Marry Me

Marry Me
Sarapan Pagi Bersama Sepupu cempreng



Kediaman Al...


Waktu masih menunjukkan pukul tujuh pagi. Namun, Seisi rumah Al sudah terlihat sepi. Bagaimana tidak sepi kalau biang keroknya pun sudah kembali ke Negara orang untuk melanjutkan pendidikan nya kembali.


Sementara Sherly masih saja sibuk dengan urusan rumah sakit. Dimana ia memang masih menjabat sebagai direktur utama disana. Sedangkan suaminya, tinggal beberapa bulan lagi akan segera pensiun menjadi abdi negara. Dan ia akan fokus pada dunia bisnis. Mendampingi putranya, Yang saat ini memang telah menggantikan posisinya sebagai pemimpin perusahaan.


Dimana perusahaan itu adalah hasil jerih payahnya sendiri. Yang ia bangun dengan uang nya sendiri. Dan juga support semua keluarga besarnya juga. Meskipun, Ia juga masih memiliki saham di perusahaan inti. Yang telah turun temurun dari keluarga Papanya dan Maminya. Namun, Al lebih memilih membangun perusahaan sendiri.


Sedangkan, Perusahaan utama dari sang Papa tetap di pegang penuh oleh kakak tertuanya dan kini malah sudah berada di tangan keponakan nya. Meskipun usia keponakannya jauh lebih muda dari saudaranya yang lain. Namun, Marchel adalah keturunan Jery langsung dari istri keduanya. Dimana, Seharusnya Mayra yang memegang kuasa. Namun, Karena Mayra lebih memilih untuk mendalami ilmu agamanya. Dan menjadi seorang dosen di salah satu universitas swasta. Yang tak lain dan tak bukan adalah yayasan milik keluarga mereka sendiri. Pada akhirnya, Adiknya yang menggantikan posisi kakaknya.


Dan semua itu juga telah di setujui oleh seluruh anggota keluarga. Yang memang semuanya adalah para pemegang saham sah. Karena Fatih juga lebih memilih perusahaan milik Papanya. Begitu juga dengan para keponakannya yang lain.


Apalagi, Para anak anak Naures. Mereka tidak tertarik sama sekali dengan perusahaan peninggalan Kakek buyutnya. Sebab, Putra satu satunya Naures malah memilih untuk menjadi abdi Negara. Sementara kedua kakak perempuan nya. Ada yang menjadi model dan ada juga yang memilih jurusan arsitektur.


"Bibik, Umi sama Abi udah pada berangkat, Ya?. " Tanya Fatih yang kebetulan hari ini adalah hari weekend. Dan setiap weekend Fatih memang selalu pulang kerumah orang tuanya.


"Iya, tuan muda. Udah dari satu jam yang lalu. " Jawab art nya jujur.


"Mau sarapan sekarang, Tuan?." Tanya Art itu memastikan. Agar ia bisa langsung menyiapkan sarapan untuk anak majikan nya tersebut. Yang mana kini Fatih telah tumbuh menjadi seorang pria tampan dan selalu berwibawa dengan kharisma nya tersendiri.


"Tolong buatkan jus tomat ya bik! " Pinta Fatih dengan sopan nya.


"Baik, Tuan muda. "


Sepupunya satu ini memang selalu saja datang di saat yang tidak tepat. Hingga Fatih hanya bisa pasrah ketika gadis cantik itu langsung nyelonong masuk. Dan duduk di salah satu kursi di depan nya.


"Morning, Sepupu tampan. " Sapanya dengan senyum ceria di bibir nya.


"Bibik, Tolong buatin jus mangga dong!. " Serunya lagi sambil menyambar buah apel hijau yang ada di hadapan Fatih.


Fatih hanya diam, Sambil mulai mengambil satu roti gandum. Dan meloloskan selain coklat pada permukaan roti tersebut. Seraya melirik Keke dengan ekor matanya.


"Why?." Keke bertanya sambil memperhatikanmu penampilan nya pagi ini. "Apa ada yang salah dengan penampilan ku?. " Tanya nya lagi mulai tak pede sendiri.


"Tidak ada. " Jawab Fatih datar. Lalu mulai menggigit roti yang telah ia olesi dengan selai coklat. "Cuma agak aneh saja sedikit. " Sambung Fatih yang hanya berguman pelan.


Namun, Keke pun hanya cuek sanja. Meskipun ia masih bisa mendengar dengan jelas. Apa yang sudah di katakan oleh Fatih barusan. Tapi, Keke tak mau ambil pusing. Baginya kata kata yang keluar dari mulut Fatih belum seberapa. Dibandingkan dengan kata kata yang keluar dari mulut kembarannya itu. Siapa lagi kalau bukan Vina.


Ia sengaja kabur kerumah Abi dan Uminya. Karena Vina hari ini akan mengadakan syuting di rumah nya. Yang katanya akan memulai masuk ke dunia perfilman. Merambat dari karirnya di dunia model.


Wajahnya boleh jutek dan sinis. Jika dalam lingkungan keluarga nya. Namun, Vina akan berubah seratus delapan puluh derajat jika sedang di depan camera. Ia bagaikan orang asing yang sama sekali tidak Keke kenal. Jika Vina adalah saudara kembarnya yang menyebalkan baginya.


"Kalian bertengkar lagi?. " Tanya Fatih yang memang sudah bisa menebaknya.


"Tidak." sahut Keke dengan nada kesalnya.