
Esok harinya, Kediaman Al tampak begitu sedikit ramai. Karena, Anak bungsu nya tiba-tiba saja sudah pulang. Tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Membuat kedua orang tuanya sedikit terkejut. Karena, Tak biasanya Zeera pulang dadakan seperti ini.
"Sayang, Bukannya kamu sedang sibuk menyiapkan ujian skripsi?. " Tanya Sherly pada putri bungsu nya.
Zeera hanya menganggukkan kepalanya, Sambil meraih gelas kopi milik Abi nya. Dan menyeruputnya seolah itu gelas miliknya sendiri. Sherly dan Al hanya bisa menggeleng kan kepalanya saja. Melihat tingkah anak gadisnya itu.
Karena baru beberapa menit yang lalu, Zeera tiba dan langsung masuk keruangan makan. Di saat kedua orang tuanya sedang menikmati sarapan nya.
"Emm, Kopi buatan Umi, Memang the best. " Serunya sambil tersenyum manis.
"Ayo duduk!. Kita sarapan bersama, Sayang!. " Titah Al saat Zeera malah meraih buah apel hijau. Dan ingin segera berlalu pergi.
"Nanti saja, Bi!. Zeera mau mandi dulu. " Jawabnya sambil Mengibas-ngibas kan tangannya. Seolah bau badannya sangat tidak enak saat ini.
"Kamu ini. " Al menggeleng pelan.
"Da, Umi, Abi. " Gadis itu melenggang pergi. Meninggalkan kedua orang tuanya. Yang memang sedang menikmati sarapan nya.
Namun, Saat Zeera akan keluar dari ruangan makan tersebut. Tiba-tiba Fatih datang sambil menggulung lengan kemeja panjangnya.
"Eh, Ada kak Fatih. " Seru Zeera dengan senyum menggoda nya. Hingga membuat Fatih langsung mentoyor kening adiknya.
Dimana Zeera seolah sedang menggoda kekasihnya saja. Membuat Fatih geli sendiri akan tingkah Zeera saat ini.
"Kapan kamu pulang?. " Tanya Fatih sedikit bingung.
"Barusan saja" Jawab Zeera santai.
"What?. " Fatih melotot dengan mata membulat sempurna. "Jadi, kemarin kamu video Call itu, Sedang di Bandara?. "
"Lagi transit, Lebih tepatnya kakak ku tersayang. " Timpal Zeera menjelaskan.
"Dasar Jailangkung. " Ledek Fatih tak habis pikir. Bisa-bisanya pulang tanpa memberi kabar terlebih dahulu.
Gadis itu malah senyam senyum tak jelas. Membuat Fatih mulai curiga akan sikap Zeera saat ini. Karena, Jika sudah cengar cengir begini. Biasanya Zeera akan berulah. Hingga Fatih pun bersiap untuk beranjak pergi dari hadapan adik bungsunya. Sebelum gadis itu melancarkan aksi konyolnya.
"Wah, Lihat siapa yang datang!. " Seru Zeera sambil menatap kebelakang kakak nya. Dan benar saja saat Fatih akan menoleh.
"AZEERA..." Pekik Fatih dengan suara menggelegar nya. Hingga kedua orang tuanya sampai berhenti mengunyah.
"Fatih, Ada apa?. " Tanya Sherly menatap ke arah pintu sana. Karena mereka juga tidak tahu, Apa yang di lakukan putri bungsu nya. Sehingga membuat putra sulung nya berteriak seperti itu. Karena, Tadi mereka pun sedang fokus pada sarapannya saja. Tanpa ingin tahu obrolan kedua anaknya di depan pintu ruangan makan tersebut.
"Zeera, Jorok Umi. " Seru Fatih sambil mengelap pipinya. Yang di cium oleh Zeera tadi.
Sementara Zeera malah cekikikan sendiri. Sambil menaiki anak tangga, Untuk menuju arah kamar nya. "Sebelum pipi kakak dicium pacar. Lebih baik Zeera selamat kan lebih dulu. " Seru Zeera yang sudah berada di tengah-tengah tangga sana.
Sherly mulai menepuk jidadnya. Karena mulai pening, Jika sudah ada Zeera di rumah. Pasti suasana rumah akan penuh dengan keributan. Sebab, Biang keroknya telah kembali. Sedangkan , Al hanya bisa terkekeh pelan. Lantaran ia malah melihat sifatnya sendiri, Pada putri bungsu nya itu.
Fatih pun langsung duduk di kursinya. Tepat di samping Abi nya. Dengan wajah yang memerah, Karena ia gosok dengan tangannya. Bibirnya mengerucut akan ulah adiknya yang konyol itu.
"Gak usah begitu juga kali, Kak!. Orang cuma di cium pipi doang kok sama adik sendiri. " Sindir Al sambil menahan tawanya.
"Tapi, Zeera itu bukan anak kecil lagi, Bi. Dasar saja aneh. Kalau di depan umum bagaimana?. Waktu itu saja teman Fatih jadi salah paham. Gara-gara Zeera yang angkat telpon nya. Apalagi, Kalau lihat yang begini tadi. Kacau dong semuanya. " Kesal Fatih.
"Tapi kan, Kalau Ara pastinya tidak akan cemburu begitu, Kak. " Goda Sherly sambil mengulum senyumnya.
"Ehem... ehem.. " Timpal Al yang malah berdehem. Untuk ikut menggoda putranya.
"Bik, Tolong buatkan jus mangga ya!. " Seru Fatih meminta art nya.
"Buat apa jus?. Bukannya kakak biasanya minum teh hangat kalau sarapan begini?. " Sherly bertanya pada putranya.
"Gerah kali dia, Sayang. Makanya minta jus. " Ledek Al lagi, Yang di sambut gelak tawa oleh istrinya. Sementara Fatih hanya diam tak ingin ikut menimpali kedua orang tuanya lagi. Karena ujung-ujungnya dia sendiri yang di ledek lagi.
Suasana sarapan pagi ini. Terlihat lain dari biasanya. Karena penuh dengan canda tawa semuanya. Sebab, Biasanya mereka hanya fokus sarapan saja, Tanpa ada obrolan sebelum selesai.