Marry Me

Marry Me
Pasangan Laknut



Kedua sejoli yang belum sempat untuk jadian itu, Saat ini tengah meniti jalan yang berbeda. Berniat untuk mengecoh para rival Arsen. Yang sejak tadi tengah mengikuti mereka. Sebenarnya Arsen bisa saja menghadapi mereka saat ini. Namun, Arsen tidak mau jika Zeera tahu jika itu orang orang suruhan ibu tirinya. Yang mungkin akan mengincar Zeera.


"Lihat mereka masih saja mengejar kita sampai disini kak"


Zeera melihat bahwa mereka tak hanya satu mobil saja. Melainkan ada dua mobil tepat di belakang mereka. Hingga tiba tiba dua orang pria mulai menyembulkan kepala nya keluar dari jendela mobil tersebut.


Dor... Dor... dor...


"****... " Umpat Arsen ketika tiba tiba mereka mulai melakukan penyerangan nya.


"Hais, Sepertinya kita salah ambil rute. " Ledek Zeera sambil merundukkan kepala nya. Bahkan, Gadis itu terus mengeratkan pelukan nya pada pinggang Arsen.


Bukannya takut ataupun panik. Baik Arsen maupun Zeera, Malah sibuk dengan pikiran nya masing masing. Dimana Arsen malah mengulum senyum senang nya. Ketika Zeera memeluknya dengan erat saat ini.


Dor... dor...


Lagi lagi suara tembakan membuat Arsen kembali sadar. Jika mereka sedang dalam bahaya saat ini. Arsen pun merutuki kesalahannya. Yang mengambil jalan pintas. Namun, Malah nampak sepi. Rupanya mereka memang sengaja menjebak Arsen agar memilih jalan jauh dari keramaian begini.


"Are you ready?. " Tanya Arsen menarik sudut bibir nya.


"I'm Ready. " Sahut Zeera yang sudah sangat geram juga.


Lagi lagi Arsen tersenyum licik. Dan mulai ikut menyerang mereka. Dengan kecanggihan motornya. Hingga Zeera pun tertawa puas. Ketika motor Arsen bisa mengeluarkan peluru juga. Dan mulai menembaki mobil mereka.


Dimana Arsen hanya memainkan tombol di depan motonya tersebut. Dan dengan sendirinya kecanggihan yang mana. Motor Arsen memang di desain khusus untuk berjaga jaga seperti sekarang ini.


"Ambil pistol di samping kakimu!. " Titah Arsen tiba tiba. Membuat Zeera langsung sigap dan menoleh kesamping kanan kakinya.


Benar saja sebuah ruang di samping motor mulai terbuka. Dan Zeera meraih satu pistol disana. "Wow... Apa kita akan perang beneran, Kak.? " Seloroh Zeera masih bisa bercanda.


"Ini bahkan, Belum di mulai. " Sahut Arsen tersenyum iblis.


Dor... Dor...


Gadis yang di bonceng oleh Arsen sudah sangat geram. Hingga ia kehabisan kesabaran nya. Dan mulai bertindak.


Dor...


Satu tembakan Zeera langsung berhasil mengenai bahu sang penembak di belakang sana. Membuat Arsen tersenyum bangga.


"Kau mau menjadi pembunuh?. " Arsen lagi lagi meledek Zeera.


"Aku tidak membunuh mereka. Hanya memberi pelajaran kecil saja, Agar tidak keterlaluan. " Jawab Zeera yang kembali menujukan sifat aslinya.


Walaupun berhijab dan tampil selalu anggun. Namun, Jangan pernah meremehkan nya begitu saja. Zeera berdiri dengan masih memegang pistol di tangannya. Lalu Arsen pun menarik pinggang gadisnya, Hingga Zeera maju kedepan sana. Tanpa takut jatuh sedikitpun, Dalam hitungan detik saja. Gadis itu telah pindah kedepan sana. Dan saling berhadapan dengan Arsen.


Salah satu tangan Arsen kembali mengambil pistol di samping kirinya. Dan segera memberikan nya pada Zeera lagi. Gadis itu pun tersenyum kala ia mulai paham akan maksud Arsen.


Dor... dor... dor...


Zeera tak akan menyia nyiakan kesempatannya lagi. Dan langsung menyerah rivalnya hingga kualahan. Sedangkan, Arsen ikut menyerang dengan senjata kecanggihan motornya.


"Wuhhh... " Teriak Zeera dengan pongah nya. Ia malah begitu menikmati momen saat ini. Keduanya sudah seperti para kestaria sejati saja.


Dan benar saja, Dengan kekompakan mereka. Para rival itu tak bisa mengejar pasangan laknat tersebut. Karena semua ban mobilnya telah di tembus oleh peluru pistol. Yang ada di tangan Zeera.


"Yes... " Seru Zeera lagi ketika mereka berhasil lolos dan pergi jauh dari mereka.


Tanpa sadar, Zeera malah memeluk tubuh Arsen dari depan sana. Membuat Arsen hanya diam tanpa ingin protes sedikit pun. Ia malah kegirangan sendiri, Lantaran ini merupakan momen langkah baginya.


"Jangan banyak gerak!. Nanti aku tidak bisa fokus mengendarai motornya. " Seru dengan alasannya.