
Setelah beberapa saat kemudian, Riri terbangun dan mendapati Reza sedang tertidur di sampingnya, Riri pelan mencubit Reza dan tanpa tahu bahwa bundanya Hana sedang berada di ruangan itu.
Hana sedang melihat pergerakan Riri yang memencet hidung Reza dengan tawa yang di tahan hingga mengeluarkan suara cekikikan.
"Kak Reza aku mencintaimu, aku mencintaimu bunda, ayah, kak Rara, nenek dan kakek, aku akan sangat merindukan kalian semua nanti" ucap Riri yang terdengar oleh Hana, tak terasa bulir air mata jatuh tanpa seizin dari Hana, kenapa dirinya menjadi lemah seperti ini, Hana tidak senang dirinya menjadi lemah seperti ini karena bisa saja membahayakan keluarganya juga.
Hana terus memperhatikan Riri sampai akhirnya Riri mencium bibir Reza dengan lembut, Hana terpaku dengan perlakuan Riri pada Reza, kenapa Riri melakukan hal itu? batin Hana.
"Kau sudah bangun kak? maaf mengganggu tidurmu!" ucap Riri lalu mengalihkan pandangannya dan terkejut saat bundanya Hana berada di sana.
"Tentu Riri, apa kau mencium ku barusan? aku merasa mimpi!" tanya Reza dengan mengusap bibirnya yang basah.
"Ti...tidak kak, aku tidak menciummu!"
"Kau bohong Riri, baiklah, ini hukuman dariku untukmu!" ucap Reza lalu dengan sigap menciumi leher Riri, sedangkan Hana lagi lagi terpaku melihat kejadian itu, Riri yang melihat bundanya yang mengepalkan tangannya pun mencoba mendorong Reza dan berbisik padanya.
"Ada Bu...bunda kak!" lirih Riri, Reza segera mengedarkan pandangannya, sekuat hati Hana mencoba tenang mungkin ini untuk terakhir kalinya Reza melakukan hal itu.
Hana tersenyum dan berdiri mendekat kepada mereka, Hana ingin memegang pipi putrinya namun saat melayangkan tangan Hana, Riri merasa takut jika Hana akan menamparnya dan membuat Riri memejamkan matanya.
"Bagaimana keadaan mu sekarang sayang? kau sudah bangun dan kini bersama kakakmu Reza, bunda faham, kalian pasti akan saling merindukan satu sama lain" ucap Hana, Reza pun melihat bundanya dengan terpana dan bingung.
"Maaf bunda, a..aku tadi-"
"Tidak apa apa, anggap itu sebagai perpisahan kalian berdua" sela Hana dan tersenyum lalu mencium kening Hana dan kemudian kening Reza.
"Terima kasih bunda" ucap Riri lalu memeluk Hana dengan erat, ia salah, bundanya tidak akan menampar nya karena Riri tahu betapa bundanya menyayangi Riri, karena itulah Riri selalu menurut kata bundanya.
"Baiklah, kau istirahat saja"
"Reza! apa kau akan tetap di situ bersama Riri?" sambung Hana dengan bertanya.
"Ti...tidak Bunda, aku akan segera menyiapkan semuanya keperluan Riri untuk berangkat ke negara L" ucap Reza gugup, sedangkan Hana tersenyum karena Reza salah tingkah seperti itu.
"Baiklah kalau begitu, Reza! tidak perlu menyiapkan apa apa, semuanya sudah di siapkan oleh Daddy, emm grandpa kalian"
"Kau di sini saja temani Riri, bunda akan pergi dulu" sambung Hana lalu berjalan pergi.
"Kakak!" lirih Riri dan mengedipkan matanya pada Reza.
"Kak Reza di sini saja, bukankah bunda bilang untuk tetap di sini menemaniku!" rengek Riri apalagi saat Reza akan pergi keluar juga.
"Baiklah kakak akan tetap di sini!"
Reza pun duduk kembali di kasur Riri, dan Riri pun langsung duduk di kedua paha Reza, membuat tangan Reza memeluk Riri.
"Kakak, sebentar lagi kita akan berpisah! kau tidak akan merindukan diriku?" tanya Riri dengan sendu.
"Jangan dramatis sayang, bukankah kita bertemu setahun 2 kali atau 3 kali?" tanya Reza
"Tapi itu beda lagi kak!"
"Apanya yang beda sayang?" tanya Reza meletakkan dagunya di pundak Riri.
"Huhhfftt kakak tidak mengerti sama sekali!" ucap Riri menoleh pada Reza dengan wajah kesal nya.
"Maafkan kakak sayang, lagi pula kakak memang seperti ini kan!" ucap Reza mengecup bibir Riri sekilas.
"Hmmm, kak aku mencintaimu, mencintai kalian semua, aku harap saat di kembalikan kalian tidak akan berubah padaku!" ucap Riri mendekatkan wajahnya ke wajah Reza agar bisa mengecup Reza sekilas.
"Kau mau ini kan sayang!" ucap Reza lalu mengecup nya sekilas.
"Kata siapa itu kemauanku!"
"Kakak!!!" rengek Riri karena merasa malu.
"Maaf sayangku, adikku yang cantik ini terus menggodaku! bagaimana aku tidak bisa tergoda?!" ucap Reza dan menoel hidung Riri.
"Akan aku adukan pada bunda, kalau kak Reza baru saja menoel hidungku yang imut ini, bagaimana jika sampai bengkok!" ucap Riri dengan mengelus hidungnya yang putih dan mancung itu.
"Aku mencintaimu Riri, menikahlah denganku, kita akan terus bersama sama setiap hari tanpa ada yang menggangu!" ucap Reza membuat jantung Riri berdegup kencang.
"Kak" panggil Riri lirih.
"Hemmm?" tanya Reza dengan memejamkan matanya, dirinya sedang menikmati elusan di perut Riri yang kadang membuat Reza nyaman karena perut Riri itu kadang rata jika tidak makan namun akan sedikit buncit jika di masukkan makanan.
"Kakak yakin? Kaka sedang bercanda kan?" tanya Riri yang khawatir jika Reza benar mencintai dirinya seperti seorang kekasih.
"Tentu saja sayang, itu adalah impian kakak dari dulu, lagi pula kakek nenek kita tak melarang hal itu, mereka tak terpaut dengan budaya mereka" jawab Reza dengan jelas.
"Bukankah banyak wanita di sana yang mencintai kakak?"
"Iya, banyak sekali! namun kau tahu mereka mencintaiku karena apa?" tanya Reza dan Riri pun hanya menggeleng.
"Mereka hanya cinta pada uang kakak, sedangkan kau, jika kakak menikah denganmu maka semua yang kakak miliki akan kakak berikan padamu!" sambung Reza.
"Ahhh aku tidak menginginkan hal itu!" ucap Riri lalu mendorong Reza menjauh.
"Lihatlah, tentu saja kau tak akan mau, karena aku akan selalu menepati permintaan mu"
"Kakak!!! jangan menggodaku!" rengek Riri dan di angguki oleh Reza.
"Jadi bagaimana mana?"
"Bagaimana apanya?" tanya Riri balik.
"Menikah lah dengan aku Riri!"
DEGH
Riri sudah pernah mendengar hal itu dari dulu, namun Riri merasa bahwa kakaknya memang mencintai dirinya, terpintas Riri ingin menikah dengan kakak nya, namun keadaan tak memastikan hal itu, dan kini hatinya terpaut oleh Aryan, hanya Aryan yang ada di hatinya.
"Kak! jangan bercanda aku mohon!" ucap Riri memelas.
"Baiklah baiklah, maafkan aku sayang!" ucap Reza dan memeluk Riri, Riri yang selalu nyaman di pelukan Reza pun tak pernah menghindar, apalagi menjauh dari Reza.
"Aku akan bersandar, tapi tetap lah di pangkuanku" ucap Reza lalu menyandarkan nya ke tembok dan menikmati pelukannya kepada Riri.
"Aku selalu bersamamu!" senandung Reza bernyanyi.
"Dan walaupun kau jauh dariku tetapi dekat di hati" sambung Reza bersenandung gembira menggunakan bahasa Inggris.
"Aku selalu bersamamu!!"
"suaramu bagus sekali, harusnya kau ikut konser bernyanyi kakak!" ucap Riri
"Tidak sayang, aku hanya akan menyanyi untukmu!"
"Hatiku bersama dengan jiwaku, hai kekasih paling ku cintai!"
"Wahai cinta paling berharga"
Riri pun terus mendengar suara Reza nyanyian Reza membuatnya tersentuh, dirinya tak menyangka kakaknya akan mencintai nya seperti seorang kekasih, namun Riri tak mau ini terus berlanjut, ia ingin menjauh sebelum perasaan kakaknya semakin dalam padanya.