Marry Me

Marry Me
Saling Sapa



Zeera menghentikan langkah kakinya. Dan gadis itu malah, Berbelok arah. Hingga Keke yang sibuk mengedarkan pandangan nya. Untuk melihat mewahnya bangunan yang saat ini ia datangi. Tak sadar, Jika ia dan Zeera telah terpisah.


”Wah, Ini benar-benar seperti istana, Ya Zee... " Keke terkejut. Saat ia ingin bicara pada sepupu nya itu. Seketika menoleh, Ia malah tak mendapi siapapun lagi.


”Loh, Kemana Zeera?. Padahal, Tadi kan gue masuk sama dia kesini?. Astaga, Saking luasnya nih mension. Zeera sampai tersesat segala lagi. " Seru Keke yang langsung merogoh ponselnya di dalam tasnya.


Ketika, Keke sedang ingin menelpon sepupu nya itu. Tiba-tiba dari arah samping terdengar suara langkah kaki. Yang begitu tegapnya. Sampai Keke langsung menoleh. Untuk melihat siapa yang akan datang, Dari arah samping sana. Namun, Begitu langkah itu semakin mendekati nya. Keke pun tercengang. Karena, Lagi-lagi ia malah melihat sosok pria tinggi tegap. Dengan rahang tegas, Serta penuh wibawanya. Langsung menatap nya dengan tatapan datarnya.


”Yaelah, Elu lagi. " Lirih Keke dengan nada ketus nya.


"Ikuti, Saya!. " Titan Joe dengan suara dinginnya.


Keke malah menautkan kedua alisnya bingung. Lalu ia menoleh ke kanan dan kirinya. Untuk memastikan Joe sedang bicara dengan siapa saat ini?.


”Maksud nya, Saya?. " Tanya Keke dengan wajah penuh kebingungan nya.


”Memang nya, Selain kau?. Apa ada orang lain lagi, Disini?, Hah?, ” Joe masih saja sinis dan juga ketus pada Keke.


Yang pria itu sendiri tidak paham akan dirinya. Kenapa, Sejak pertama kalinya melihat Keke, Dan juga bertemu dengan gadis itu. Ia malah langsung kesal sendiri. Melihat Keke rasanya ia selalu saja emosi tidak jelas. Padahal, Mereka belum pernah bertemu sebelum nya.


"Hais... Sialan nih cowok. Untung cakep kalau kagak, Udah gue bejek-bejek kek sambel orek, Lu. " Guman Keke dengan tatapan kesalnya.


Namun, Sedetik kemudian Keke malah langsung nyengir kuda. Sebab, Joe menatap nya sangat tajam. Sehingga membuat Keke bungkam seribu bahasa.


”Serem amat, Kek boneka chunky. " Batin Keke dalam hatinya.


Sementara Zeera malah menghampiri pria paruh baya itu. Yang saat ini tengah memandangi air kolam yang tampak tenang itu.


”Permisi, Tuan...!." Sapa Zeera dengan nada yang sangat sopan nya.


Pria paruh baya itu langsung menoleh. Dan ia sempat terkejut, Saat melihat wajah cantik seorang gadis. Dengan hijab yang selalu ia kenakan. Sehinga penampilan nya terlihat anggun. Meskipun, Gaya Zeera sejak dulu sampai sekarang, Masih saja sama yaitu sedikit tomboy.


”Anda... ” Zeera hanya bisa melongo tak percaya. Saat ia melihat Papanya Arsen. Pria yang dulu pernah ia temui saat di rumah sakit. Ketika pertama kalinya ia di pertemukan dengan Arsen remaja.


"Apa kabar, Nona Azeera Bagaskara?. " Tuan Calvin menyapa dengan sangat ramah. Calon menantunya itu, Gadis satu-satunya. Yang sejak dulu sampai sekarang masih saja dicintai oleh putri nya.


Zeera ikut tersenyum ramah. Dan menyalami dengan cara menangkupkan kedua tangannya. Sebagai bentuk kesopanan nya pada orang tua. Dan juga Papa dari kekasihnya itu.


”Om, Masih tetap gagah dan tampan. " Puji Zeera dengan senyum tulusnya.


Hingga mampu membuat, Tuan Calvin terkekeh akan pujian . Yang keluar dari bibir ranum Zeera.


”Kamu ini, Bisa saja. Jangan bercanda!. Om sudah sangat tua. Dan malah jadi beban Arsen saja. " Ungkap pria paruh baya itu. Yang selalu saja merasa bersalah pada putra nya.


”Jangan bicara seperti itu, Om!. Zeera yakin, Kak Arsen sangat senang bisa tetap bersama dengan Om, Seperti sekarang ini. " Gadis itu berusaha menghibur tuan Calvin. Karena, Zeera bisa melihat wajah sedih pria paruh baya itu.


Meskipun, Zeera sendiri tidak tahu pasti. Apa yang sebenarnya terjadi pada keluarga Arsen dulunya. Namun, Zeera pernah tak sengaja mendengarkan, Obrolan Kedua orang tuanya, Tentang bagaimana jahatnya ibu tiri Arsen. Yaitu Nyonya Julia, Yang sempat memaksa nya. Untuk menikah dengan Arga putranya.


Di lain sisi, Arsen langsung keluar dari ruangan kerjanya. Saat ia melihat Papanya sedang mengobrol dengan Zeera. Lewat rekaman CCTV nya. Pria itu sedikit takut, Jika Papanya malah keceplosan tentang masalah keluarga nya sebenarnya.