Marry Me

Marry Me
Orang Kaya Tidak Tahu Diri



"Kau sudah bangun?. " Arsen langsung mengajukan pertanyaan nya, Saat ia merasakan ada langkah kaki berjalan mendekat padanya.


"Ck,,, Feeling kakak tajam juga. Bisa tahu kalau aku kemari. " Gadis cantik dengan piyama tidur, Yang ia balut dengan hoodie. Masih bisa meledek pria sejuta pesona tersebut.


"Bukan hanya feeling saja, Bahkan aku bisa tahu dari aroma tubuhmu itu. " Sahut Arsen seraya menarik sudut bibir nya.


"Haiss... Dasar pria mesum. " Gumam Zeera hanya bisa berkata dengan lirihnya.


Arsen membalikkan badannya. Hingga kini mereka berdua saling berhadapan satu sama lainnya. Arsen memperhatikan penampilan Zeera, Dimana gadis itu malah memakai hoodie miliknya.


"Kenapa kau memakai, Hoodie ku?. " Tanya Arsen sambil menautkan kedua alisnya. Memperhatikan penampilan Zeera yang baginya malah nampak begitu seksi saat bangun tidur seperti ini.


"Memangnya aku harus keluar tanpa hijabku?. Bahkan aku.... " Zeera tak melanjutkan kata katanya, Karena ia mulai ingat akan sesuatu. Dan langsung menatap tajam Arsen.


Arsen pun sempat bingung, Lantaran Zeera tiba tiba menatapnya seperti itu. Seakan ingin menerkam nya saja.


"Siapa yang mengganti bajuku semalam? ". Tanya Zeera dengan degup jantung tak beraturan lagi. Pikiran kotornya mulia menduga duga. Dan malah berpikir yang tidak tidak.


Melihat wajah panik Zeera. Yang sudah bisa di tebak oleh Arsen. Apa yang sedang gadis itu pikirkan saat inj, Malah membuat Arsen mulai ikutan jahil juga. Hingga ide konyol mulai memenuhi otaknya. Pria itu berpikir, Mungkin akan sedikit lebih seru jika sesekali ia mengerjai seorang Zeera. Dimana biasanya gadis itu yang selalu bersikap konyol dan selalu memiliki ide hanya untuk membuat orang sakit kepala oleh nya.


"Tentu saja aku, Memangnya siapa lagi?. Hm?. Apa ada orang lain disini, Selain kita berdua?. " Jawab Arsen dengan seringai liciknya.


"What?. " Zeera langsung panik setengah hidup, Lantaran ia malah langsung berpikiran konyol. Membayang kan ketika Arsen mulai melepaskan semua bajunya. Dan menggantikan nya dengan piyama tidur berbahan satin tersebut.


Berkali-kali Zeera menggeleng kan kepala nya. Sambil menutup mulutnya. Mata indahnya membulat sempurna. Hingga Arsen tak bisa lagi menahan tawanya. Namun, Arsen terus berusaha untuk tidak membuka mulutnya. Bagaimana tidak?. Ekpresi Zeera sangat ini sangat lucu dan menggemaskan sekali.


Tuk...


"Aww... " Zeera mengaduh ketika keningnya nya di toyor oleh Aesen.


"Buang pikiran kotormu itu!. Buruan masuk!. Dan bersihkan dulu ilermu itu!. " Seru Arsen yang langsung melangkah lebih dulu. Meninggalkan Zeera yang masih berdiri di bibir pantai. Sambil memegangi jidadnya.


Gadis cantik yang memakai hoodie sedikit kebesaran itu. Mulai sadar akan ulah Arsen yang sengaja mengerjainya. Kini, Zeera ikut mengejar langkah Arsen dengan rasa sedikit kesalnya.


"Tungguin kak!." Serunya sambil berlari mengejar langkah Arsen yang lebar itu.


"Lemah!. " Seru Arsen sambil membalikkan jempol tangannya kebawah. Meremehkan Zeera dengan sangat sengaja.


Tak mau di remehkan begitu saja oleh Arsen. Membuat Zeera langsung mengerahkan semua tenaga nya, Dan menyusul Arsen yang hampir tiba di bangunan mewah. Yang merupakan Villa nya itu.


"Sarapan nya sudah siap, Tuan. " Seorang wanita yang tadi malam menjemput Zeera di Bandara. Datang menghampiri mereka.


"Hem." Jawab Arsen singkat.


Lalu Arsen pun langsung menoleh pada Zeera. Gadis berwajah chubby dengan mata sedikit sipitnya. Yang masih khas bangun tidur. Namun, tak mengurangi kecantikan nya sedikitpun juga.


"Apa lihat lihat?. " Zeera berucap dengan rasa kesalnya. Membuat semua anggota Arsen melongo tak percaya. Karena selama ini tak ada satu orang pun. Yang berani membentak tuan nya. Dan Zeera adalah orang pertama yang telah memecahkan rekor murinya. Namun, Arsen hanya diam dan tetap setia memasang wajah datarnya saja.


"Aduh, Lepaskan aku!. " Teriak Zeera saat tiba tiba Arsen malah menarik hoodie nya. Dan membawanya masuk kembali ke dalam kamarnya tadi.


"Bersihkan dulu tubuhmu itu, Baru kita sarapan!. " Ujarnya dengan nada perintah.


Namun, Bukannya langsung masuk kedalam kamarnya lagi. Zeera malah kembali melangkah ingin keluar. Membuat Arsen mencekal lengan tangan Zeera.


"Mau kemana lagi?. " Tanya Arsen dengan tatapan tajam nya.


Zeera hanya menatap jengah sambil melirik tangannya yang malah di pegang erat oleh Arsen. "Mau masuk lagi kekamar lah, Memang nya mau kemana lagi?. " Tanya balik Zeera.


"Alasan saja. " Jawab Arsen yang langsung meraih gagang pintu kamar tersebut. Dan Zeera hanya menatap tak percaya. Saat pintu kamar tersebut malah langsung terbuka begitu saja.


"Hah, Tadi bukannya aku keluar lewat balkon sana. " Lirihnya pelan.


"Kamu pikir dengan sedikit memanjat balkon. Kamu, Sudah mengunci pintu kamar ini?. " Arsen kembali tersenyum tipis. "Dasar jelmaan monyet. " Ledek Arsen dengan lantangnya.


"Enak saja, Aku bukan monyet kak. " Protes Zeera menatap penuh emosinya pada Arsen.


"Apa namanya yang suka gelantungan kalo bukan monyet dan orang hutan. " Jawab Arsen sambil menggeleng kan kepalanya.


Lalu Arsen pun langsung pergi begitu saja. Karena Zeera malah sedang berpikir dalam diamnya.


"Sayang sekali pria tampan dan mapan seperti kakak, Malah memilih calon istri seorang monyet. " Seru Zeera dengan suara lantangnya.


"Aku hanya terpaksa saja. " Timpal Arsen dengan nada santainya. Bahkan, Pria itu sama sekali tak menoleh sedikit pun. Hingga Zeera langsung berteriak dengan lantangnya.


"ARSENIO MENYEBALKAN" Teriak Zeera dengan sejadi jadinya.


Namun, Arsen malah mengulum senyum penuh kepuasan nya. Lantaran ia berhasil membuat Zeera kesal. Sampai sampai gadis itu kehabisan akalnya.


"Kak, Tunggu!." Baru saja beberapa detik ia berteriak memaki Arsen. Sekarang Zeera malah kembali memanggil Arsen lagi.


"Apalagi? ". Sahut Arsen sambil menghentikan langkah nya.


"Setelah mandi aku harus pakai baju apa?. " Tanya Zeera dengan gamblang nya.


"Shittt... " Umpat Arsen yang baru ingat jika ia belum menyiapkan baju ganti untuk Zeera.


"Joe... "


"Siap tuan. "


"Panggil desainer terkenal di kota ini!. Bawa mereka kemari dan suruh mereka bawakan pakaian tertutup untuknya! ". Perintah Arsen tak tanggung tanggung.


"Baik tuan A, Akan saya urus semuanya. " Jawab Joe yang langsung pamit undur diri.


Sedangkan Zeera hanya menatap tak percaya, Akan perintah Arsen barusan. Ia hanya butuh baju ganti saja. Kenapa Arsen sampai harus memanggil desainer segalanya mungkin batin Zeera.


"Dasar orang kaya tidak tahu diri. " Guman Zeera.


JANGAN LUPA VOTE NYA YAA, UDAH LAMA NIH OTHOR KAGAK INGETIN KALIAN, HEHEH... JANGAN PROTES LAGI SEDIKIT INI SEHARUSNYA BISA DUA BAB. TAPI SENGAJA EIKE SATUIN AJA 🤗🤗🤗