Marry Me

Marry Me
Mengubah Rencana



”Tuan, Nona Zeera baru saja tiba di kediaman nya pagi ini. ” Ucap Joe saat melihat Arsen baru saja menyelesaikan sarapan nya.


Arsen pun langsung menatap asistennya, Dengan tatapan seriusnya. Sepertinya pria itu terkejut, Saat mengetahui kekasihnya tiba-tiba saja pulang ke Jakarta tanpa memberitahu nya terlebih dahulu.


Sementara itu, Sosok pria paruh baya yang sejak tadi diam. Kini pun ikut menatap ke arah putranya. Ia juga ikut bingung dengan nama gadis, Yang barusan di sebutkan oleh Joe asisten putranya itu.


”Siapa gadis itu, Sen?. ” Tanya tuan Calvin dengan tatapan seriusnya.


Arsen pun langsung memposisikan duduknya kembali. Lalu beralih menatap Papanya. Dimana Papanya kini, Sudah mulai pulih seutuhnya. Pria paruh baya itu pun, Telah bisa berjalan kembali. Meskipun kadang-kadang ia masih merasakan nyeri dan juga kram pada bagian-bagian tubuhnya tertentu.


Berkat Arsen dan juga para team media, Yang tidak main-main Arsen datangkan. Kesehatan Papanya pun perlahan membaik. Kini, Tinggal menghitung hari saja. Untuk membuat Julia hancur sehancurnya. Karena sepertinya, Arsen mulai mengganti strateginya kali ini. Untuk menyelesaikan misi balas dendamnya itu. Karena Arsen tak ingin mengotori tangannya sendirian. Hanya untuk seorang iblis licik seperti Julia itu.


”Dia calon menantu Papa. " Jawab Arsen dengan gamblang nya.


Tuan Calvin pun hanya tersenyum. Sambil menggeleng kan kepalanya. Karena ia masih ingat betul nama gadis yang di sebutkan oleh Joe tadi. Hanya saja pria paruh baya itu ingin mengetes putranya. Sebab, Selama ia di sekap pria itu telah melewatkan banyak hal.


Tak heran jika ia menganggap jika keluarga rekan bisnisnya dulu. Telah membatalkan perjodohan yang telah ia siapkan untuk putra sulungnya itu.


”Itu pasti Pa. Sebaiknya untuk saat ini Papa kembali fokus dengan kesehatan Papa dulu saja!. Karena, Belum saatnya untuk Papa keluar. " Sahut Arsen menatap wajah Papanya dengan tatapan penuh kekhawatiran nya.


Ia memang banyak berubah sekarang. Bukan Arsen yang dulu lagi. Namun, Saat mereka mengetahui fakta baru tentang sosok ibu tirinya itu. Kini, Arsen harus tetap berhati-hati. Dan berusaha melindungi orang-orang yahh ia sayangi. Salah satu adalah keluarga nya sendiri.


”Apa ada masalah baru lagi, Sekarang?. " Tanya tuan Calvin yang mulai ikut khawatir akan putranya.


Arsen hanya menggeleng kan kepalanya cepat. Ia tidak mau membuat Papanya ikut stres dan malah mempengaruhi kesehatan nya lagi nantinya. Walaupun banyak hal yang seharusnya ingin Arsen tanyakan, Pada Papanya itu. Namun, Arsen tak ingin Papanya malah ikut kepikiran juga nantinya.


"Tidak ada, Pa. Semuanya berjalan dengan baik. Sesuai yang di harapkan. " Jawab Arsen sedikit berbohong. Membuat Joe ikut menundukkan kepalanya. Berdiri tepat di samping Arsen.


Tuan Calvin pun tersenyum. Sambil menepuk punggung tangan putranya pelan. "Papa sudah sehat sekarang, Jangan khawatirkan Papa lagi!. Dan jika ada masalah apapun, Papa harap kamu bisa membaginya dengan Papa!. Ya, Walaupun Papa tidak bisa ikut turun tangan langsung. Setidaknya Papa bisa memberikan informasi lainnya, Sen. " Ucap tuan Calvin bicara serius dengan putranya.


Lagi-lagi Arsen hanya mengangguk pelan. Bagi Arsen masalah ini masih sepele. Hanya saja ia tidak mau Papanya kembali terlibat. Dan menampilkan dirinya terlebih dahulu di hadapan publik. Sebab, Arsen lebih mempunyai rencana yang apik. Untuk membuat Julia mendekam di penjara dengan waktu yang lama.