Marry Me

Marry Me
Tetangga Baru



Satu Minggu kemudian...


Arga yang baru saja akan keluar dari Apartemen nya. Ketika jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Setelah beberapa hari hanya mengurung dirinya di dalam Apartemen tersebut. Tanpa berniat keluar sedikitpun, Bahkan, Pintu Apartemen nya pun tak pernah di buka sama sekali. Walaupun hanya untuk sekedar membuang sampah saja.


Nampaknya Arga memang sedang butuh waktu untuk sendiri. Sehingga ia pun sudah satu minggu ini tak masuk ke kerja. Ataupun hanya datang memperlihatkan wajahnya di perusahaan. Arga masih merasa kecewa dengan Mamanya sendiri. Nyatanya seorang wanita yang telah melahirkan nya itu sebenarnya tak begitu mengharap nya untuk hadir di dunia ini. Ia tercipta atas sebuah kesalahan. Yang pada akhirnya malah membawa sebuah malapetaka untuk kehidupan orang lain.


Dari sini Arga berpikir jika dirinya memang tak seharusnya ada. Dan membuat Mamanya semakin merajalela saja. Sehingga tak pandai bersyukur dengan apa yang telah ia capai selama ini. Dari awal Mamanya hanya mementingkan dirinya sendiri. Dan membuat hidupnya jaya meskipun dengan cara yang salah.


Uhukk... Uhukkk... uhukkk...


Terdengar suara seorang wanita batuk batuk dari unit sebelah. Membuat Arga menoleh kesamping unit Apartemen nya. Karena setahu dirinya unit itu telah kosong sejak lama. Dan belum ada lagi penghuni yang menempati nya. Sejak penghuni lama pindah kerumah baru mereka.


Namun, Arga berusaha untuk cuek. Dengan apa yang terjadi di dalam Apartemen tetangga sebelah nya itu. Sebab, Ia merasa juga tak kenal dengan penghuni tersebut.


Uhuk... Uhukk...


Ceklek...


"Tolong! ". Teriak seorang perempuan saat pintu apartemen itu terbuka. Hingga berhasil membuat langkah kaki Arga terhenti. Pria itu menoleh untuk sekedar melihat apa yang terjadi pada tetangganya.


Dan ketika Arga menoleh, Ia malah melihat kepulan asap keluar dari unit apartemen tetangganya tersebut. Bahkan, Penghuni nya sudah terduduk lemas di depan pintu Apartemen nya.


"Kompor... Tolong!. " Jawabnya perempuan itu sambil terbatuk batuk. Wajahnya pun nampak berantakan akan noda hitam . Berbentuk serbuk yang sudah menempel di pipi mulusnya.


Melihat itu Arga langsung masuk begitu saja. Sambil menutup mulut dan hidungnya. Hal pertama yang Arga tuju adalah arah dapur. Dimana ia melihat asap tersebut keluar dari sana. Dan benar saja, Kompornya masih menyala dengan teplon di atas kompor berisi telur yang sudah gosong. Bahkan, Asapnya telah mengepul memenuhi ruangan Apartemen tersebut.


Pria itu sama sekali tidak panik saat melihat api yang mulai menyambar teplon tersebut. Sehingga dapurnya sudah sangat berantakan. Jauh sebelum Arga masuk kedalam sana. Setelah mematikan api dengan cara melepaskan selang dari tabung gasnya. Arga mulai membuka semua jendela di dalam sana. Agar asapnya bisa cepat hilang. Bahkan cerobong asap yang ada di dapur pun telah ia nyalakan.


"Kau ingin membuat rumahmu hangus terbakar?. Dan mengajak para penghuni yang lain juga?. " Arga bertanya dengan nada sedikit kesalnya.


Ia pikir masih saja ada wanita di dunia ini yang tidak bisa memasak. Selain Mamanya sendiri. Dan hal itu sangat membuat Arga malah geram sendiri. Apapun yang menyangkut tentang Mamanya. Arga malah sangat sensitif sekali.


Wanita itu hanya diam. Sambil tertunduk malu, Namun Ketika Arga melihat penampilan nya. Arga malah ingin tertawa. Bagaimana tidak?. Jika wajah wanita itu sudah penuh dengan langas dan sisa asap hitam dari dapurnya tadi.


"Sebentar lagi art ku datang. Biarkan saja dia yang membereskan kekacauan ini!." Ujar wanita itu ketika Arga mulai mengambil vacum Cleaner yang ada di samping pintu utamanya.


Arga kembali menatap wanita itu. Dengan tatapan datarnya. Ia sama sekali tak habis pikir, Jika wanita yang ada di hadapan nya saat ini. Sama sekali tidak tahu caranya membereskan rumah. Padahal itu semua adalah keahlian yang tak akan sulit untuk di kerjakan.


"Dasar tidak bertanggung jawab. Bisamu apa?. " Seru Arga makin kesal saja.


Wanita itu hanya diam. Sambil menundukkan kepalanya saja. Saat di sindir oleh Arga dengan kata kata sedikit kasarnya. Namun, Di dalam hatinya wanita itu malah berucap. "Aku hanya bisa membunuh dan menghabisi nyawa para musuhku tanpa terluka sedikit pun. " Batin nya dalam hati.