
"Arga tunggu !. Kamu tidak bisa memutuskan semua ini begitu saja. Pokoknya Mama tidak akan setuju dengan keputusan konyol kamu ini. " Julia terus mengejar putranya. Agar Arga tidak sembarangan memilih calon istri.
"Keputusan Arga sudah bulat Ma. Tolong hargai keputusan Arga ini!. Karena Arga mencintai Wulan. " Jawab Arga dengan tegasnya.
Julia menggeleng kan kepala nya. Ia tidak akan pernah mau merestui hubungan putranya itu. Dengan gadis yang sangat licik baginya. Baru pertama kalinya ia melihat Wulan. Namun, Gadis itu sudah sangat pandai berdalih. Dan membuat dirinya terlihat buruk di mata Arga.
Padahal, Hubungan nya dengan Arga akhir-akhir ini memang sudah buruk. Di tambah lagi dengan kedatangan Wulan. Dan gadis itu bisa menyulitkan rencana nya. Jika ia terus menerus menempel pada putranya.
"Mama kamu benar, Aku tak seharusnya berada di sisimu. Aku hanya akan membuat bencana dan menimbulkan masalah untuk kamu. " Wulan kembali memainkan aktingnya lagi.
"Tutup mulut mu itu!. Dasar ******* sialan. "
"MAMA!. " Sentak Arga dengan wajahnya yang memerah padam. Ia mungkin sudah kehabisan kesabaran nya. Karena Julia sama sekali tak bisa di ajak bicara baik-baik.
Mamanya itu selalu saja, Memandang rendah orang lain. Tanpa sadar dirinya dulu siapa. Dan dimana tempat nya, Jauh sebelum ia menjadi seperti sekarang ini.
"Arga." Julia melotot tak percaya, Saat melihat putranya sendiri semakin berani membentak dirinya. Tak hanya Julia saja yang terkejut, Tapi juga sekretaris Mamanya juga ikutan menutup mulut nya sendiri.
"Jangan paksa Arga!. Untuk melakukan hal kasar Ma!. Sudah cukup Arga selama ini menuruti semua kemauan Mama. Sekarang Arga sudah dewasa, Jadi Arga harap Mama biarkan Arga untuk memilih jalan hidup Arga sendiri!. Termasuk siapa wanita yang akan Arga jadikan istri!. "
Julia menggeleng kan kepalanya. Sambil mengepalkan kedua tangannya Menahan amarahnya yang sudah berada di ubun-ubunnya. Apalagi saat ia melirik kearah Wulan. Gadis itu malah tersenyum meledek kearah Julia.
"Hahhaa, Ini baru permulaan saja. Nenek sihir. Setelah hubungan ku dengan Arga resmi. Maka, Di saat itulah nerakamu akan datang. " Batin Wulan dalam hatinya.
Ia mungkin akan tetap menjalankan misinya. Sesuai dengan perintah bosnya. Namun, Untuk masalah hati dengan Arga. Mungkin Wulan tak akan pernah main-main. Bahkan, Gadis itu tak sadar sejak kapan ia memiliki perasaan seperti itu. Namun, Satu yang ia tahu. Hatinya terasa sangat nyaman jika dekat dengan Arga. Dan ia pun tak pernah mengira jika Arsen menyuruhnya untuk mendekati, Pria yang merupakan adik tirinya sendiri. Dan tampang nya juga tak kalah tampan nya dari Arsen. Meskipun, Ketampanan Arsen di atas rata-rata.
Julia pun langsung pergi begitu saja. Tanpa ingin mengucapkan sepatah kata pun lagi. Hatinya telah mendidih di selimuti api amarah yang mendalam. Namun, Ia tetap tidak mau kembali buruk di depan Arga. Apalagi, Saat Wulan masih berada di dekatnya. Semua itu baginya akan sia-sia saja.
Arsen tertawa puas. Saat mendapatkan video yang di kirim langsung oleh anggotanya. Yang memang ia tugaskan untuk terus mengawasi Senja dan juga Arga.
"Kau lihat Joe!. Rencana kita pasti berhasil. " Ujar Arsen dengan tawa puasnya.
"Tapi, Tuan. Sepertinya Senja juga malah terbawa suasana. Apa tuan tidak curiga ?. Jika Senja sepertinya malah menyukai tuan Arga saat ini?. "
Arsen pun hanya menarik sudut bibir nya santai. Seolah ia sudah paham akan situasi sekarang ini.
"Inilah yang aku harapkan sejak semula, Joe. " Jawabnya dengan santai.
"Maksud, Tuan?. "
"Aku memang mengharapkan, Wanita itu hancur!. Bahkan, Bisa gila sebelum ia menemui malaikat maut nanti. Namun, Misi utamaku bukan lah itu."
Joe semakin tak paham akan rencana sesungguhnya Arsen. Karena setahu Joe fokus Arsen hanya pada Julia. Agar ia bisa membalaskan semua perbuatan Julia padanya dimasa lalu. Meskipun harus memanfaatkan Arga adik tirinya itu.
"Aku memang membenci wanita itu. Tapi, Tidak dengan Arga. Dia adalah adikku, Meskipun aku tahu kami tidak ada hubungan darah sama sekali. Oleh karena itu, Aku mengundang Senja. Untuk mendekati nya, Agar keduanya bisa dekat dan saling mencintai satu sama lainnya. Sebab, Arga masih butuh perlindungan nantinya. Sedangkan, Aku tidak akan pernah bisa untuk selalu melindungi nya. "
"Jadi, Maksud anda. Semua ini memang sengaja anda rencana kan sejak... "
"Tak ada cara lain, Joe. Hanya ini yang bisa aku lakukan untuk membantu Arga lepas dari wanita iblis itu. "
Joe baru paham. Dengan tujuan lain tuannya itu. Karena memang Arga belum tahu saja. Bagaimana kejam dan buruknya wanita yang ia anggap sebagai ibu itu.