Marry Me, Dev

Marry Me, Dev
Bab 68: Diculik



Tere memijit tombol pada earpiecenya\, “Red Code! Red Code!" itu adalah tanda laporan adanya kejadian darurat. "X2 kabur! Dia menggunakan Mazda 3 hitam B **** 1!”


Tere segera berlari mencari pertolongan di sekitar situ.


Di sisi lain, Leo yang mendengar laporan dari Tere segera berlari ke arah ruang kontrol. Operator Xander security sudah siap di komputer mereka masing-masing, mencari keberadaan Bella.


“Delta fox, kembali ke markas.” Perintah Leo melalui saluran komunikasi Xander Security yang terhubung secara loud speaker di ruang kontrol itu.


“Ketemu, Pak! Nona Bella menuju utara.” Ucap seorang operator yang berhasil menemukan Bella.


“Siapapun, cari Nona Bella sampai dapat!” perintah Leo.


Beberapa pengawal memberikan jawaban dan mulai bergerak.


Tidak lama Tere tiba di ruang kontrol. Dengan wajah marah, Leo kembali ke ruangannya dan Tere mengekor di belakangnya.


“Kenapa Nona Bella pergi?” tanya Leo saat mereka tiba di ruangan Leo.


“Nona Bella mendengar percakapan Dev dan Tuan Hirawan, Pak.” Ucap Tere dengan wajah yang kesal.


“Apa?!” Leo terkejut. “KACAU!! Kamu kok bisa membiarkan Nona Bella pergi ke Rumah Besar?!”


“Seandainya saya diberitahu tentang semua rekayasa pesawat jatuh itu, saya akan tau apa yang harus saya lakukan dan tidak.” Ucap Tere dengan nada tinggi.


“Kamu menyalahkan saya?!” tanya Leo.


“Saya harusnya diberi tahu mengenai hal seperti ini!” ucap Tere masih tidak terima.


“Ini bukan hal yang bisa saya putuskan, Ter. Ini instruksi dari Tuan Hirawan.” Ucap Leo frustasi. “Dan kamu! Saya juga udah minta untuk beberapa pengawal menjaga Nona Bella. Sekarang Kris sedang buron! Kenapa hanya ada kamu dan Nona Bella di danau itu?”


“Nona Bella menolak dijaga ketat.” Ucap Tere singkat.


“Sekarang kamu hubungi terus Nona Bella dan cari dia sampai ketemu!” pungkas Leo.


“Baik, Pak.” Tere segera keluar dari ruangan Leo dan terus menelepon Bella.


Di sisi lain, Bella terus melajukan mobilnya tanpa tujuan. Ia tidak tahu mau kemana. Ia hanya ingin pergi dari semuanya. Dari Xander Corp, dari kakeknya, dan juga dari Dev. Bella kecewa karena Dev telah berbohong padanya. Ia juga lelah dengan sikap sang kakek yang selalu mementingkan bisnis lebih dari hal lainnya di dunia ini.


Ia masuk ke jalan tol dan melajukan mobilnya lebih kencang lagi. Tiba-tiba sebuah mobil melaju mengejar mobilnya. Bella terus melajukan mobilnya. Namun mobil tersebut berhasil menyalip dan terus mengapitnya terus ke arah kiri. Mau tidak mau mobil yang dikemudikan Bella terus terpojok ke kiri dan akhirnya berhenti.


Seseorang turun dari mobil itu.


“Kris?” gumam Bella.


Kris berjalan ke arah mobil Bella yang terhimpit mobil yang dikemudikannya.  Ia mengetuk kaca jendela Bella.


“Bel, turunin kacanya aku mau ngomong.” Ucap Kris.


Tanpa curiga apapun, Bella menurunkan kacanya.


“Lo mau ngapain sih? Pinggirin mobil lo itu!” teriak Bella.


Seketika Kris membekap mulut dan hidung Bella dengan sebuah sapu tangan yang sudah diberikan obat bius. Bella meronta-ronta dan berusaha menahan nafas agar tidak menghirup sapu tangan itu. Namun tidak lama Bella tidak tahan dan iapun mau tak mau menghirup nafas dan obat bius itupun terhirup oleh Bella. Seketika Bella pingsan. Kris segera membuka pintu kemudi dan mengangkat tubuh Bella menuju mobilnya. Mobil Krispun melaju kencang menuju pintu tol tidak jauh dari sana. Sialnya, jalanan sedang sangat sepi pada saat itu. Hingga mobil Kris bisa terus melaju tanpa diketahui kemana ia kan membawa Bella pergi.


***


Kembali ke ruang kontrol


“Pak, Nona Bella masuk ke jalan tol.” Ucap seorang operator yang berhasil menemukan kebaradaan Bella dengan menyadap kamera keamanan di mobil yang digunakan oleh Bella.


“Delta wolf, segera masuk tol.” Perintah Leo menginstruksikan pengawal yang sudah bergerak mencari keberadaan Bella.


“Pak, Sebuah mobil sepertinya mengejar mobil Nona Bella.” Ucap seorang operator.


DEG!


Perasaan tidak enak mulai dirasakan oleh Leo.


“Sadap, retas, CCTV yang ada di setiap tol itu!” teriak Leo.


Para operatorpun segera menjalankan instruksi dari Leo.


“CCTVnya tidak berfungsi, Pak!” ucap seorang operator.


“Iya, Pak. Di ruas KM 100 juga tidak berfungsi. Semua CCTV di tol itu tidak berfungsi, Pak!” ucap operator yang lain.


“Pak, mobil Nona Bella berhenti.” ucap seorang operator lainnya.


Leo terus memperhatikan kamera keamanan yang mengarah ke jalan itu. Kamera kemudian menampilkan mobil bergerak-gerak dan kemudian berhenti. Kemudian terlihat tubuh Bella yang tidak sadar dimasukkan oleh Kris ke dalam mobilnya yang berada di depan mobil Bella.


“Pak, Nona Bella diculik oleh Kris!” ucap operator panik. Mobil Krispun segera melaju kencang setelah itu.


“KRIIIIISSS!!” teriak Leo murka.


Kemudian tidak lama terlihat mobil yang dibawa para pengawal Xander tiba di depan mobil yang dikemudikan oleh Bella.


“KEJAR MOBIL ITU, KALIAN T*LOL!!” amuk Leo pada anak buahnya itu.


Segera para pengawal masuk kembali ke dalam mobil dan segera melajukan mobilnya kembali mengejar mobil Kris yang membawa Bella.


***


Wajah Dev berubah memerah karena murka. Ternyata kekhawatirannya selama ini terbukti. Kris pernah melakukan sesuatu pada Bella. Kris memasang kamera pengintai di kamar Bella.


HP yang sedang Dev pegang bergetar, nama Abbas muncul di layar. Dev segera mengangkatnya.


“Udah lo liat? Itu kayaknya waktu Bella masih di Amerika. Gue penasaran dan gue ngehack PC dia dan nemuin banyak video Bella, dan beberapa diantaranya Bella lagi ganti baju.”


Dev menutup teleponnya. Ia merasa darahnya mendidih. Ia segera berjalan ke arah pintu kamar dan berniat untuk mencari Kris dan menghajarnya.


Tiba-tiba HPnya bergetar lagi. Nama Tere muncul di layarnya, Dev segera mengangkatnya.


“Dev! Bella pergi! Bella kabur seudah denger obrolan lo sama Pak Hirawan!” ucap Tere. Suaranya terdengar sangat panik.


DEG!


Apa lagi ini? Begitu pikir Dev.


“Apa lo bilang? Bella denger obrolan gue sama Pak Hirawan?” Dev mengulangi ucapan Tere, yang masih belum bisa ia percayai.


“Tadi Bella dateng ke Rumah Besar buat nengok lo, ternyata lo sama Pak Hirawan lagi ngobrol dan Bella denger semua obrolan lo, tentang rekayasa pesawat jatuh, sampe lo ngebiarin Vanessa ngeb*nuh Stuart. Semuanya! Seudah itu Bella sama gue pergi, dan dia nangis. Sekarang dia kabur! Dia bawa mobil yang gue bawa.” Ucap Tere dengan panik.


“LO GAK BENER JAGAIN DIA, TER!” teriak Dev murka.


“Gue tau gue salah!” teriak Tere, ia sendiri merasa bersalah karena tidak bisa mencegah Bella pergi, disaat keadaan sangat tidak aman bagi Bella.


“Kris sekarang lagi buron! Dia bisa aja nemuin Bella!” teriak Dev frustasi. Ia marah, kesal, khawatir, dan merasa bersalah di waktu bersamaan.


“Dev…” baru saja Tere mendengar suara Leo berteriak di saluran komunikasi mereka, “Bella beneran ketemu Kris. Bella diculik sama Kris!!”