Marry Me

Marry Me
Kekonyolan Keke



Keke langsung melongo tak percaya dengan apa yang telah di katakan oleh art dirumah Uminya. Ia pun langsung merogoh ponselnya. Dan segera mecari nomor telpon Zeera. Menghubungi nya detik ini juga. Tanpa melihat lagi jam berapa sekarang di Amerika sana. Beruntung Zeera belum tidur. Karena gadis itu tengah di sibukkan akan skripsi nya. Jadi, Ia akhir akhir ini memang sering begadang . Hanya untuk segera lulus dan kembali ke Jakarta secepatnya.


"Come on, Zeera!. Angkat telpon nya!. " Ujar Keke dengan rasa penasaran yang teramat risau. Lagi lagi ia malah keduluan dengan sepupu nya.


Bahkan, Sejak setelah menyukai Adam. Ia sama sekali tak ada niatan untuk menyukai pria lain lagi. Baginya hanya Adam pria yang paling tampan. Padahal, Para sepupu nya juga tak kalah keren dan tampan dari anak pasangan Naufal dan Febby itu.


Sementara di dalam kamar mewah. Yang nampak begitu berantakan. Zeera langsung menyentuh layar ponselnya. Dan menggeser tombol hijau itu dengan senyum dibibirnya. Karena tahu sepupunya yang satu frekuensi dengannya sedang menelponnya.


"Assalamu'alaikum, Ada apa kak.?. Tumben nelpon malam malam begini?. " Tanya Zeera dengan nada santainya. Dan juga senyum dibibirnya. Karena Keke melakukan panggilan video dengannya.


" Wa'alaikumussalam,Jelaskan sama gue!. Sejak kapan loe pacaran sama bule tampan?. " Cecar Keke dengan wajah penuh tanda besar. Dan juga rasa penasaran nya.


"Yaelah, Kakak Nelpon cuma mau nanyain itu doang?. " Zeera menggeleng kan kepalanya. Sambil tepuk jidad, Apalagi saat ini ia sama sekali tak memakai hijabnya. Bahkan, Zeera sudah memakai piyama tipis dengan belahan dada yang terlihat jelas.


Sehingga kulit putih bersih milik Zeera. Yang selalu tertutup rapat tanpa pernah di tampak kan di depan orang lain. Selain para sepupu perempuan nya. Dan juga para tetua wanita lainnya. Kini malah terlihat sempurna di mata Keke.


"Oh astaga. Wajar saja bule itu tergila gila padamu. Lihat saja bentuk dadamu itu!. Sangat bulat dan berisi. " Keke malah gagal fokus dengan aset Zeera.


Hingga gadis itu tak membahas lagi. Hal apa yang sebenarnya akan ia tanyakan lebih lanjut pada sepupu nya itu.


"Hei, Punya kakak juga ada. Kenapa malah memperhatikan milik ku?. " Zeera langsung menutup aset berharga miliknya dengan bantal guling yang ada di samping nya. Yang sontak membuat Keke malah terkekeh geli.


Lalu ia malah memperhatikan punyanya juga. Bahkan, Keke sampai menyentuhnya juga. Hingga tanpa sadar pria yang akan menuju kearah luar. Malah berhenti tepat di samping kanannya nya. Dengan wajah datarnya, Dan kening yang tertaut sempurna.


"Kak, Apa yang kakak lakukan?. " Zeera melotot tak percaya. Saat Keke masih tak sadar jika ada orang lain di samping nya.


"Kenapa?. Aku hanya ingin mengukur milikku juga. Apa bentuknya sama besar nya dengan milik mu itu?. Atau hanya setengah nya saja?. " Keke masih saja meraba raba buah melon miliknya. Dengan sesekali menggenggam nya dengan telapak tangannya.


"Kak, Hentikan di sana ada o... "


"Hsssttt... Jangan berisik dulu Zeera!. " potong Keke masib saja tak sadar dengan aksi konyolnya itu.


Zeera yang di seberang panggilan video itu. Hanya bisa menghela nafasnya saja. Sambil menutup tubuh dan wajahnya menggunakan selimut. Karena ia tahu ada Joe yang saat ini masih berdiri di samping sepupu nya itu. Hanya saja Keke malah tak mau mendengar perkataannya yang belum selesai bicara.


"Zeera cepat katakan!. Apa aku harus minta bantuan pria untuk membesarkan nya.?. " Lagi lagi Keke malah mengajukan pertanyaan konyol. Yang tak ada kebenarannya itu.


"Iya, Lakukan saja!. kakak bisa minta bantuan Joe untuk membesarkan nya!. " Jawab Zeera dengan nada kesalnya.


Keke menautkan kedua alisnya bingung. Lalu ia menatap Zeera dengan dahi mengkerut sempurna. "Joe?." Ulangnya bingung. "Joe siapa?. " Tanya Keke masih tak sadar juga.


"Itu pria bule yang ada di samping kakak!. " Seru Zeera sambil tertawa terbahak-bahak.


"What?. " Keke pun sontak menoleh kesamping kanan kiri dan kanannya. Namun, Mata nya langsung membelalak sempurna. Kala ia melihat pria yang katanya jelmaan dewa yunani sudah berdiri tepat di samping kanannya.


Gadis itu pun langsung gelagapan. Karena baru sadar jika sudah pasti Joe melihat apa yang telah ia lakukan beberapa saat yang lalu.


"Apa kau melihat semuanya?. " Sungguh pertanyaan konyol itu keluar juga dari mulut Keke.


"Tentu saja, Bahkan saat kau meremasnya dengan tangan mu itu. " Jawab Joe dengan nada datarnya. Lalu pergi keluar begitu saja. Melewati Keke yang melotot dengan mulut menganga lebar.


"Rasain, Makanya jadi orang jangan ceroboh. " Ledek Zeera yang langsung mematikan panggilan video tersebut.


Zeera pun tertawa puas. Ketika ia ingat wajah keke yang menahan malu dan juga kaget secara bersamaan. Saat baru sadar ada Joe di samping nya.


"Salah siapa coba bisa ceroboh begitu?. Dasar kak Keke aneh aneh saja. Mana ada hubungannya di pegang pria bisa membesar?. " Zeera menggeleng kan kepalanya.


"Sudah di sekolah kan sampai ke Korea. Tapi masih saja bego. " Zeera kembali tertawa. Sampai ia sadar akan sesuatu hal. Dan tawanya hilang dalam seketika.


"Tunggu!. Kenapa Joe ada di rumah Abi dan Umi?. Apa jangan jangan disana ada... " Zeera pun langsung meraih ponselnya kembali. Mencari nomor ponsel seseorang dan segera menelponnya.