Marry Me

Marry Me
Kejanggalan



Julia memundurkan langkahnya. Saat ia kembali mendengar nama seseorang yang di sebut oleh pria itu. Nama Mareta yang telah ia kubur sejak lama. Bersama dengan kejayaannya selama ini.


"Berapa yang kau butuhkan?. Ingat jangan minta uang lagi!. Ini yang terkahir kalinya. " Seru nya yang langsung menyanggupi nya.


Pria itu tersenyum penuh kemenangan nya. Akhirnya ia bisa mendapatkan uang, Tanpa harus bersusah payah lagi banting tulang. Dan ia bisa terus menggunakan cara ini, Untuk membuat Julia menurut padanya.


"Tidak banyak yang aku butuhkan, Hanya 500 juta saja!. " Jawabnya dengan santai.


"Apa?. Kau sudah gila?. " Julia melotot tak percaya. Saat ini kondisi keuangan nya sedang tidak stabil. Bahkan, Untuk mendapatkan uang sebegitu banyaknya. Ia harus mengambil uang perusahaan kembali. Dan hal itu sangat lah tidak mudah bagianya. Sebab, Arsen telah membuat kebijakan baru di perusahaan tersebut.


"Aku tidak mau tahu, Yang jelas aku butuh uangnya secepatnya!. Jika tidak?. " Pria itu kembali mendekati Julia. Lalu dengan seringai liciknya, Ia mulai membisikkan ancamannya kembali.


"Aku akan membongkar, Semua kebusukannya kamu selama ini, Mareta. " Pria itu tersenyum penuh arti.


"Kau akan terima uang nya besok siang!. Dan jangan coba-coba, Untuk melakukan hal gila!. " Seru Julia sambil mengepalkan kedua tangannya erat. Menahan rasa geram nya akan ancaman pria di hadapan nya ini.


"Good, Aku suka kau yang begini. Mar... "


"Berhenti menyebut nama itu, Brengsek!. " Potong Julia sangat kesal. Bahkan, Ia sampai memerah menahan emosinya, Yang serasa akan meledak saat ini juga.


Pria itu malah terkekeh, Saat melihat Julia tangan naik pitam akan ulahnya. Lalu ia pun langsung ke luar dari dalam kamar Julia. Meninggal kan wanita itu yang mulai tersulut emosi sejak tadi.


"Aaaa.... Brengsek!."


Pyarrrr!


Prankkkk!


Julia melemparkan semua barang-barangnya. Dan menghamburkan semua peralatan make up. Yang ada di meja riasnya. Sehingga suara nya begitu berisik, Dan juga ada beberapa yang pecah. Jatuh di atas lantai sana. Berhamburan tak beraturan lagi.


******


Sambil berpikir keras, Dengan apa yang ia dengar barusan. Tak berselang lama, Pintu ruangan nya di ketuk dari luar.


Tok!


Tok!


Tok!


"Masuk!. " Seru Arsen, Yang mana ia sudah tahu, Siapa yang mengetuk pintu ruangan kerjanya itu.


"Tuan, Ada yang harus anda lihat sekarang!. " Ucap Joe sambil membawa tablet di tangannya. Ia juga nampak serius sekali untuk menghampiri Arsen saat ini.


Joe mengarahkan benda pipih itu, Untuk tuannya. Dan memutar sebuah rekaman CCTV, Yang gambarnya saja sudah sedikit kabur. Namun Masih bisa di lihat oleh Arsen. Bahkan, Ia masih bisa melihat seseorang di dalam rekaman video tersebut.


"Rekaman ini, Baru saja di dapat kan dari salah satu CCTV yang telah di pulihkan, Tuan. " Ucap Joe mulai menjelaskan.


"Itu artinya, CCTV nya memang sengaja di rusak sebelum nya?. " Tebak Arsen yang langsung paham.


"Bukan hanya itu saja, Tuan. Coba perhatikan baik-baik videonya!. " Joe mulai kembali menyetel ulang Video tersebut. Hingga Arsen benar-benar Fokus. Sampai Arsen bisa melihat perbedaan sebelum nya.


Mata Arsen sempat membelalak sempurna. Karena ia baru sadar ada yang janggal dengan video sebelum nya. "Joe... "


"Iya, Tuan. "


"Jangan bilang jika mereka... " Arsen menatap wajah asisten nya langsung. Hingga Joe malah mengangguk kan kepalanya yakin.


"Wanita itu adalah... "


"MARETA." Potong Arsen dengan seringai liciknya.