Marry Me, Dev

Marry Me, Dev
Bab 30: Hari yang Buruk bagi Dev



Kini Dev berada di ruangan kepala Xander Security. Ia berdiri dengan posisi istirahat di tempat, menghadap ke arah Leo yang bersandar di mejanya, menatap intens pada Dev.


"Saat itu saya heran, kenapa facade cleaner yang mecahin kaca justru dijadiin pengawal pribadi. Tapi sekarang saya paham, ternyata yang memecahkan jendela adalah Nona Bella sendiri demi membuat kamu jadi pengawal pribadinya."


Leo meraih remote AC dan mematikannya. Ia berjalan ke jendela dan membukanya.


"Lalu saat di Surabaya Nona Bella meminta Tere untuk berjaga supaya gak ada yang masuk ke dalam kamar hotelnya saat kamu juga ada di dalam kamarnya. Kamu tau, semua orang di ruang kontrol heboh mendengar perintah Nona Bella dari kode saluran milik kamu?" ucap Leo.


Dev terdiam. Tidak mencoba menanggapi ucapan Leo. Yang ia pikirkan sekarang hanya mempertanggungjawabkan semua kesalahan yang dilakukannya: meninggalkan Bella saat ia seharusnya bertugas, dan memukul Kris setelah itu.


Leo menyalakan rokoknya, dan menghisapnya sesekali.


"Saya gak akan bertanya lebih detail tentang hubungan kamu dengan Nona Bella, karena itu termasuk ke dalam privasi yang harus dijaga oleh para pengawalnya seperti kita. Seharusnya kamu juga menjaga privasinya. Kalian terlibat pertengkaran? Selesaikan di ruang tertutup. Tapi kamu malah meninggalkannya dan membuat Nona Bella memegang tangan kamu di depan banyak orang." ucap Leo memberikan nasihat pada Dev.


"Dan saya disini tidak bisa mentolelir sikap kamu yang melalaikan tugas. Ditambah kamu memukul seseorang. Di Gedung Xander Corp. Tempat dimana seharusnya kamu, sebagai seorang pengawal, menjaga keamanan dan kedamaian orang-orang di sekitar sini."


Leo beranjak dari posisinya dan maju beberapa langkah menatap marah pada Dev, "Sebelumnya saya gak pernah mau orang yang memiliki hubungan dengan anggota geng dan bertato jadi anggota squad saya. Seharusnya kamu tidak masuk kualifikasi sebagai pengawal Xander Security, apalagi pengawal pribadi seorang CEO. Sikap kamu barusan sudah menunjukkan siapa kamu sebenarnya. "


Dev masih terdiam. Ia pasrah dengan segala kata-kata Leo yang dilontarkan padanya.


"Saya juga sudah pernah bilang, kamu masih ada dalam masa percobaan. Dengan kasus ini saya seharusnya menendang kamu dari sini. Tapi karena kamu adalah pengawal kesayangan Nona Bella, saya gak bisa ngelakuin itu."


Dev mengepalkan tangannya menahan emosi, harga dirinya terluka. Semua orang kini pasti menganggapnya seperti itu, 'pengawal kesayangan' sang CEO cantik.


"Karena itu saya hanya akan menghukum kamu. Kamu ke gelanggang olahraga sekarang, lari 100 putaran di lapangan sepakbola. Dan renungi semua kesalahan kamu. Jangan sampai terulang lagi. Saya akan pantau  kamu dari CCTV."


Devpun meninggalkan ruangan Leo setelah itu. Tatapan-tatapan mengejek mulai diterimanya dari para pengawal Xander Security yang berpapasan dengannya, saat ia berjalan menuju lobi. Dev mencoba mengabaikannya, ia tidak ingin mendapatkan masalah lebih besar lagi.


Saat berjalan di lobi, tatapan-tatapan itu kembali tertuju pada Dev. Kemudian beberapa karyawan Xander terlihat di dekat lift, menunggu lift terbuka. Sambil menunggu mereka bergosip mengenai isu yang sedang panas mengenai CEO mereka. Dev yang berjalan di belakang mereka, berhenti melangkah saat mendengar karyawan-karyawan itu bergosip mengenai dirinya.


"Kayak drama gak sih, Bu Bella pacaran sama pengawal pribadinya." ucap seorang karyawati yang berdiri di depan lift itu.


"Iya bener. Pantes aja Bu Bella suka sama dia, emang ganteng banget sih." seorang karyawati lainnya menimpali.


 "Gimana rasanya ya jadi pengawal dari seorang Bu Bella yang galak itu." Karyawati lain ikut nimbrung.


"Bu Bella gak akan galak kali kalo sama dia. Liat aja tadi Bu Bella sampe megang tangannya dan wajahnya sedih gitu. Baru kali ini gue ngeliat Bu Bella wajahnya memelas kayak gitu, biasanya kan wajahnya jutek."


"Bucin banget ya berarti Bu Bella sama pengawal barunya."


"Eh tau gak, waktu insiden kaca ruang CEO pecah, itu Bu Bella sendiri loh yang mecahin dinding kacanya pas facade cleanernya lagi bersihin di atas. Terus sebagai hukuman ganti rugi, facade cleaner itu harus jadi pengawal pribadinya Bu Bella."


"Nekat banget sih Bu Bella. Gue gak nyangka CEO kita yang jutek dan galak abis itu bisa sebucin itu sama orang dari kalangan biasa kayak pengawal barunya."


"Gue maulah jadi pengawalnya. Udah gak usah cape-cape kerja deh gue buat bertahan hidup. Tinggal godain aja Bu Bella, pasti dikasih apa yang gue mau." ucap seorang karyawan.


"Mimpi terus lo! Ngaca dulu, mana mau Bu Bella sama modelan kayak lo." ucap seorang karyawati


"Dasar otak lo matre." seorang karyawati menimpali lagi.


"Benerlah. Apa lagi coba, kita tinggal nurutin semua kepengen Bu Bella, udahnya tinggal minta deh apa yang gue mau. Asik gak tuh? Bikin masalah sama orang juga gak jadi masalah. Liat gak tadi dia berani banget mukul Pak Kris, mantan pengawalnya Bu Bella. Seorang pengawal bikin onar di gedung Xander, nyari masalah banget kan?"


Dev mencoba menahan amarahnya yang sudah membakar hingga ke ujung kepalanya. Iapun kembali berjalan menuju pintu keluar dan pergi ke gelanggang olahraga untuk segera menyelesaikan hukumannya.


Di sisi lain, Bella kembali disibukkan dengan pekerjaannya, namun Bella tidak bisa fokus. Ia terus memikirkan Dev. Iapun meminta Tere masuk ke ruangannya. Beberapa saat Tere mengetuk pintu dan masuk ke ruangan Bella.


"Dev dimana?" tanya Bella segara saat Tere membuka pintu.


"Dev sedang dihukum, Nona. Dia ada di gelanggang olahraga." ucap Tere dalam mode pengawalnya.


"Dihukum kenapa?" Bella menaikkan nada bicaranya.


"Karena meninggalkan tugas saat sedang menjaga Nona. Juga tadi dia memukul Kris di lobi depan."


"Dia mukul Kris?!" Bella membelalakkan matanya.


"Betul, Nona." ucap Tere.


Bella berniat keluar ruangan dan menghampiri Dev di gelanggang olahraga.


"Nona," Tere mencoba menahan Bella. "Untuk sekarang sepertinya anda harus lebih berhati-hati dalam bertindak. Kejadian tadi pagi membuat Dev dalam masalah."


"Maksud lo?" tanya Bella.


"Gosip mengenai anda dengan Dev sudah menyebar. Para karyawan terus membicarakan hubungan anda dengan Dev. Semua orang sudah tau mengenai insiden dinding kaca itu dan alasan mengapa Dev menjadi pengawal pribadi anda. Ditambah Dev tadi pagi memukul Kris, membuat namanya semakin buruk dimata para karyawan."


Bella menyapukan rambut indah nan panjangnya dengan kedua tangannya ke belakang dan duduk di sofa, tiba-tiba saja kepalanya terasa berdenyut sakit.


"Saya sarankan anda tidak menghampiri Dev sekarang, Nona. Itu akan membuat Dev semakin kesulitan." ucap Tere.


 Bella menghela nafas kasar.


"Sambungin CCTV di gelanggang olahraga. Gue pengen liat dia." perintah Bella


Tere mengambil tab dari meja Bella dan mengakses CCTV, kemudian menyerahkannya pada Bella.


Bella menatap layar tabletnya yang menampilkan CCTV yang terdapat di tribun lapangan sepakbola. Ia melihat seorang laki-laki dengan seragam pengawal, tanpa jas dan dasi, berlari di lintasan lari di lapangan sepakbola di gelanggang olahraga milik Xander Corp.


"Dev dihukum lari keliling lapangan sepakbola?" tanya Bella tidak mengalihkan pandangannnya dari layar tablet yang dipegangnya.


"Betul, Nona. Dev dihukum lari 100 keliling lapangan sepakbola." ucap Tere.


"100 keliling?!"