
Di dalam sebuah kamar yang berbeda pula. Saat ini sepasang suami istri yang tak kalah hebohnya dengan pasangan Zeera dan Arsen. Keduanya masih dalam tahap inti permainan nya. Dimana saat ini Senja malah tengah memimpin permainan dengan tanpa rasa lelah. Dimana Arga ikut menikmati nya. Ketika istrinya bahkan tak memberinya jeda untuk istirahat.
"Kamu tidak lelah, baby?. " Tanya Arga sambil masih memegangi bokong bulat berisi milik istrinya itu. Karena saat ini Senja tengah berada di atas tubuh suaminya. Dengan deru nafas yang terengah-engah sejak tadi.
"Rasanya sangat perih, Tapi aku tidak bisa berhenti. " jawab senja dengan wajah yang masih di balut hasratnya.
Membuat Arga terkekeh pelan. Tak habis pikir dengan istrinya ini. Bisa-bisanya ia terus bergoyang sendiri. Dan tak menghiraukan rasa nyeri dan perih nya. Sebab, Ini juga hal yang pertama untuknya.
"Kamu ini sudah sangat nakal. " Arga membalikkan keadaannya. Hingga, Kini Senja malah melebarkan kedua kakinya. Dengan kedua tangan nya yang ia kalungkan di leher suaminya.
"Akhhh... Lebih cepat lagi, honey!. "
"Kau menyukainya?. hm?. "
"Tentu saja, I like it. "
Racauan keduanya tak bisa di saring lagi. Dengan sambil terus memompa tubuh wanitanya dibawah kungkungan nya itu. Sepertinya mereka akan ikut kejar setoran. Untuk sama-sama ingin menyemai benih di dalam ladang yang semestinya.
Erangan panjang dan des*han manja,Akhirnya mengakhiri permainan gila malam pertama pasangan ini. Rupanya malam pertama dengan para mafia sangat beda. Saat malam pertama dengan orang biasa. Mereka memiliki tenaga dan juga kekuatan inti tersendiri. Mungkin, Karena terbiasa terlatih dengan kejam dan keras. Menjadikan mereka seseorang yang tak mengenal lelah.
Baik Zeera maupun Arga, Keduanya beruntung masih bisa mengimbangi pasangannya masing-masing. Apalagi, Arga istrinya itu malah tak perduli walaupun ia besok pagi tak bisa jalan dengan baik lagi. Yang ada di dalam pikirannya saat ini hanya rasa nikmat. Yang tak pernah ia rasakan sebelum nya.
Dan hanya Arga yang mampu meruntuhkan hatinya. Membobol perasaannya untuk bisa di miliki seutuhnya. Selama ini gadis itu hidup bagaikan sekuntum bunga mawar yang ada di tepian jurang. Yang di huni dengan ribuan binatang buasnya.
Arga mengecup kening istrinya. Dan memasukkan nya kedalam pelukan nya. Nafas keduanya masih sedikit tersengal-sengal. Namun, Terdengar lebih sedikit teratur dari sebelumnya.
"Apa dia akan langsung jadi?." Senja malah kembali membuat Arga terkekeh.
"Bisa iya, Bisa tidak. " Jawab Arga yang memang tak bisa untuk memastikan nya langsung.
"Aaa... Rupanya kita harus mengulangi nya nanti!." Sahut Senja sambil memejamkan matanya.
Tangan Arga terulur untuk menyentuh milik istrinya dibawah sana. Yang terasa sedikit bengkak dan juga masih lembab. Akan sisa pencemaran nya barusan tadi.
"Akhhh... " Goda Senja, Seakan ia malah merasakan nikmatnya kembali.
"Baby, Aku hanya menyentuhnya sebentar, Untuk memeriksa nya saja. Jangan konyol seperti ini!. "
Arga kembali menggeleng kan kepalanya. Akan tingkah istrinya yang bisa konyol juga. Meskipun ia selalu terlihat tegas dan sifat aslinya adalah seorang gadis yang dingin.
"Sembuhkan dulu!. Yang ini!. Baru mulai lagi. " Ujar Arga sambil mendekap erat pinggang ramping istrinya.
"Aku masih sanggup, Luka begini sih kecil. " Jawab Senja meremehkan. Sambil mengulum senyum nya.
"Heh... " Arga semakin mengeratkan dekapan nya.