
Waktu menunjukkan pukul dua belas dini hari. Zeera baru saja tiba di sebuah Negara tempatnya menuntut ilmu. Melanjutkan studinya yang tinggal beberapa bulan lagi. Disini, Ia kembali jauh dari keluarga nya. Dan mulai fokus kembali dengan pendidikan nya.
Perjalanannya kali ini benar benar nyaman. Karena ia tidak naik kelas bisnis seperti biasanya. Meskipun, Ia sendiri sebenarnya memiliki keluarga yang cukup tajir. Bahkan, Jangan kan jet pribadi. Mereka juga memiliki banyak aset berharga lainnya. Namun, Entah kenapa Zeera malah lebih suka naik angkutan umum seperti itu.
Bahkan, Selama ia kuliah di Negara orang. Zeera tidak pernah mengungkap identitas aslinya. Yang merupakan keluarga besar Bagaskara, Bahkan ia adalah cucu dari mantan pengusaha terkenal itu. Yang bisnisnya sudah menyebar sampai mancanegara. Bahkan, Hanya dengan menyebut namanya saja. Semua pembisnis akan tahu.
Akan tetapi, Zeera tidak pernh memanfaatkan ketenaran keluarga besarnya. Hanya untuk mencari nama dan di segani banyak orang.
"Mari, Nona!. " Ujar seorang wanita yang ternyata sudah stay sejak beberapa menit yang lalu. Untuk menyambut kedatangan nya. Dan bahkan, Ia sudah tahu jika pesawat yang di naiki Zeera akan tiba pada jam segini.
"Aku bisa pulang ke Apartemen sendiri. Kalian kembali saja!. " Tolak Zeera halus. Karena ia tidak mau mencolok pada semua penghuni Apartemen nya. Jika ia kembali dengan di kawal begini.
"Maaf, Nona!. Kami hanya menjalankan tugas kami saja. Tolong jangan persulit pekerjaan kami!. " Lagi lagi semua anggota Arsen itu mengulang kata yang sama.
Zeera hanya bisa menghela nafasnya saja. Dan langsung masuk kedalam mobil. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Gadis itu di buat serba salah, Karena ia juga tidak ingin melihat anak buah Arsen di pecat. Hanya karena mereka kerjanya tidak benar.
*****
"Hoam... " Zeera mulai menggeliat, Saat sinar mentari pagi sudah menembus pipi mulusnya. Lewat pentilasi udara, Sebab tirai jendela itu telah tersibak oleh hembusan angin di luar sana.
Gadis itu mulai membuka matanya. Namun, Ia malah nampak begitu asing akan suasana kamarnya saat ini. Hingga kedua mata indahnya, Membulat sempurna saat ia tahu jika sekarang ia bukan berada di dalam kamarnya.
Hingga gadis cantik itu mulai beranjak turun dari ranjangnya. Dan melangkah menuju arah jendela kamar tersebut. Ketika ia menyibak tirai jendela, Matanya langsung di suguhkan oleh keindahan pantai. Yang sangat bersih dengan pasir putih tanpa noda.Dalam beberapa saat mampu menghipnotis pikirannya.
"Dimana ini?. " Guman Zeera, Yang masih bertanya tanya di dalam hatinya.
Hingga Zeera mulai mengingat kejadian semalam. Yang mana semalam ia merasa masih mengantuk. Karena perjalanan yang sangat panjang seharian di dalam pesawat.Tanpa sadar, Gadis itu pun terlelap di dalam mobil.
"Hais... Kenapa mereka malah memnawaku kemari?" Saat ia sudah ingat semuanya, Zeera hanya bisa menepuk jidadnya saja.
"Seharusnya mereka membangun kan ku!. Bukan malah mengajakku ke tempat ini. " Gerutu Zeera masih saja sedikit kesal.
Namun, Ketika ia terus menggerutu kesal. Pandangannya tiba tiba teralihkan pada sosok pria. Yang saat ini tengah berdiri di bibir pantai, Sambil menatap ke arah laut sana. Kemeja putih nya dengan setelan celana pendek senada. Membuat tubuh kekar tersebut. Yang dengan seksinya tertiup oleh angin pantai.
"Kak Arsen. " Lirih Zeera tercengang kaget. Karena lagi lagi pria itu ada disini juga.
Zeera pun mulai panik. Dan mulai mencari hijabnya. Namun, Ia sama sekali tak menemukan koper ataupun pakaian nya yang semalam.Gadis itu pun memberanikan diri untuk membuka lemari besar. Yang ada di dalam ruangan walk in closet. Zeera malah melihat Hoodie yang tergantung di dalam lemari tersebut.
Gadis itu pun tak kehilangan akal hanya untuk menutup rambut indahnya itu. Ia memakai hoodie tersebut, Dan menutup kepalanya dengan topi hoodie nya. Setelah memastikan penampilan nya aman dan nyaman. Zeera memutuskan untuk keluar lewat balkon kamar tersebut. Berniat menghampiri sosok pria yang sangat ia kenal itu.