Love You My Wife

Love You My Wife
Farel Datang Menjenguk



Aryan selalu menemani Riri, bahkan pekerjaan nya pun sudah di alihkan kepada Nikil untuk sementara, Aryan tak mau kehilangan Riri lagi, sudah cukup dirinya tersiksa oleh kerinduan.


"Ayok sayang sarapan dulu" ucap Aryan dengan lembut, Hana yang melihatnya sedikit demi sedikit bahagia karena beberapa hari ini.


Aryan selalu perhatian pada Riri anaknya, namun tak memungkinkan untuk Hana atau Arif tidak ada di sini, jika bukan Rara yang menjaga pasti Hana yang menjaga, karena Arif harus bekerja untuk menjalankan perusahaannya yang ada di sini.


"Hmmm, apa tidak bisa sarapannya jangan bubur terus menerus? aku bosan!" rengek Riri yang merasa bosan karena setiap pagi, siang dan malam, pasti bubur terus menerus.


"Tidak bisa sayang, kau masih tidak boleh memakan makanan berat"


"Hmm, baiklah!" ucap Riri menghela nafas kasar.


Hana yang melihatnya pun hanya tersenyum, Riri menjadi egois sekarang, biasanya dia selalu menurut apa kata Hana, tapi pada Aryan bahkan merengek.


Drrrttt.... Drrrtttt...


Handphone Hana berdering, menandakan ada yang menelponnya bukan menandakan bahwa itu dari ranterin haha.


"Hallo Reza" sapa Hana pada Reza yang menelponnya, Riri yang mendengar nya pun menatap bundanya.


"Bagaimana kabar Riri?, beberapa jam lagi aku akan datang, mungkin akan siang nanti" tanya Reza.


"Riri baik baik saja, jika kau memang tidak bisa jangan di paksakan, lebih baik di sana saja, lagi pula Riri, kami semua menjaganya" ucap Hana dengan lembut.


"Tidak bunda, aku masih belum bisa percaya sebelum melihat Riri benar baik baik saja"


"Baiklah! terserah kau saja Reza" ucap Hana mengalah, karena semakin mencegah pasti akan semakin berdebat.


"Baiklah, apa Riri sudah bangun? aku ingin berbicara dengannya"


"Sudah, tapi sedang sarapan-"


"Tidak kak! aku tidak sedang sarapan!" teriak Riri


"Bunda handphone" sambung Riri pelan.


Hana hanya menghela nafas karena kebiasaan putrinya, ya tentu saja Reza tidak mau berteleponan dengan siapapun jika orang itu sedang makan atau sibuk.


"Jangan berteriak sayang, tidak baik bagi tenggorokan" tegur Aryan, Riri hanya melihat Aryan sebentar, lalu mengambil handphone Hana.


"Hallo kak" sapa Riri dengan ceria.


"Hallo! apa kabar mu?" tanya Reza


"Aku baik baik saja kak, jangan khawatir, tapi jangan lupa untuk ke sini"


"Tentu, maaf kakak tidak bisa ke sana dulu, karena memang pekerjaan kakak tidak bisa di lewatkan"


"Tidak apa apa, yang penting nanti kau mentraktirku!" ucap Riri dan mendapat tepukan jidat dari Aryan.


"Aku CEO di perusahaan, kau masih meminta traktiran dari orang?!" ucap Aryan dengan tidak percaya.


"Traktiran dari orang lebih enak dari pada uang sendiri!" ucap Riri pelan kepada Aryan.


"Baiklah, bagaimana jika aku yang mentraktir mu nanti?" tanya Aryan dengan menaikkan alisnya berulang.


"Itu tidak asik, aku akan menghabiskan uangnya kak Reza!" ucap Riri dengan merincikan jarinya.


Hana yang melihat Riri seperti itu hanya menggeleng kepalanya, punya uang sendiri tapi masih menginginkan traktiran.


"Riri!" panggil Reza di sebrang sana.


"Iya kak, ehhh maaf kak aku tadi sedang berbicara"


"Putuskan handphone nya jika kau sedang berbicara dengan orang!" tegur Reza.


"Maaf kak, lagipula hanya beberapa detik saja!" sergah Riri tak mau salah.


"Baiklah, terserah kau saja, sudah dulu ya, untuk beberapa jam aku tak menelponmu"


"Kenapa?"


"Karena kakak akan naik pesawat sayang"


"Baiklah baiklah sayang, sudah dulu ya, aku mencintaimu!" pamit Reza pada Riri


"Aku juga mencintaimu kak" balas Riri, Aryan yang mendengarnya menjadi penasaran dan juga cemburu.


"Kenapa?" tanya Riri setelah memutuskan handphone nya.


"Tidak apa apa, sekarang makan lah"


"Baik cutty pie!" Riri pun memakan dengan di suapi Aryan.


Aryan yang sabar menahan sikap manja dan rengekan dari Riri membuat Hana semakin suka dan terlebih Aryan tak pernah memarahi Riri meskipun berbuat salah, seperti menumpahkan baju atau minuman kepada Aryan.


"Riri, bagaimana keadaanmu sayang?" tanya Rara yang baru masuk ke bangsal Riri dan mengecup pipi kirinya.


"Aku baik kak, kak Alex datang?" jawab Riri dan bertanya balik.


"Kenapa menanyakan Alex, Cherry, ada aku di sini!" tegur Aryan saat Riri menanyakan Alex.


Riri menyipitkan matanya melihat Aryan yang sedang cemburu.


"Hanya bercanda Aryan!"


"Pak Aryan selamat pagi, bunda!" sapa Rara pada Aryan dan bundanya.


"Hmmm" jawab Aryan.


Riri melihat Aryan dengan tatapan aneh.


"Selamat pagi juga Rara!" balas Aryan yang mengerti tatapan dari Riri.


Rara yang mendengarnya sangat tersentuh karena Aryan menjawab sapaan nya.


"Bagaimana sekarang bunda, apa Riri sudah di bolehkan pulang?" tanya Rara pada Hana.


"Belum, Riri bisa pulang besok, untuk sekarang Riri harus perawatan dulu" jawab Hana, dan Rara pun hanya mengangguk.


Siang hari Hana pulang lebih dulu, dan Rara yang menjaga Riri, Hana masih belum bisa mempercayakan Riri pada Aryan, dia hanya takut jika Aryan melakukan macam macam.


Hana berjalan masuk ke rumah, di sana sudah ada bunda dan ayahnya.


Daddy nya kini juga sudah ada, untuk menjenguk cucu nya, merasa sangat khawatir tentu saja, apalagi Meraka hanya bisa bertemu 2 tahun atau 3 tahun sekali.


"Daddy" panggil Hana yang melihat Daddy nya kini.


"Sayang, apa kabarmu?" tanya Daddy nya bernama Farel.


"Aku baik Daddy" jawab Hana dengan memeluk Daddy nya, sudah 2 tahun dirinya tak melihat Daddy nya ini, tentu dia sangat merindukan Daddy nya, apa lagi dari kecil sampai sekarang farel selalu ada di sisinya, tapi untuk 30tahun ini, dirinya tak bisa selalu bersama daddy-nya.


"Bagaimana keadaan princess sekarang?" tanya Farel.


"Baik ayah, besok bisa pulang, setelah pengecekan tubuhnya dan kepalanya!"


"Apa kau sudah mencari tahu, tentang orang yang mencoba membunuh princess?" tanya Farel.


"Sudah, aku sudah membereskannya, namun aku tidak bisa membunuhnya Daddy!"


"Jangan lemah, Daddy tahu kau sangat penyayang apalagi setelah melahirkan putra dan putrimu, biarkan Reza yang melakukannya, dia harus menerima hukumannya!"


"Iya Daddy, tidak perlu khawatir, aku sudah mengancamnya, kali ini jika dia melakukan hal seperti itu lagi, aku akan langsung membunuhnya dengan cara menyiksa" balas Hana dengan tatapan nyalang hitamnya kembali.


"Baiklah, daddy tidak bisa lama lama di sini sayang, Dady akan menemui princess dan pulang" ucap Farel lalu menepuk bahu Hana.


"Tidak apa apa, Riri pasti sangat senang bertemu denganmu dad, apa lagi sudah beberapa tahun ini mereka tidak bertemu denganmu" balas Hana dengan tersenyum.


"Baiklah, ayok kita berangkat, kau bersiap lah dulu Hana" Hana pun hanya mengangguk dan pergi ke kamarnya.


Setelah semuanya beres, Risma dan Wisnu pun akan berangkat bersama.


"Tuan Maxwell nyonya Maxwell, kita pergi saja dengan mobilku" ajak Farel pada mereka.


"Tentu saja tuan Ryn, terima kasih atas tumpangannya.