Marry Me

Marry Me
Sarapan Berdua



Setelah beberapa menit berlalu, Akhirnya Zeera bisa keluar dengan tenang dari dalam kamarnya. Arsen menatap tajam saat Zeera baru keluar setelah hampir satu jam lebih ia menunggu. Namun, Gadis cantik itu malah masih bisa bersikap santai saja. Seolah ia tidak melakukan kesalahan apapun. Sementara para anggota Arsen saat ini, Sudah menundukkan kepala nya. Tak berani menatap tuannya yang sedang menahan rasa kesalnya itu.


"Ayo sarapan kak!. Tunggu apalagi?. " Seru Zeera dengan wajah tak bersalah nya.


Sungguh Zeera memang beda dari yang lainnya. Di saat semua orang tak berani mengeluarkan sepatah kata pun. Zeera malah dengan santainya, Ikut duduk di depan Arsen. Gadis yang selalu memakai hijab itu, Tanpa rasa takut sedikitpun. Mulai mengambil sarapan nya dengan senyum di bibir nya.


Tapi, Hal yang tak di sangka sangka oleh Arsen dan seluruh anggotanya. Zeera pertama mengambilkan sarapan untuk Arsen lebih dulu. Mengambil satu sandwich dan meninggal kan telur dadar untuk Arsen.


Zeera juga mulai mengupas buah apel , Setelah itu ia motong nya dengan ukuran sedang. Dan ia juga menambahkan buah anggur.


"Nani, Tolong ambilkan Youguort dong!. " Pintanya pada pelayan yang ada di samping meja makan tersebut.


Sang nani pun langsung bergerak cepat. Dan mengambil apa yang di inginkan oleh Zeera. Selaku gadis pilihan tuannya tersebut.


Beberapa saat kemudian, Zeera pun telah selesai membuat salad buah yang ia racik dengan tangan nya sendiri. Lalu memberikan nya pada Arsen. Semua orang dibuat melongo akan sikap Zeera saat ini. Bahkan, Di dalam saladnya Zeera juga menambah kan potongan pisang ambon juga.


"Nani, Lain kali kalau menghidangkan sandwich untuk tuan kalian, Jangan pake telur dadar ya!. Karena dia tidak suka telur." Seru Zeera sambil menyodorkan salad buatannya untuk Arsen.


"Baik, Nona muda. " Jawab nani paham.


Arsen pun langsung memulai menyantap sarapan nya, Tanpa banyak bicara lagi. Karena saat ini ia merasa terharu akan sikap Zeera. Gadis itu masih ingat saja, Jika ia tidak suka makan telur. Lebih tepat nya Arsen selalu alergi telur. Tapi, Hanya Zeera dan Joe yang tahu. Sebab, Arsen tidak mau makanan yang membuatnya tak nyaman. Malah di ketahui oleh orang luar. Sebagai seorang mafia yang banyak musuhnya. Arsen harus bisa menjaga dirinya. Dan menutup semua kemungkinan yang bisa membuat dirinya celaka.


Sesaat tak ada obrolan apapun. Karena keduanya mulai menikmati sarapan nya masing masing. Sesekali Arsen masih sempat untuk melirik kearah Zeera. Memperhatikan wanita pilihan nya sedang menikmati sarapan nya dengan lahab.


Beberapa menit berlalu, Arsen telah selesai dengan sarapan yang sudah terlambat itu. Lalu, Ia menyeka sisa makanan dibibirnya.


"Kenapa tidak mau keluar, Sebelum para perancang busana itu pergi?. " Arsen rupanya masih saja penasaran dengan sikap Zeera tadi.


"Salah kakak sendiri, Mengundang orang yang tidak tepat. Kakak mau aku di adukan ke Umi dan Abi, Kalau anak gadisnya menginap di rumah pria dewasa. " Cerocos Zeera malah kesal sendiri.


"Apa hubungannya dengan itu?. " Arsen masih saja belum paham. Dan ia akan bertanya sampai ia mendapatkan jawaban yang menurut nya tepat.


"Ck,,, Yang kakak undang itu adalah asisten Mommy Jeny kak. Dan kakak tahu apa artinya itu?. " Zeera menepuk jidadnya sendiri. Karena kali ini Arsen malah mode bingung sendiri.


"Aku bisa bisa di gantung sama Umi, Kalau sampai Mommy Jeny datang kemari dan memergoki keponakannya berada di dalam kamar seorang pria. Padahal, Kita kan belum ngapa ngapain. " Sambung Zeera lagi dengan konyolnya.


Tanpa Zeera sadari, Saat ini Joe malah sudah ketar ketir sendiri. Lantaran ia lah orang yang telah memanggil para desainer tersebut. Namun, Joe tidak tahu jika yang ia bawa adalah orang terdekat Zeera. Masih untung yang datang adalah asistennya, Jika Nyonya Jeny sudah dapat di pastikan. Jika Zeera akan dalam masalah besar nantinya.


"Memangnya kau pikir kita akan melakukan apa?. " Tanya Arsen dengan nada sindiran nya. Sengaja untuk memancing Zeera.


Tetapi, Zeera sendiri langsung paham. Dan hanya mencebikkan bibir saja. Mana mungkin juga Zeera menjawab lagi dengan apa yang ada di dalam otaknya itu saat ini. Yang ada dia malah malu sendiri nantinya.


"Joe... "


"Siap, Tuan. "


"Siapkan mobil sekarang!. " Perintah Arsen setelah melihat Zeera sudah selesai dengan sarapannya.


"Baik tuan. "


"Kak mau kemana?. " Tanya Zeera saat melihat Arsen bangkit dari kursinya.


"Mengantarkan anak Umi dan Abi pulang ke habitatnya. Sebelum dia kehilangan arah lagi. " jawab Arsen dengan nada datarnya.