Love You My Wife

Love You My Wife
Candaanmu Tidak Lucu



Alex berjalan ke kamarnya Rara, Rara yang sedang bersantai langsung berdiri saat Alex masuk ke kamarnya.


"Rara, aku mencintaimu" ucap Alex dan langsung memeluk Rara.


"Alex, kau seperti ini, kenapa?" tanya Rara yang aneh dengan sikap Alex.


"Huhfftt, aku ingin segera menikah denganmu, agar Aryan tidak terus mengatakan cinta padamu!" jawab Alex membuat Rara bingung.


"Ehh, kapan pak Aryan berkata seperti itu?" tanya Rara melepaskan pelukannya.


"Tadi dia mengatakannya pada Riri, sayang! kenapa kita harus menyembunyikan Riri, padahal Riri juga pasti ingin sekali keluar bebas dengan identitasnya!" tanya Alex yang bingung, dengan keluarga ini.


"Tidak sayang, kak Reza sangat sangat menentang kita semua untuk tidak membiarkan Riri pergi dengan identitasnya" sergah Rara, dengan menyentuh wajah Alex lembut.


"Tapi kenapa? apa alasannya?" tanya Alex yang sangat penasaran.


"Jangan bertanya tentang itu sayang, jika bunda mendengarnya, dia pasti akan marah" tegur Rara dengan memohon.


"Baiklah, maafkan aku sayang, aku hanya penasaran dengan keluargamu, kenapa Reza seperti itu?" tanya Alex kembali.


"Sayang, tolong!"


"Iya iya, kau mau jalan jalan?" ajak Alex pada Rara.


"Tentu sayang, tapi besok hari libur, dan besoknya lagi aku harus bekerja, sudah selesai aku menyusahkan Riri, dia juga mempunyai pekerjaan, aku selalu melihatnya melukis sayang setelah pulang bekerja" ucap Rara dengan lembut.


"Baiklah, saat kau masuk lagi, aku akan bersamamu, aku tak mau jika Aryan membuatmu sengsara" ucap Alex memeluk Rara dengan erat.


Aryan pun sampai di rumahnya, dengan wajah ceria, cintanya kini semakin besar dan besar untuk Riri, membuat Aryan tidak dapat menolak perasaan nya.


"Sayang kau di sini, ayok masuk, mommy dan Daddy Seno ada di sini, untuk makan malam bersama" ucap Gista yang menghampiri anaknya.


"Iya mom, aku akan masuk ke kamar dulu" balas Aryan lalu di angguki oleh Gista.


"Gista, kemarilah!" ucap Thalita kepada Gista.


"Iya, ada apa?" tanya Gista, setelah menghampiri Thalita.


"Aryan, dia sudah pantas untuk menikah Gista, kenapa kau tidak memaksanya?" ucap Thalita, memegang pundak Gista.


"Thalita, aku tidak mempunyai hak untuk hal itu, sekarang saja Aryan selalu menolak untuk bertemu dengan wanita" balas Gista dengan raut wajah yang sedih.


"Kau harusnya memaksanya kak, jika tidak, maka Aryan akan menjadi bujang tua" nasehat Thalita.


"Iya Thalita, aku akan mencoba Aryan untuk melakukannya".


Setelah jam makan malam, mereka pun duduk di kursi masing masing, serta untuk membicarakan tentang pernikahan Alex dan Rara.


"Kak Dian, apa kau sudah mempunyai calon menantu?" tanya Seno pada Dian yang sedang makan.


"Jangan tanyakan hal itu padaku Seno, tanyakan pada Aryan sendiri!" balas Dian kesal.


"Hahaha, baiklah, nak kau sudah mempunyai calon?" tawa Seno lalu bertanya pada Aryan.


"Emmm, sudah dad!" jawab Aryan membuat mereka semua menatap Aryan.


"Kak, kau benarkan? tidak berbohong?" tanya Alena berada di sana.


"Tentu tidak Lena!"


"Ehh, lalu siapa dia kak? siapa namanya?" tanya Rian sekarang yang kepo.


"Rara, dia sekertaris ku Rian!" jawab Aryan enteng.


"hahaha, Aryan berbohong!" ucap Seno dengan tertawa supaya acara makan malam mereka tidak terlalu canggung.


"Daddy Seno, aku tidak berbohong!" ucap Aryan kesal.


"Aryan! candaanmu tidak lucu!" tegur Gista dengan menatap Aryan.


"Mommy, siapa yang berbohong? kalian tidak percaya, tanyakan saja pada Rara sendiri!" ucap Aryan dengan malas.


"Aryan hanya bercanda kak Gista, tidak mungkin dia mencintai wanita yang sama!" ucap Thalita saat suasana mulai tegang.


"Mommy, Aryan tidak berbohong, kenapa kalian tidak percaya?" ucap Aryan kesal, merasa ingin menang sendiri.


"Alena, kau tidak percaya kakak? telpon saja pada Rara!" jawab Aryan dengan penuh percaya diri.


"Tidak Aryan itu tidak perlu!" sela Seno, dengan mengangkat tangannya.


"Daddy tidak percaya padaku? tanya pada Alex, bahkan dia melihat kami berc***man" ucapan Aryan membuat semua orang menjadi tegang, terkejut itulah yang mereka rasakan.


"ARYAN!!!" bentak Dian, yang sudah tidak bisa mendengar perkataan Aryan.


"Apa Daddy, Daddy juga tidak percaya padaku, ayok telponlah sekarang" ucap Aryan membuat semuanya bimbang!"


"Apa aku harus menelpon Rara sendiri? atau kalian yang menelponnya?" tanya Aryan dengan seringai di bibirnya.


"Tidak perlu Aryan, Seno Thalita ayok makan kembali!" ucap Dian yang kini sudah panas dengan perkataan putranya itu.


"Jika yang Aryan katakan itu salah, lalu kenapa kita harus takut kak!" ucap Seno kepada Dian.


"Tidak perlu menelponnya Seno, ini sudah malam" sergah Dian yang tak mau pembahasan ini panjang.


"Daddy takut?" tanya Aryan.


"Tidak Aryan, sepenuhnya Daddy percaya pada Rara, karena mereka sudah 5 tahun menjalin hubungan!" jelas Seno, membuat Aryan semakin kesal.


"Baiklah, kalau begitu aku akan menelponnya!" ucap Aryan lalu mengklik nomor Riri, bukan Rara.


Panggilan masih terhubung, namun belum terangkat sama sekali, setelah panggilan ke dua, baru lah Riri mengangkat telpon itu.


"Hallo Rara sayang" sapa Aryan dengan lembut,.


"Aryan, kau menelpon diriku? ada apa?" tanya Riri dengan sumringah.


"Aku mencintaimu sayang" ucap Aryan memancing Riri untuk mengatakan hal itu.


"Aku lebih mencintaimu Aryan" balasan Riri membuat semuanya terpaku atas apa yang di katakan Riri.


"Sayang apa kau akan membatalkan pernikahan mu dengan Alex?" tanya Aryan memancing Riri lagi.


"Tidak, maksudku, aku hanya akan menikah denganmu, bukan dengan siapa siapa lagi, hanya kau lah yang aku cintai Aryan, bahkan aku sangat mencintaimu!" jawab Riri dengan sepenuh hati.


"Terima kasih sayang, sudah dulu, aku mencintaimu!" ucap Aryan, saat ingin mematikan Alex memanggil Riri.


'Riri, ayok kita makan, kami sudah menunggumu tapi lama' ucap Alex pada Riri.


'Kak Alex, kau menggangguku' rengek Riri yang masih terdengar oleh mereka semua.


'Wahh, kau telponan dengan siapa?' tanya Alex.


'Dengan..., apa aku harus menjawabnya?" ucap Riri menggantung dan bertanya.


'Sudahlah, aku tahu kau telpon siapa, ayok kita makan bersama' ucap Alex di sebrang sana.


'Sebentar kak, aku akan pamit dulu' ucap Riri.


"Aryan, sudah dulu ya, kak Alex memanggil ku" bisik Riri pada handphone nya.


"Baiklah Riri, selamat malam" ucap Aryan, setelah itu Aryan pun mematikannya.


"Kalian pasti mendengarnya kan?" tanya Aryan setelah memasukkan hp nya ke dalam kantong.


"Ta-tapi bagaimana Rara bisa melakukan hal itu?" tanya Thalita dengan menutup mulutnya itu.


"Aku mencintainya, dan dia mencintaiku mommy" jawab Aryan dengan enteng.


"Tidak mungkin Aryan, sifat Rara bukan seperti itu!" sergah Seno pada Aryan dengan membentaknya.


"Daddy masih menyangkal?" ucap Aryan menatap Seno.


"Aryan!! pergi dari sini!" usir Dian kepada Aryan, sudah? cukup dia menanggapi perkataan Aryan.


"Daddy Seno, pikirkan lagi, Rara hanya mencintai diriku saja" desis Aryan menatap Seno dengan tatapan tak bersahabat.


Aryan pun pergi setelah kejadian itu, membuat dirinya senang, bisa jadi seni akan membatalkan pernikahan Alex, dan Aryan akan menikah dengan Rara.