Love You My Wife

Love You My Wife
Makan Bersama (70)



Part paling sedikit


Setelah beberapa hari menginap di hotel, Aryan dan Riri, kini telah pindah ke apartemennya.


Siang ini Riri memasak sup, kesukaan kakaknya Rara, entah kenapa Rara malah meminta Riri untuk terus memasak sup karena kehamilannya kini hanya ingin makan makanan buatan Riri.


"Bagaimana sayang? apa sudah selesai?" tanya Aryan dengan memeluk Riri di belakang.


"Sudah, hanya tinggal menggoreng ayam" jawab Riri seraya melepaskan pelukan Aryan.


Ting Nong


"Huhhfftt, kakak mu pasti ke sini lagi" ujar Aryan menghela nafas.


"Tidak apa apa, aku sangat senang kak Rara mau makan" balas Riri tersenyum, Aryan pun langsung melangkah menuju pintu


"Selamat pagi pak Aryan, adik ipar ku!" teriak Rara setelah Aryan membuka pintu apartemennya.


"Hemmmm, selamat pagi juga"


"Ya ampun! aku tersanjung ucapan ku di balas!" ucap Rara sumringah.


"Kau juga ke sini Alex?" tanya Aryan pada Alex.


"Tentu saja, jika bukan aku yang menjaga istriku, siapa lagi?" jawab Alex, lalu masuk tanpa permisi.


Rara langsung saja ke dapur tempat Riri memasak, sedangkan Aryan dan Alex memilih duduk di sofa.


"Riri! adikku, apa kau sudah selesai?" tanya Rara memeluk Riri dari belakang.


"Haisss, jangan memelukku seperti itu kak! bagaimana jika ada yang melihat?"


"Tidak akan, anakku sepertinya akan mirip dengan mu Riri, dia sangat ingin bertemu dengan bibinya" ucap Rara dengan menyendok sup itu di dalam panci.


"Jangan seperti itu, aku ambilkan mangkuk dulu" sela Riri, Rara hanya tersenyum malu melihat Riri.


"Ini, makanlah di meja itu" ujar Riri menyodorkan mangkuk berisi sup dan menunjuk pada meja makan yang berada di sana


"Terima.kasih adikku" ucap Rara dan duduk di kursi meja makan.


"Sama sama, ini hanya untuk ponakan ku, jika tidak, nanti keponakanku akan kelaparan di bawah sana" balas Riri.


"Lihatlah sayang, bibimu sangat mencintaimu" ucap Rara mengelus perutnya.


"Sudah siap!!!" teriak Riri mengangkat piring berisi ayam goreng (mail)


"Ayok kak, kita makan bersama, ada kak Alex juga kan?" ajak Riri bertanya.


"Iya, Alex tidak bekerja hari ini, katanya ingin menemaniku" jawab Rara, mereka pun berjalan bersama ke ruang tengah.


"Kita makan di sini atau di meja makan saja?" tanya Riri pada mereka berdua.


"Lebih baik di meja makan saja, ayok aku bantu ambil makanannya" jawab Aryan, lalu berdiri dan masuk ke dapur bersama Riri.


Kini mereka makan dengan lahap, terlebih Rara yang selalu meminta sup lagi dan lagi, Riri hanya tersenyum melihat kakaknya senang memakan masakannya itu, meskipun waktu itu pernah asin sekali.


"Ohh ya, kau akan langsung mempunyai baby apa di tunda dulu?" tanya Alex pada Aryan di ruang tamu, setelah makan siang selesai.


"Aku ingin menundanya dulu, tapi Riri malah menginginkan nya sekarang" jawab Aryan memeluk Riri dari samping.


"Pasangan romantis" gumam Rara.


"Bukankah kita juga romantis sayang?" tanya Alex mencium pipi Rara.


"Kau sama sekali tidak romantis Alex! kenapa kau mengaku seakan akan kau pria romantis?" cibir Rara kesal.


"Kakak jangan menghilangkan keromantisan kak Alex, Aryan juga sama tidak romantis!" ucap Riri.


"Hei Riri! kau juga mengatakan hal itu juga!" sela Alex, Riri hanya tertawa.


"Kau Juga sama saja sayang!" ucap Aryan.


"Aku dan kak Rara memang sama Aryan! siapa bilang kami tidak mirip!"


"Aku tidak mengatakan kau dan Rara tidak mirip!" ujar Aryan kesal.


"Baiklah baiklah! kenapa malah ribut!" ucap Rara menengahi mereka.


"Kau yang memulai kak!"


"Hei Riri! Aku baik orangnya! cantik orangnya! tidak mungkin memulai keributan!" ujar Rara.


"Ishhh, sungguh mirissss... eh, sungguh narsis!" cibir Riri, mereka pun hanya tertawa mendengar celotehan istri istri mereka.


"Sepertinya kita pamit pulang dulu, sudah satu jam kita di sini" ujar Alex pamit.


"Kenapa sangat buru buru sekali kak, kenapa tidak menginap saja?"


"Benarkah? kakek ada di sini?" tanya Aryan


"Iya, kemarin baru sampai ke sini"


"Kenapa tidak bilang padaku?"


"Ckk, jangan berpura pura bodoh! kau baru saja 2minggu menikah, kami tentu tidak mau mengacaukan masa pengantin baru!' ucap Alex, Rara hanya terkekeh mendengar perkataan suaminya itu.


"Yasudah, kami pulang dulu, jaga diri kalian baik baik" ucap Alex menepuk tangan Aryan.


"Kau juga, hati hati di jalan"


Riri dan Rara pun berpelukan, setelah itu mereka pun langsung pergi dari apartemen Aryan.


Aryan menatap Riri dengan tatapan mesumnya itu, Riri hanya memalingkan pandangannya, lalu bergegas ke kamarnya karena merasa Aryan pasti ingin melakukannya lagi.


"Kenapa malah ke kamar? kau memancingku" ucap Aryan menangkap Riri.


"Lepaskan! apanya yang memancing?!"


"Tidak, kau berikan dulu akan aku lepaskan!"


"Baiklah baiklah, apa maumu?" tanya Riri pasrah.


"Aku ingin ehmm"


"Apa?" tanya Riri sekali lagi.


Aryan mendekatkan dirinya, lalu meraup bibir manis Riri, mereka pun melakukannya sehingga membuat nafas mereka terengah-engah.


Aryan menuntun Riri agar mereka melakukannya lebih lanjut lagi, saling membuka baju mereka, kini mereka polos tanpa sehelai kain pun.


Aryan memegang gundukan kembar Riri, meremas nya dengan pelan.


Aryan memasukan pisang itu ke selai, lalu mencelup celupkan nya berulang kali, terus melakukan hal itu sampai tetesan me******t di dalam selei itu.


"Faster baby"


"Yes, oh ,emmm, baby," ricuh Riri terus menerus.


"Yes baby, yes, baby, faster"


Aryan semakin gencar mencelup celupkan pisang ke selai itu, terus membuat selei itu menggelinjang karena tak kuat menahan guncangan dari pisang itu.


Riri hanya memejamkan matanya karena menikmati selei itu dengan pisang.


"Aku ingin keluar" pekik Riri.


"Keluarkan lah sayang, tidak apa apa" ucap Aryan.


"Aryan!!!" pekik Riri orgas me


"Riri, aku juga ingin keluar lagi" ujar Aryan.


"Aryan, oh Aryan, Aryan, lagi Aryan!" ricuh Riri terus menerus.


"Ririiiii..... ohhhhh"


"Aku mencintaimu" ucap Aryan dengan mencium kening Riri.


"Aku juga mencintaimu Aryan"


"I Love You My Wife"


"I Love You My Husband"


Merasa lelah, mereka pun tertidur dengan saling memeluk, tanpa memakai baju kembali.


"Aryan!" lirih Riri memanggil Aryan


"Aryannnnnn" panggil Riri pelan.


"Hemmm?"


"Ayok mandi" ajak Riri dekat dengan telinga Aryan.


"Hemmmm, huammmmm.... baiklah ayok" ajak Aryan setelah menguap dan langsung berposisi duduk.


Aryan pun menggendong Riri masuk ke kamar mandi, mendudukkan Riri di bathroom.


Aryan yang melihat tubuh polos Riri pun kembali melakukannya, memasukkan pisangnya ke selai Riri.


Riri hanya pasrah dengan kenikmatan yang Aryan berikan, terus ricuh karena tidak bisa menahan suaranya yang serak itu.


catatan: Tidak boleh melakukan hubungan (ehem) di kamar mandi ya guys, dosa!