
Arsen mengangkat sudut bibir nya. Saat ia menerima laporan tentang kemajuan misi salah satu anggotanya. Yang telah berhasil masuk dalam kehidupan Arga. Meskipun saat ini mereka hanya sebatas teman. Namun, Setidaknya hubungan keduanya telah sangat dekat.
"Apa wanita itu masih di perusahaan juga?. " Tanya Arsen pada Joe sang asistennya.
"Seperti yang anda tahu, Tuan. Nyonya Julia masih di perusahaan sejak tadi sore. Dan sengaja belum pulang untuk menemui tuan, Arga. "
Senyum Arsen semakin merekah penuh arti. Ia telah lama menunggu momen seperti ini. Dimana Julia akan bertemu dengan orang yang sama-sama mengerikan nya dengan dirinya.
Sebab, Satu anggota nya yang ia tugaskan untuk mendekati Arga. Merupakan salah satu anggotanya yang sangat berbahaya. Ia tidak akan memberikan pengampunan untuk orang yang telah berani mengusiknya. Dengan begini, Julia pasti akan tahu. Jika orang mengerikan di dunia ini bukanlah dirinya seorang.
"Pantau terus perkembangan mereka!. Jangan sampai wanita itu tahu apa yang telah kita rencanakan. "
"Siap, Tuan akan saya usahakan sesuai perintah anda. " Jawab Joe dengan sangat yakin.
Arsen pun menganggukkan kepala nya. Lalu menyuruh Joe untuk keluar dari ruangan kerjanya. Dimana hari ini adalah hari yang cukup melelahkan untuk mereka. Selain sibuk di perusahaan, Arsen dan Joe juga sibuk mengurus semua kegiatan yang bersangkutan dengan Julia. Karena, Arsen tak ingin terang-terangan membalaskan semua dendam nya.
Mungkin saat ini hati dan pikiran Arsen, Selalu saja terselimuti dengan amarah nya. Sebelum ia berhasil membalaskan rasa sakit hatinya. Dan juga perlakuan ibu tirinya. Yang sudah menghancurkan hidupnya selama ini. Arsen tak perduli sekalipun Arga akan membenci nya. Jika ia menuntaskan dan melenyapkan ibunya. Karena, Bagi Arsen nyawa harus dibayar dengan nyawa. Sekalipun ia harus bermain licik sesuai ajaran yang di berikan oleh Julia, Untuk mencelakai nya beberapa tahun lalu.
*****
"Kak, Dimana pantry nya?. " Tanya Wulan saat Arga masih saja fokus pada layar komputer nya. Setelah beberapa waktu yang lalu, Mereka sudah makan malam bersama.
"Kenapa?. Kamu haus atau... "
"Aku mau bikin kopi untuk kakak. " Potong Wulan dengan senyum manis di bibir nya.
"Tidak usah!. Aku ragu jika kamu bikin kopi nanti, Bukan kopi yang jadi tapi kamu malah membakar seluruh gedung ini. " Sindir Arga mengulum senyumnya.
Wulan pun tertawa terbahak-bahak. Ternyata Arga masih saja mengingat momen pertama kalinya mereka bertemu. Padahal, Memang benar ia sama sekali tidak pernah memasak sama sekali. Hal yang bersangkutan dengan dapur, Mana ia tahu. Hidupnya selama ini telah habis di dunia bawah tanah. Sebagai pembunuh berdarah dingin, Yang identitasnya tak pernah terlacak sama sekali.
Jadi, Jangan heran jika Wulan bukanlah seorang gadis yang anggun. Semua yang ia perlihatkan selama ini di depan Arga. Hanyalah sebuah misi dan kebohongan semata. Namun, Untuk masalah hatinya itu masih rahasia dirinya sendiri.
Sebab, Wulan selalu profesional dalam bekerja. Dan tidak pernah mengecewakan atasannya. Apalagi untuk urusan dengan nyawa manusia. Wulan selalu di juluki sebagai malaikat maut terseksi.
BUAT YANG BELUM MAMPIR KE CERITA ALEX, SILAKAN MAMPIR YA, JUDULNYA "TERSESAT DALAM FANTASI" DAN JANGAN LUPA TINGGAL KAN JEJAKNYA JUGA.