
Wanita paruh baya yang penuh dengan kebenciannya dan juga rasa tidak pernah bersyukur. Dengan apa yang telah ia miliki selama ini. Bahkan, Jauh sebelum ia mendapat kan kemewahan nya saat ini. Wanita itu telah melakukan sebuah kesalahan dan juga kejahatannya.
Saat ini ia mulai dihantui rasa bersalah nya. Hingga akhir-akhir ini hidupnya tak tenang. Selalu saja di jerat dosa akan kesalahan masa lalunya dulu.
Wanita itu adalah Julia. Saat ini ia sedang mondar -mondir. Dengan menggigit Kuku-kuku di jarinya. Bahkan, Sekretaris nya sejak tadi hanya bisa diam. Sebab, Pertanyaan nya pun tak kunjung di jawab oleh atasannya itu.
"Nyonya, Berhentilah untuk panik!. Jika anda terus menerus begini, Tidak menutup kemungkinan tuan Arsen akan mengetahui nya. " Ujarnya berusaha untuk membuat Julia tenang.
”Bagaimana dengan pria itu?. Apa kalian sudah bisa menemukan nya?. " Tanya Julia dengan wajah penuh ketakutan nya.
Gelengan kepala sekretaris nya. Malah membuat Julia semakin stres saja. Ia juga beberapa hari ini tak ingin kemana-mana. Bahkan, Untuk ke perusahaan saja. Julia merasa enggan. Karena otaknya tak lepas dari bayang-bayang masa lalunya.
"Cepat temukan dia!. Dan perintahkan anak buahmu!. Untuk langsung menghabisinya saja!. Aku tidak ingin dia buka mulut nya. " Perintah Julia dengan tatapan penuh kemurkaan nya.
”Siapa yang akan anda lenyapkan, Lagi?. "
Deg...!
Tiba-tiba saja Arga datang dari balik pintu. Membuka ruangan kerja Mamanya. Hingga Julia kembali menegang. Saat ia melihat Arga ada di depan pintu ruangan kerjanya itu.
"Arga sayang, Kamu sudah pulang nak?. " Julia masih berusaha untuk tidak panik. Ia sebisa mungkin tenang di depan Arga.
Wanita itu mulai menghampiri putranya. Dengan senyum kepalsuan nya. Yang ia sendiri pun tidak tahu, Apa maksud kedatangan Arga saat ini. Pria itu tidak seperti biasanya. Saat ia menatap Julia. Wanita yang telah ia anggap ibu selama ini. Ternyata bukan hanya manusia serakah. Namun, Juga seorang penjahat ulung. Yang telah menipu banyak orang dengan tampang nya itu.
"Syukur lah, Akhirnya kamu mau pulang kerumah juga. Nak." Julia tersenyum manis. Berniat menyambut kedatangan putranya kembali. Dengan harapan, Saat ini rencananya pasti akan berhasil.
Namun, Tak di sangka. Arga malah langsung menepis tangan Julia. Membuat wanita paruh baya itu tersentak kaget.
"Singkirkan tangan kotor anda itu, Nyonya Mareta!. "
Deggg...!!!
”Arga, Sayang!. Apa maksud kamu nak?. "
”Lebih baik, Anda jelaskan saja di kantor polisi!. "
Sungguh bagaikan di sambar petir di sore hari. Tubuh Julia menegang. Dengan degup jantung yang berdebar tak sehat. Bukan karena ia sedang jatuh cinta. Saat menatap pasangannya Namun, Debaran nya saat ini sungguh membuat hidupnya hancur. Ketika, Ia melihat beberapa anggota polisi. Tiba-tiba masuk kedalam ruangan kerjanya.
"Nyonya, Mareta mohon kerjasamanya dengan baik!. Anda di tahan atas tuduhan pembunuhan!. Anda boleh didampingi pengacara jika memang anda perlu di dampingi. " Ujar salah satu anggota polisi tersebut. Sambil menunjukkan surat penangkapan nya.
"Ti... Tidak... ini tidak benar. " Elak Julia yang ternyata bernama asli Mareta tersebut.
Brak!
"Aww... "
Wanita paruh baya itu, Mendorong sekretaris nya. Kearah tiga orang polisi tersebut. Hingga, Ia bisa menggunakan waktunya untuk keluar dari ruangan itu. Namun, Arga tak tinggal diam. Ia pun langsung mengejar Julia.
"Kejar!. " Seru pak polisi tersebut. Sambil berlari mengejar Julia. Yang saat ini sudah menuju kearah samping ruangan sana. Dan benar saja, Beberapa saat kemudian. Para polisi itu terlibat baku tembak dengan anak buah Julia.
Hingga kesempatan itu di ambil oleh Julia. Untuk kabur dari rumahnya. Melewati ruangan khusus, Yang langsung menuju salah satu jalan rahasia dibangunan tersebut.
"Aku tidak boleh tertangkap, Aku harus bisa lari dari sini. " Lirih Julia dengan rasa takutnya.
Ia pun tak ingin, Perjuangannya selama ini sia-sia saja. Hingga ia berakhir di jeruji besi sana.
Jalan rahasia yang ia lewati hampir tiba. Di sebuah ujung jalan raya, Yang jauh dari pemukiman warga. Wanita itu berharap, Jika ia telah berhasil meloloskan diri. Namun, Tubuhnya kembali menegang. Kala ia malah sudah di tunggu oleh seseorang di ujung jalan rahasia sana.
"Apa kabar, Nyonya Mareta?. Calon ibu mertua kejam. " Seru wanita itu dengan seringai iblisnya.
Gleg...!!!