Marry Me

Marry Me
Emosi Melanda



Julia terus saja mengepalkan kedua tangannya. Sejak ia keluar dari kediaman Al tadi. Niat hati ingin membuat pernikahan putranya bisa secepatnya terlaksana. Dan ia bisa dengan mudah melancarkan misinya. Namun, Apalah daya kini ia masih harus memutar otak kembali. Agar apa yang ia inginkan bisa berjalan sebagaimana mestinya.


"Dimana Arga sekarang?." Tanya nya pada sang asisten nya.


"Sedang melakukan perjalanan bisnis ke Singapura, Nyonya. " Jawab sang asisten nya jujur.


"Bagaimana dengan si bodoh itu?. Apa dia sudah di temuka?. " Julia kembali bertanya dengan nada penuh amarahnya.


Bukannya menjawab, Sang asistennya hanya menyodorkan tabletnya.Pada atasannya itu, Dan membuat Julia langsung melotot sempurna.


"Kenapa dia tiba tiba ada di rumah ku?. " Sentak Julia tak habis pikir. Padahal, Ia sudah mengerahkan semua anak buahnya. Untuk mencari keberadaan orang itu di Landon. Bahkan, Ia juga telah menghabiskan banyak uang hanya untuk membawa pulang sang pria.


Akan tetapi, Tak ada satu orang pun anak buahnya. Yang dapat menemukan keberadaan sang pria itu. Ia bagaikan hilang di telan bumi. Tak ada jejak nya sama sekali, Namun kali ini Julia di buat bingung. Lantaran orang yang ia cari cari nyatanya malah datang dengan sendirinya.


"Putar balik lagi!. Kita pulang sekarang!. " Perintah Julia pada sopirnya.


"Baik , Nyonya. "


Julia masih bertanya tanya dalam hatinya. Belum juga ia mendapatkan jalan keluar atas apa yang akan ia rencanakan ulang. Sekarang malah ia akan mendapatkan masalah baru lagi.


"Apa kau sudah menyelidiki tentang pria yang bersama Zeera waktu itu?. " Julia kembali bertanya pada asistennya.


"Sudah, Nyonya. Tapi...


" Maaf, Nyonya. Tak ada satu informasi pun tentang dirinya. Namun, Kami hanya bisa menebaknya jika dia sama seperti...


"Seperti siapa?." Julia sudah bosan mendengar penuturan asistennya itu. Ia juga tak habis pikir dengan apa yang di katakan anak buahnya.


"Anak itu sudah mati, Jadi tidak mungkin hidup lagi. Lagian siapa yang bisa lolos dari kecelakaan itu. Kalaupun ia selamat, Pasti hidupnya tidak akan normal kembali. " Julia mulai geram. Dan begitu yakin akan pemikiran sendiri.


Sebab, Ia sudah memastikan nya sendiri. Jika ada dua mayat yang sudah terbakar di dalam mobil dulu. Bahkan, Jam tangan yang ia berikan untuk anak tirinya itu pun sampai ikut terbakar juga. Hasil outopsi pun menyatakan benar 99,99% sama.


"Maaf, Nyonya. Saya hanya...


" Sudah berhentilah membual!. Sekarang pikirkan bagaimana cara agar Arga dan Zeera bisa segera menikah. Dengan begitu hidup ku akan lebih tenang. " Potong Julia tak ingin dibantah lagi.


Ia sebenarnya masih terus kepikiran akan anak tirinya itu. Namun, Wanita paruh baya itu hanya ingin berpikir realistis saja. Dan logika nya mengatakan jika itu pun tidak akan benar.


Bahkan, Iya juga masih melakukan pencarian pada suaminya sendiri. Yang bisa kabur dan lolos dari sekapan anak buahnya. Padahal, Selama bertahun-tahun lamanya ia menyembunyikan nya disana. Tak ada satu orang pun yang tahu, Termasuk putranya sendiri.


Hati Julia benar benar sudah di tutupi akan keserakahan nya. Dan ia tidak bisa lagi melihat kebaikan seseorang padanya. Yang ada hanyalah dendam dan juga kebenciannya saja.


Dimana apa yang ia lakukan selama ini sama sekali tak berfaedah. Dan hanya akan membuat dirinya hancur sendiri. Beruntung lah putranya tak sama dengannya. Karena, Meskipun Arga murni darah dagingnya. Namun, Sejak kecil. Arga selalu ingin menjadi seperti kakaknya. Yang tak pernah memperlihatkan siapa dirinya di depan umum. Meskipun sebenarnya ia adalah orang yang kuat.