Marry Me, Dev

Marry Me, Dev
Bab 22: Mengisi Posisi Kris



"Kamu nyaranin orang yang mau nyelakain Nona Bella jadi pengawal pribadinya? Yang bener aja, Ter." bentak Leo.


"Ini pesan dari Nona Bella, Pak. Dia gak mau kasus ini berakhir dengan melibatkan kepolisian. Bisa aja orang ini gak sengaja ngelakuinnya. Bapak bisa liat badan dia gede. Bisa aja dia gak sengaja mecahin kacanya. Bener kan?" Tere menatap ke arah Dev.


"I..iya." ucap Dev mengikuti permainan Tere.


Leo terlihat tidak puas dengan penjelasan Tere yang tidak masuk akal.


"Pak, kita belum nemuin lagi orang yang bisa gantiin posisi Kris sebagai pengawal pribadi Nona Bella. Saya lembur setiap hari gara-gara Nona Bella cuma ngebolehin saya doang yang jagain dia. Jujur saya kewalahan, Pak." ucap Tere dengan frustasi.


"Iya, saya paham kamu pasti kewalahan ngadepin Nona Bella sendirian. Dasar si Kris, dia keluar gitu aja dan sekarang malah jadi manager IT. Ya udah, ta[pi saya harus liat dulu kemampuan orang ini." Ucap Leo.


Dev dibawa ke sebuah ruangan tempat latihan bela diri para pengawal Xander Security. Leo memanggil beberapa anak buah andalannya yang selama ini bertugas menjaga keamanan orang-orang penting yang bekerja di Xander Corp. Satu per satu orang itu melawan Dev, dengan mudah mereka bisa dikalahkan oleh Dev. Seorang anak buah menolak untuk melawan Dev.


"Saya gak akan lawan dia, Pak. Dia Red Eagle." Ucap anak buah Leo itu.


"Red Eagle dari geng Black Panther? Kamu tau dari mana?" Leo terkejut.


"Tatonya." ucap anak buah itu.


"Buka baju kamu," perintah Leo pada Dev. Dengan terpaksa Dev membuka kaosnya dan terpampang tato burung elang di punggungnya.


"Kamu tau ini, Ter?" tanya Leo yang semenjak tadi mengikuti Leo mengetes kemampuan Dev.


"Iya saya tau, Pak." ucap Tere.


"Gimana sih kamu?! Anggota geng kamu rekomendasikan buat jadi facade cleaner, dan sekarang kamu rekomandasikan dia jadi pengawal pribadinya Nona Bella?!" teriak Leo marah.


"Dia bukan anggota geng, Pak. Dia tamu kehormatan mereka. Dia gak pernah terlibat sama kekacauan yang dilakuin anggota gengnya, justru dia yang sering bantu pihak kepolisian buat nyelesain masalah yang dibikin sama Black Panther. Pak, liat positifnya. Dia orang yang ideal banget buat jagain Nona Bella. Anggota geng aja, takut sama dia. Apalagi Nona Bella, pasti bisa dia kendaliin." ucap Tere meyakinkan.


"Kamu nyamain Nona Bella sama anggota geng gak jelas?!" teriak Leo marah.


"Pak, saya yang paling tau kayak apa Nona Bella selama ini! Nona Bella itu lebih brutal dan nekat dari anggota geng manapun. Saya butuh partner seperti Dev. Bahkan saya yakin dia lebih bisa ngendaliin Nona Bella lebih baik dari Kris. Ayolah Pak, kasihan sama saya. Saya ingin ngerasain lagi cuti dan gak terus-terusan bareng Nona manja itu." ucap Tere dengan nada memelas.


"Hush, jaga bicara kamu, Tere. Dia CEO sekarang. Kamu tuh udah naik gaji masih aja ngedumel, gaji kamu lebih besar dari saya. Ya udah kalau gitu kita lihat selama beberapa hari. Kalo Dev bisa jaga Nona Bella dengan baik, kita akan pakai terus dia." ucap Leo. Kemudian menatap ke arah Dev yang sejak tadi terdiam mendengar ocehan dari Leo dan Tere mengenai dirinya.


"Kamu, ini satu-satunya pilihan kamu. Kamu akan menjadi pengawal pribadi Nona Bella. Kamu gak akan digaji sampai biaya ganti ruginya lunas."


Dev mau tidak mau menyetujui itu. Leopun meninggalkan Dev setelah itu. Dev menghela nafas kasar dan menatap ke arah Tere.


"Lo siapa sebenernya?" tanya Dev.


"Bella yang nyuruh lo buat gue bersihin kaca disini?" tidak merasa terintimidasi dengan sikap Tere.


"Bukan. Itu inisiatif gue. Tapi ide mecahin kaca dan bikin lo jadi bodyguardnya, itu murni dari dia. Cuma dia yang bisa kepikiran hal-hal absurd kayak gini." ucap Tere.


"Kenapa sih dia sampe senekat itu?" Dev masih belum habis pikir.


"Karena sebulan yang lalu lo pergi dari dia, sekarang Bella jadi pengen lo selalu ada di samping dia. Bella suka sama lo. Masa lo gak ngerti." ucap Tere menyadarkan Dev.


Dev tidak menjawab, pandangannya menerawang, mengasihani dirinya sendiri yang harus bekerja tanpa digaji untuk beberapa minggu bahkan beberapa bulan ke depan.


"Sekarang lo ikut gue. Gue bakal jelasin semua jobdesk lo." ucap Tere sambil melangkahkan kakinya keluar dari ruangan latihan itu.


Tere menjelaskan secara detail apa saja tugas yang akan Dev lakukan selama menjaga Bella. Mulai dari bagaimana ia bersikap di depan Bella, tata cara penjagaan di berbagai acara, dan komunikasinya dengan Tere dan pengawal lainnya yang akan dilakukan selama dirinya bersama Bella. Hal-hal yang Bella sukai, dan tidak sukai, kebiasaan-kebiasaan Bella, dan termasuk makanan yang tidak boleh Bella konsumsi.


"Bella punya pencernaan yang sensitif. Dia gak bisa makan sembarangan. Lo harus merhatiin itu. Jangan sampe dia makan makanan yang gak higienis, makanan instan, dan makanan pedes, apalagi mie."


"Kenapa kalo dia makan itu?" tanya Dev mengingat Bella pernah makan mie dan bakso pedas bersamanya waktu itu.


"Ususnya bisa luka. Emang gak langsung sih. Kalo dia makan hari ini, besoknya dia bakal cuma ngerasa gak nyaman dan beberapa hari ke depannya baru dia ngerasa ususnya sakit. Terakhir bulan lalu dia cerita makan mie di tempat seseorang, beberapa hari kemudian dia dirawat."


"Bulan lalu?" Dev terkejut mendengarnya. Bulan lalu adalah saat Bella makan mie di tempat kostnya. Pantas saja waktu itu Bella begitu gembira hanya dengan makan mie. Dev tidak menyangka setelah itu Bella justru sakit dan ia tidak mengetahuinya.


Setelah hari itu, Dev juga mendapatkan bimbingan khusus dari Leo. Leo ingin memastikan Dev bisa dipercaya untuk menjaga orang paling penting di Xander Corp itu. Leo juga mengetes kemampuan Dev dalam menerbangkan pesawat dan helikopter.


Kemudian setelah beberapa hari Leo merasa Dev sudah cukup layak menjadi pengawal pribadi seorang Bella. Hari itu Dev masuk ke dalam lobi gedung Xander Corp. Semua orang yang berpapasan dengannya terpana melihat Dev yang menggunakan setelan jas berwarna hitam yang dipadukan dengan kemeja putih dan dasi hitam. Sebuah nametag khusus menggantung di saku jasnya dan sebuah earpiece terpasang di telinganya. Ia berjalan menuju lift khusus yang berada di tengah lobi.


"Ngapain lo? Pake baju kayak gitu disini?" Sebuah suara menyapa Dev saat ia akan mendekatkan nametagnya pada alat pemindai. Dev melihat Kris berjalan menghampirinya.


"Gue pengawal sekarang." ucap Dev kemudian memindai nametagnya.


"Itu lift khusus CEO, lo gak akan bisa..." ucapan kris terhenti saat lift itu terbuka.


Dev masuk ke dalam lift itu, dan berkata, "Gue bisa pake lift ini karena gue pengawal pribadi CEO Xander Corp." Kemudian pintu lift tertutup. Dev melihat wajah Kris masih tertegun melihatnya bisa mengakses lift itu.


Beberapa saat lift berhenti dan pintunya terbuka. Dev melihat Bella duduk di meja CEO. Saat lift terbuka Bella terdiam beberapa saat memandang ke arah Dev. Jantung Dev berdebar kencang melihat Bella. Bella begitu berbeda, gaya berpakaiannya sama seperti saat Bella menghampirinya di halaman Xander Corp tempo hari. Saat awal-awal pertemuannya Bella berpakaian sangat cuek, memakai kaos, jeans, hot pants, jaket kulit, dan tidak memakai make up, meskipun demikian Bella terlihat sangat cantik.


Kali ini Dev melihat Bella berpakaian sangat anggun dan berwibawa dengan setelan baju kantor yang melekat indah di tubuhnya. Wajahnya dihiasi riasan tipis, menambah kecantikan dari seorang Bella yang sudah sangat mempesona bahkan saat tanpa make up.


Bella beranjak dari kursinya dan berjalan ke arah Dev. Wajahnya terharu, air mata menggenang di matanya yang sipit dan indah. Seketika Bella melingkarkan kedua tangannya pada leher Dev. Wajahnya mendekat dan, melekatkan bibirnya pada bibir Dev.