
Niat hati ingin membuat gadis yang ia sukai menjadi perempuan paling beruntung. Karena bisa di perlakukan seperti ratu oleh nya. Dan di berikan fasilitas yang mewah dan terjamin. Namun, Ketika Joe telah menyewa desainer ternama di kota ini, Bahkan di Negara tersebut. Dimana Zeera masih saja berada di dalam kamar mandinya. Dan malah tak mau keluar sejak beberapa menit yang laku.
Sedangkan, Tiga orang wanita yang siap memilih kan pakaian tertutup untuknya lengkap dengan hijabnya. Membuat Zeera malah ketar ketir sendiri. Bukan masalah Zeera tidak mau menghargai apa yang telah Arsen berikan padanya. Dan bukan pula Zeera tidak menyukai pilihan Joe. Namun, Ada hal yang lebih sulit lagi bagi Zeera. Sehingga ia memilih untuk menetap di dalam kamar mandinya sampai hampir satu jam lamanya.
Arsen yang bingung kenapa Zeera tak kunjung keluar dari kamar. Pria itu mulai meninggalkan meja makan lagi. Dan berniat menghampiri Zeera. Akan tetapi, Sebelum Arsen sempat melangkah. Anggota wanita Arsen, Yang sempat menjadi bodyguard Zeera selama di Bandara. Datang lebih dulu menghampiri nya.
"Maaf, Tuan A. Nona muda masih tidak mau keluar dari dalam kamar mandi. " Ujarnya memberikan laporannya.
Arsen pun menautkan kedua alisnya bingung. Lalu mengibaskan tangan nya. Untuk menyuruh semua orang keluar dari dalam kamarnya. Dimana disanalah Zeera berada.
"Apa yang dia lakukan di dalam kamar mandi?. Bisa bisanya dia menyuruh ku menunggu lagi. " Guman Arsen yang ingin sekali memberikan hukuman pada hadis cantik itu. Tapi, Apalah daya jika memakai kekerasan sudah pasti Zeera akan melawannya. Dan tak urung gadis itu akan mengeluarkan semua kehebatan nya dalam ahli bela dirinya.
Namun, Jika memakai cara halus yang ada Arsen sendiri yang akan terkena imbasnya juga. Kadang Arsen bingung sendiri. Dengan cara apa menghadapi gadis seperti Zeera ini. Yang sayangnya ia sendiri pun sudah terlanjur mencintai nya sejak lama. Bahkan tak ada satu wanita di dunia ini. Yang pernah Arsen temui dan mampu membuat nya berpaling.
Jika dulu Arsen sempat ingin di jodohkan dengan wanita. Yang di carikan oleh ibu tirinya. Dengan dalih supaya ikatan keluarga mereka akan lebih erat lagi. Dan siapa sangka jika wanita yang sempat di jodohkan dengannya dulu, Merupakan keluarga jauh dari ibu tirinya sendiri. Bahkan Lebih parahnya lagi Papanya malah mendukung rencana perjodohan itu. Namun, Pada saat itu juga Arsen tidak memiliki pilihan lain. Selain menurut hanya karena melihat bisnis Papanya mulai hancur dan hanya dengan cara perjodohan, Yang sudah di rencana kan itulah semuanya akan kembali normal.
Tapi pada akhirnya, Mama tirinya telah mempunyai rencana lain. Di balik perjodohan nya itu juga. Tak hanya itu saja, Kelicikan Mama tirinya telah mengambil alih semua bisnis nya sendiri. Padahal, Arsen pun tak pernah melibatkan uang Papanya untuk membangun bisnisnya tersebut. Jika ingat itu mungkin, Arsen akan sangat geram dan ia malah semakin membenci ibu tirinya. Yang telah menghancurkan keluarga nya.
Tok... Tok... Tok...
"Buka pintunya!. Mau sampai kapan kau akan di dalam kamar mandi?. " Arsen menggedor gedor pintu kamar mandi. Yang sejak tadi di tempati oleh Zeera.
"Mana baju ganti untuku?. " Timpal Zeera dari dalam kamar mandi nya.
"Niken!. "
"Iya, Tuan A. " Wanita dewasa dengan setelan blazer warna hitamnya, Langsung menghampiri Arsen tepat di depan pintu kamar mandi. Yang ada di dalam kamar utama.
Semua pakaian itu pun adalah karya desainer ternama dan terkenal dengan lambang huruf J disetiap karyanya.
"Baik, Tuan. " Niken pun langsung mengerjarkan tugasnya. Mendekatkan semua karya desainer tersebut. Tepat di hadapan tuannya.
Arsen pun langsung memilih baju yang cocok untuk di kenakan oleh Zeera. Setelah mendapatkan setelan baju ganti yang cocok serta lengkap dengan hijabnya. Arsen kembali mengetuk pintu kamar mandi tersebut.
"Keluar lah!. Baju gantimu akan aku letakan di atas ranjang. Ingat sepuluh menit waktumu untuk bersiap!. Jika tidak keluar dalam waktu sepuluh menit, Maka jangan salahkan aku, Jika aku sendiri yang akan memakai kan baju untukmu!. " Ancam Arsen yang sudah geram sendiri.
"Suruh semua orang orang itu pergi!. Jika tidak aku tidak akan keluar kamar. " Zeera malah mengancam balik Arsen.
"Kau berani mengancamku?. "
"Kenapa tidak? " Sahut Zeera dengan nada santainya.
"Niken kau...
" Bukan mereka. Tapi para orang orang desainer itu!. " Potong Zeera dari dalam kamar mandinya lagi.
Arsen pun kembali mengerut kan keningnya bingung. Lantaran Zeera malah menyuruh nya mengusir para perancang pakaian tersebut.
"Ada apa sebenarnya? ". Tanya Arsen mulai penasaran.
" Tidak ada waktu untuk menjelaskan!. Lebih baik suruh saja mereka pergi!. Baru aku mau keluar. " Lagi lagi Zeera mengancam dan mengatur Arsen. Namun, Pria itu malah menurut begitu saja. Hingga hilang sudah kewibawaan nya di depan semua anggotanya saat ada Zeera di dekatnya.