh kekar Arsen. Yang saat ini tengah berdiri dengan tegapnya. Menunggu Fatih menghampiri nya. Melihat itu Keke langsung menelan seluruh makanan nya. Sampai ia melotot menatap wajah tampan Arsen. Yang saat ini tengah berpelukan dengan Fatih sepupu nya itu.
"Oh my god. " Seru Keke saking terpesonanya. Akan ketampanan Arsen.
"Kemana aja loe?." Fatih menepuk bahu Arsen. Dan terus tersenyum bangga. Kini sahabatnya itu tumbuh jadi pria yang sangat tampan dan kekar. Meskipun sejak SMA duku Arsen memang sudah terlihat tampan.
Tapi, Sekarang penampilan nya jauh lebih atletis lagi. Dan penuh daya pikat. Hingga Fatih saja mengagumi sosok Arsen.
"Gue masih tinggal di bumi, Man. " Jawab Arsen dengan lagak sedikit lebih ramah. Dari sifat aslinya selama ini.
Fatih pun terkekeh, Dan mulai mengajak Arsen untuk pergi dari ruangan itu. Meninggalkan Keke yang masih saja terbengong bengong melihat pria tampan dengan penuh kharismatik itu.
"Sorry, Gue jadi gak sopan gini. Masuk begitu saja dan menganggu sarapan loe. " Ucap Arsen sambil tersenyum.
"Halah, Udahlah. Gue juga udah kelar sarapan nya. Apa loe belum sarapan?. Kalau belum biar gue suruh bibik buat buatin sarapan juga buat loe!. " Jawab Fatih yang memang sejak dulu mereka sangat akrab. Dan juga selalu saja bersama baik susah maupun senang.
Meskipun, Arsen sejak remaja selalu menyimpan masalahnya sendiri. Dan tak pernah terbuka sepenuh nya pada Fatih. Dulu Arsen juga lebih banyak diam, Ia bicara jika ada pentingnya saja. Bahkan, Mereka juga tak banyak akrab dengan murid lain di sekolah nya.
"Tidak perlu!. Gue udah sarapan tadi. " Tolak Arsen dengan menepuk bahu Fatih. Ia juga melempar senyum smriknya. Hingga Fatih langsung membawa sahabatnya itu untuk pindah tempat.
"Fatih, Jangan lupain aku dong.!. " Seru Keke yang langsung menyeka sisa makanan di bibir nya. Dan ikut bangkit dari kursinya. Untuk menyusul sepupu dan juga tamunya tadi.
Namun, Fatih malah tak menggubris sepupunya itu. Ia terus saja melangkah menuju ruangan kerjanya. Meninggalkan Keke yang ia tahu pasti gadis itu akan ikut nimbrung nantinya. Jika ia tidak membawa Arsen masuk kedalam ruangan yang paling aman baginya.
"Non, Ini jus nya!? " Seru art yang baru saja selesai membuat jus untuk Keke. Membuat langkah gadis itu terhenti. Dan kembali masuk keruangan makan.
Keke menghabiskan jus nya hingga tandas. Bahkan, Gadis itu minum sambil berdiri. Hanya dengan hitungan detik saja gelas itu sudah kosong kembali.
"Thank you bik!. " Ucapnya sambil buru buru pergi.
Benar saja, Keke langsung mencari keberadaan Fatih dan Arsen. Namun, Tak ada di ruang tamu bahkan ruangan keluarga sana.
"Dimana si bule itu di simpan oleh Fatih?. " Lirih Keke sambil terus mengedarkan pandangannya. Hingga ia mulai berpikir ada tempat lain yang pasti disana ada mereka berdua. Para pria tampan yang saat ini ia cari.
Keke pun langsung menuju kearah ruangan kerja Fatih. Dengan langkah lebar nan pastinya. Agar ia bisa melihat kembali teman sepupunya itu. Namun, Ketika Keke sudah berada di depan pintu ruangan kerja Fatih. Dan baru akan menyentuh handle pintu. Tiba tiba tangannya di tahan oleh tangan besar seorang pria.
"Anda di larang masuk, Nona!. " Seru suara tegas seorang pria tinggi jangkung. Dengan tatapan dingin nya dan sorot mata tajamnya itu.
Membuat tubuh Keke kembali tegang dan matanya membulat sempurna. Ketika lagi lagi ia melihat ada pria tampan lainnya. Dengan tatapan tegas, Sampai sampai mulut Keke pun ikut menganga dibuatnya.
"Astaga, Apa benar aku sedang melihat wujud dewa Yunani. " Batin Keke dalam hatinya yang tak mampu berkata kata lagi.
"Nona." Joe mengibaskan tangannya tepat di depan wajah Keke. Membuat gadis itu langsung sadar. Dan menatap balik Joe dengan tatapan kesalnya.
"Minggir!." Tegas Keke masih saja ingin berusaha untuk masuk kedalam sana.
"Tidak bisa, Nona. Karena tuan kami sedang ada urusan penting dengan tuan Fatih. " Jawab Joe dengan nada datarnya.
Keke pun mundur beberapa langkah. Dan setelah puas menatap wajah Joe. Ia pun beranjak pergi dari sana tanpa mengatakan sepatah kata pun lagi. Namun, Dari tatapan nya Joe yakin jika gadis itu sedang kesal padanya.
"Untung saja tampan, Kalau tidak sudah aku bikin perkedel dia. ". Guman Keke sedikit lirih.
Keke memilih pergi dan tak menoleh lagi. Ia terus menggerutu kesal. Karena tak bisa melihat wajah Arsen lagi dan ikut nimbrung dengan sepupunya. Apalagi, Ada pria lain yang malah ikut menghalangi nya untuk masuk.
" Soal, Kenapa aku malah menurut begini padanya?. Padahal kan ini rumah Umi dan Abi. " Keke sadar akan sikap bodohnya saat ini. Namun, Untuk kembali ke arah ruangan itu ia malah enggan. Takut malu di hadapan cowok tampan.
Akhirnya, Keke pun memilih untuk menunggu mereka di ruangan tamu saja. Sambil terus berguman sendirian. Hingga ia bertemu art yang akan membersihkan lantai atas sana.
"Bibik, Sini dulu!?. " Seru Keke melambaikan tangannya. Untuk menyuruh art itu menghampiri nya.
"Iya, Non ada apa?."
"Siapa pria yang sama Fatih tadi?. Dan siapa pria kaku di depan ruangan kerja Fatih itu?. " Tanyanya malah semakin penasaran sendiri.
"Aduh, Non. Mana bibik tahu. Siapa mereka?. " Jawab Art itu jujur. Sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Karena ia juga sama sekali tidak paham. Siapa tamu anak majikannya itu.
"Eh, Tapi bibik pernah lihat foto pria itu Non. " Sambung Art itu lagi. Sambil berpikir keras.
"Really?. Dimana?. " Tanya Keke kembali antusias sekali.
"Ponselnya non Zeera. "
"What?. "