
Waktu baru menunjukkan pukul satu siang. Namun, Putri bungsu Al dan Sherly kini malah nampak sudah sangat rapi dengan hijab yang selalu melekat indah, Menutup kepalanya dan mahkotanya. Wajahnya yang selalu ceria, Dengan senyum manis untuk di pandang.
Tin...!
Tinn...!
Tinn...!
Suara klakson mobil mulai memekakkan telinganya. Dan gadis cantik yang sedikit tomboy itu. Mulai berlarian menuju arah teras sana. Karena, Orang yang sedang ia tunggu-tunggu sudah datang tepat waktu.
”Buruan naik!. Gue males turun nih. " Seru seorang gadis cantik dengan rambut curly nya. Dan kaca mata hitam menurunkan kaca mobilnya. Untuk meneriaki sepupunya itu.
"Wah, Mobil baru lagi, Nih. " Ucap Zeera dengan senyum menggodanya.
”Aku hanya mencurinya dari showroom, Ayah. " Timpal Keke dengan kekehan kecilnya.
Zeera pun langsung membuka pintu mobil tersebut. Mobil sport keluaran terbaru dengan label M. Yang harganya sudah di pastikan tak akan murah. Bahkan, Bisa membeli satu unit Apartemen juga.
Keduanya mulai keluar dari perkarangan rumah mewah. Kediaman orang tuanya Zeera. Namun, Zeera juga sudah meminta izin pada art nya. Sebelum Keke menjemput nya tadi.
Tak heran jika siang hari begini, Kecuali hari libur. Rumah mewah itu sangat sepi. Sebab, Umi She dan juga Abi Al sedang sibuk di luar. Dengan aktivitas nya masing-masing. Sementara Fatih juga sibuk dengan bisnis keluarga nya.
"Sebenarnya, Kita mau kemana sih?. ” Tanya Keke saat keduanya sudah berada di jalan raya. Membelah jalanan dengan kecepatan sedang.
”Udah deh!. Gak usah banyak protes!. Ntar juga tahu sendiri. " Jawab Zeera dengan senyum penuh artinya.
Keke pun hanya manut saja. Ia pun rela ikutan pulang ke Jakarta. Hanya karena tertarik dengan tawaran Zeera saja. Bahkan, Ia juga minggu depan harus kembali lagi ke luar Negeri. Demi study nya juga.
Namun, Saat ini Zeera malah nampak mengulum senyum penuh arti. Saat otaknya sudah bekerja dengan baik. Dan tentunya gadis itu akan memberikan kejutan untuk seseorang. Yang telah beberapa hari ini sama sekali tak ia beri kabar.
"Loe, Kenapa senyum-senyum gak jelas gitu?. " Selidik Keke dengan menyipitkan sebelah matanya.
”Kepo banget sih, Jadi orang. " Zeera malah terkekeh pelan. Membuat Keke mencubit paha sepupunya itu dengan gemas.
"Awww... " Pekik Zeera saat di rasa cubitan Keke begitu perih "Gila loe ya. " Zeera mencebikkan bibir nya.
”Gue juga wanita. Ada titik lemahnya juga dan... "
"Dan bisa Sa*ge juga, Kan.? " Goda Keke dengan gamblang nya.
”Astaghfirullahalazim..., Kalau ngomong suka bener deh. ” Keduanya malah saling tertawa terbahak-bahak, Dengan puasnya saat sedang bersama seperti ini. Padahal, Usia mereka sedikit lebih tua Keke. Namun, Tingkah Keke malah sama persis dengan Zeera.
*****
Sementara di dalam ruangan kerjanya. Saat ini Arsen tengah fokus dengan layar monitor nya. Dan beberapa file penting di tumpuk kan meja kerja nya.
Hingga konsentrasi nya sedikit teralihkan, Saat pintu ruangan kerja nya di ketuk dari luar.
Tok!.
Tok!
Tok!
"Permisi, Tuan!. Boleh saya masuk?. " Suara Joe dari luar sana.
Ceklek!
Pintu ruangan langsung terbuka secara otomatis, Dari arah dalam sana. Dan Arsen hanya memainkan remot kontrolnya saja.
"Ada apa?. " Tanya Arsen, Ketika Joe mulai menghampiri nya.
"Nona Zeera sudah tiba di Jakarta, Sejak tadi pagi. Tuan. "
"Biarkan saja!. Aku ingin lihat!. Apa yang akan ia lakukan disini. " Seringai licik Arsen terbit. Karena ia pun tak akan pernah ketinggalan informasi tentang kekasihnya itu. Meskipun Zeera pergi kemana pun. Dan bersembunyi dimana pun juga.
"Kau, Memang minta di nikahi dengan segera. " Batin Arsen dalam hatinya.