Love You My Wife

Love You My Wife
Kehilangan Lagi



Pagi hari Riri pergi bekerja, dan kini sudah berada di kantor Aryan, hatinya berseri seri, senyum di wajahnya pun tak pernah hilang.


Riri bejalan dengan santai namun hatinya ingin cepat cepat pergi sampai ke ruangan Aryan, tatapan tatapan dari orang Riri tidak menggubrisnya, tatapan yang sinis pada Riri dia berikan senyuman nya kepada orang itu.


Riri harus menaiki lift umum, banyak orang yang tentu saja akan ke lantai masing masing, kini harus berdesakan dengan orang lain, saat akan di tutup Riri yang memang berada di depan, tentu saja mengalah dan keluar.


"Huhhftt, kenapa masih lama? padahal aku merindukan Aryan!" ucap Riri menghela nafas kasar.


Alex sedang berjalan dengan tergesa gesa, apa yang Aryan lakukan kemarin malam, membuat semuanya ingin membatalkan pernikahannya, Riri yang senang Alex datang, akhirnya menghampiri Alex.


"Kak Alex, aku ikut ya, menunggu lift ini pasti lama" ucap Riri namun Alex tak menggubris nya.


Riri pun tersenyum pada Alex, Alex yang kesal tentu saja hanya tersenyum kecut untuk membalas senyuman Riri.


"Kak Alex, kenapa?" tanya Riri yang aneh dengan sikap Alex.


"Tidak apa apa Riri"


"Ohhhhhh" jawab Riri panjang karena tak tahu harus apa lagi.


Lift pun terbuka, baru saja Alex akan melangkah, Riri sudah berlari duluan ke ruangan Aryan.


"Kak Alex, terima kasih atas tumpangannya" teriak Riri namun tak terlalu keras.


Alex yang bingung hanya menatap Riri pergi ke ruangan Aryan, Alex yang kesal karena Riri begitu saja ke ruangan Aryan.


Riri pun masuk ke ruangan Aryan dengan mengendap, berjalan ke arah Aryan yang sedang menghadap ke arah perkotaan.


"Aku mencintaimu Aryan" ucap Riri dengan memeluk Aryan.


"Aku mencintaimu juga Rara!" balas Aryan dengan membalikkan badannya.


"Aryan, aku sangat mencintaimu, jangan pergi dariku, aku mohon" ucap Riri, karena besok dan besoknya, Riri tak bisa bertemu dengan Aryan.


"Memangnya ada apa? duduklah sayang" tanya Aryan lalu mempersilahkan Riri duduk.


"Tidak ada apa apa, aku hanya mencintai dirimu Aryan, bukan siapa siapa lagi!" jawab diri ngelantur.


"Tentu saja, di hatiku hanya ada dirimu!" ucap Aryan menyelipkan rambut Riri, merekapun ber***man.


"Aryan, aku tidak ingin kehilanganmu" ucap Riri sendu.


"Dan aku tidak akan membiarkan itu terjadi"


"Aku sangat mencintaimu"


"Aku juga"


"Bagiamana kalau kita jalan jalan?" ajak Aryan dengan bahagia.


"Aku mau, tapi kemana?"


"Ke hatiku sayang!"


"kau merayuku Aryan!"


"Tentu, karena aku sangat mencintaimu rara" Aryan pun mengecup kening Riri sekilas, lalu berdiri dengan memangku Riri.


Aryan menggendong Riri dan keluar, namun saat akan keluar Alex berada di depan pintu ruangan Aryan.


"Kalian mau kemana?" tanya Alex lalu masuk ke ruangan Aryan.


"Kami akan keluar kak Alex!" jawab Riri dengan bahagia.


"Tidak!" ucap alex


"Kenapa?" tanya Riri.


"Riri ayok kita pulang, bunda memanggilmu" ajak Alex pada Riri.


"Tidak kak, kau berbohong!"


"Ada apa Alex! kenapa tiba tiba kau seperti ini?" tanya Aryan yang aneh melihat sikap Alex.


"Ohhhh, aku tahu, pasti gara gara Daddy yang akan membatalkan pernikahanmu!" sambung Aryan.


"Apa?!" tanya Riri dengan kaget, apalagi saat mendengar kata membatalkan pernikahan.


"Kau dan Alex, mungkin hanya di jodohkan, jadi mungkin saja kau baru menemui jodoh seperti diriku Rara!" balas Aryan pada Riri


"Tidak tahu diri!" sinis Alex pada Aryan.


"Riri ayok kita pergi, turunlah dari pangkuan iblis ini Riri" tegas Alex menyuruh Riri untuk turun.


"Tapi kak, aku ingin berjalan jalan bersama Aryan" rengek Riri.


"Tidak!! kau harus pulang bersamaku Riri, ayok kita pulang" bentak Alex, lalu menggendong Riri, tentu Aryan tak membiarkan Riri di gendong oleh Alex.


Alex terus maju sedangkan Aryan mundur, saat dirinya sudah menghantam tembok, Alex pun berhasil mengambil Riri, dan menurunkannya.


"Kak Alex, memangnya ada apa?" tanya Riri saat sudah di turunkan oleh Alex.


"Daddyku berencana untuk membatalkan pernikahan Riri!" jawab Alex dengan menatap Riri.


"Hahaha, memangnya kenapa jika daddymu ingin membatalkan pernikahan mu?" tawa Alex menggelegar dan bertanya.


"Kerena aku sangat mencintai raraku!" jawab Alex menatap tajam pada Aryan.


Riri yang tidak tahu harus apa, hanya berdiam diri saja, tak bisa mengatakan apa apa.


"Riri ayok pulang!" ajak Alex dengan menarik tangan Riri. saat menarik tangan Riri, Aryan pun sama menarik tangan Riri yang satunya.


"Tidak, Riri akan bersamaku!" sergah Aryan, tak mau kehilangan Riri.


"Apa maksudmu, aku akan menikah sebentar lagi!" ucap Alex dengan keras.


"Kak!" sebelum melanjutkan Alex sudah menatap Riri dengan tajam, membuat nyalinya ciut.


"Ayok Riri kita pulang saja, jangan pikirkan bedebah ini!" sindir Alex.


"Apa kau bilang alex?" ucap Aryan lalu memukul pipi Alex.


BUGH


"Kak Alex!" pekik Riri yang melihat Alex di pukul oleh Aryan hingga tersungkur.


"Kau yang bedebah Alex, kau merebut Rara dariku!" teriak Aryan seperti orang kesetanan.


"Aku tidak merebutnya! aku hanya menjalankan tugas!" bugh! Alex pun memukul Aryan, membuat Riri semakin bingung dengan apa yang harus ia lakukan.


Saat Alex akan memukul Aryan lagi, Riri menghentikan Alex untuk tidak memukul Aryan lagi.


"Kak Alex, jangan pukul Aryan lagi!" ucap Riri dengan memohon.


"Aku sangat mencintai dirinya" sambung Riri dengan pelan, Alex pun tak memukul Aryan lagi.


"Rara!!!!" teriak Aryan saat Riri dibawa oleh Alex dari ruangannya.


"TIDAK!!!! kau tidak bisa pergi begitu saja Rara!"


"Aku mencintaimu!!!!" teriak Aryan, membuat semua yang di luar sangat ketakutan.


Aryan pun menghancurkan barang barang yang ada di ruangannya kembali, terus menghancurkan semuanya.


Riri yang di tarik oleh Alex pun hanya bisa pasrah, dia juga tak ingin pernikahan kakaknya batal. setidaknya biarkan pernikahan Rara untuk selesai, lalu akan menemui Aryan lagi.


Setelah kejadian itu, Riri hanya berada di dalam kamarnya, tak mau keluar, tak ingin makan, membuat semuanya khawatir.


"Riri, aku boleh masuk!" ucap Rara mengetuk pintu kamar Ruri.


"Iya kak, ada apa?" tanya Riri saat sudah membuka pintunya.


"Riri kenapa tidak keluar?" tanya Rara dengan memegang tangannya.


"Tidak kak, aku tidak mau keluar, aku takut!" jawab Riri dengan melepaskan tanganya.


"Bagaimana jika kita jalan jalan?"


"Tidak kak, aku tidak mau, aku hanya ingin disini"


"Kenapa, kau sangat mencintai pak Aryan Riri?" tanya Rara, karena akhir akhir ini Riri kadang suka tersenyum sendiri dan kadang sedih.


"Tidak! cinta tidak penting dalam kehidupan ku kak, lagi pula mungkin bunda dan ayah sudah mempersiapkan aku untuk menikah dengan lelaki pilihan mereka!" jawab Riri tak mengaku.


"Alex menceritakan semuanya padaku Riri, kenapa masih menyangkal!" ucap Rara dengan kesal, kenapa adiknya tak memberitahukannya.


"Ini sudah malam, sebaiknya tidur saja kak, bukankah kakak besok akan pergi bekerja lagi?" ucap Riri lalu bertanya.


"Tidak, Alex melarangku Riri, dia hanya tak mau aku menjadi peluap kemarahan pak Aryan.


"Apa Aryan sudah makan atau belum, aku mengkhawatirkannya" ucap Riri pelan.


"Jangan khawatir dia laki laki Riri" balas Rara dengan memeluk Riri.


"Sudahlah kak, aku ingin tidur, tidak mungkin kau akan tidur di sini kan!" ucap Riri dengan candanya.


"Tentu saja, bukankah kita selalu berbagai!" ucap Rara.


"Wahh, berbagi kak Alex tidak mungkin kan?" tanya Riri dengan candanya.


"Tidak! Alex hanya untuk aku Riri!" jawab Rara dengan nada kesal.


"Baiklah baiklah, sebaiknya kakak tidur saja" ucap Riri lalu mereka pun berencana untuk tidur bersama.