Love You My Wife

Love You My Wife
Pergi Ke Negara London



Kini semua orang mengantar Riri ke bandara, mereka semua berpelukan dan mengucapkan selamat tinggal dan semoga berjumpa kembali.


"Rumah akan kesepian jika kau tidak ada, terlebih kau yang cerewet kini akan pergi, sedangkan Rara tinggal dengan suaminya" ujar Hana dengan mengelus rambut Riri menatap sedih karena putrinya tidak akan ada di sisinya, sedangkan Hana tentu tidak akan bisa ke negara L lagi.


"Bunda!!! jangan seperti itu, jika bunda seperti itu maka bagaimana denganku hiks aku tidak akan tega meninggalkan kalian semua di sini!" rengek Riri lalu memeluk bunda nya.


"Jaga dirimu Riri, jangan sampai bunda mendengar kabar buruk dari grandfha mu!" ancam Hana dengan tersenyum getir.


"Hikz! bundaaaa... aku akan sangat merindukan mu" ucap Riri memeluk kembali Hana.


"Riri! jaga dirimu baik baik di sana oke!" ucap Arif kini.


"Tentu ayah! aku akan selalu menjaga diriku, aku kan orang yang kuat" canda Riri menormalkan suasana.


"Bagus, anak ayah sangat pintar sekali" balas Arif lalu mencium kening Riri.


"Nenek, kakek, aku akan sangat merindukan kalian" ucap Riri mengalihkan pada kakek nenek nya.


"Tentu sayang, nenek akan selalu rindu padamu, nenek tidak sanggup berjauhan denganmu" ucap nenek Risma lalu memeluk Riri dengan erat seolah tak mau di tinggalkan.


"Sayang, jika sudah tiba langsung telpon kami oke!" ucap Wisnu mengelus rambut Riri dan mencium kening Riri.


"Kakek nenek, jaga diri baik baik, aku akan marah jika saat kembali ke sini kalian sakit!" ancam Riri memanyunkan bibirnya.


"Tentu, nenek dan kakek selalu sehat!"


"Baiklah, Riri sudah waktunya naik ke dalam pesawat" ucap Farel dengan mendekat pada Riri.


"Iya grandfha" Sahut Riri.


"Cherry, jangan lupa selalu menelepon ku oke!" ucap Aryan kini menghadap pada Riri, Aryan pun memeluk Riri dengan erat.


"Sudah pelukannya! jangan lama lama!" ujar Reza yang merasa cemburu pada Aryan.


"Dasar menggangu saja!" gumam Aryan setelah melepaskan pelukannya.


Semua orang yang melihat itu pun langsung menepuk jidat mereka masing masing, karena tingkah Reza.


"Ayok Riri, kita harus berangkat sekarang" ucap Farel menggandeng Riri.


"Riri! jangan lupa menelepon ku terus ya" ujar Aryan dengan sedikit berteriak.


"Enak saja kau siapa nya Riri, meminta selalu di telpon!" sarkas Reza menatap kesal pada Aryan.


"Sudah sudah, ayok kita pulang" ucap Hana menghentikan perdebatan, Aryan yang baru mau membalas perkataan Reza pun langsung terhenti karena Hana yang memotong nya.


"Ayok ayah kita pulang" ajak Arif pada kedua orang tuanya.


"Ayok Hana, Rara" ajak Arif pada istri dan anaknya.


Mereka pun pergi setelah Riri sudah tidak terlihat.


Aryan melajukan mobilnya sendiri dan langsung pulang ke mansionnya.


Rara dan Alex pergi berdua dengan mobilnya, sedangkan Reza, Hana, Arif, Risma dan Wisnu mereka berlima menggunakan mobil Reza.


Sesampainya di rumah, Rara dan Alex langsung pergi ke kamar untuk beristirahat sebentar dan tidur siang.


"Sayang, boleh aku bertanya?" tanya Alex pada Rara setelah mereka berdua berada di kamar.


Rara mengerutkan alisnya bingung "Emmm tentu, tanya apa?" balas Rara yang sedang berada di meja rias.


"Jangan tersinggung ya" pinta Alex dan mendekat pada Rara, di peluknya Rara dari belakang "Aku melihat mu dengan Riri secara bergantian, kenapa kalian seperti kaku sekali, apa ada masalah?" tanya Alex dengan pertanyaan nya yang hinggap di benaknya dari tadi.


"Kaku? Alex, aku rasa tidak, kami memang seperti ini!" sergah Rara.


"Benarkah? selalu ku lihat sayang, kau sangat menyayangi Riri kan?" Rara pun mengangguk


"Tidak apa apa, benar sayang! aku tentu seperti ini, mungkin kau salah lihat sayang" jawab Rara dengan memutar badannya dan menatap Alex dengan tersenyum.


"Ohhh, baiklah kalau begitu, aku senang jika hubungan kalian baik baik saja" ucap Alex, wajah Alex mendekat ke arah Rara, bibir mereka pun menyatu, cium*n semakin dalam, dengan di iringi de***an yang mengartikan mereka saling menginginkan.


Alex menggendong Rara dan meletakan Rara di kasur nya.


Lanjut mereka pun tanpa di sadari baju mereka terlepas, dan SKIP aja lah ya.


Setelah selesai mereka pun tidur dengan keadaan polos dan saling memeluk.


'Andai kau menyadari nya Alex, bahwa mereka menyayangi Riri di banding diriku' batin Rara dengan sedih jika mengingat betapa berharganya Riri di mata keluarga nya.


Negara L


Pagi hari pesawat mendarat di bandara, Riri dan Farel kini sudah sampai, mereka di jemput oleh anak Farel bernama Harry dan anak buahnya.


"Selamat datang di negara London!" teriak Harry dengan merentangkan tangannya, Riri pun hanya melihat nya saja dan melirik ke arah Farel grandfha nya.


"Hei! kau lupa dengan paman?" tanya Harry pada Riri, sedangkan Riri bingung dan mengerutkan keningnya.


"Dia Harry, paman mu, dia adalah kakak dari mom, eh bunda mu!" ujar Farel di iringi senyum oleh Harry.


"Kau tidak mau peluk paman mu ini?" tanya Harry yang masih merentangkan tangannya.


"Hehehe maaf paman" ucap Riri tertawa kecil dan langsung memeluk Harry kaku.


"Kau takut pada paman Riri? oh maaf, paman Harry bertemu denganmu saat umurmu dua belas tahun, tepatnya sudah sepuluh tahun kita tidak bertemu, kau sangat cantik, pantas kakakmu sangat mencintai mu Riri!" celoteh Harry tak hentinya.


"Ayok kita pergi, setelah itu paman akan membawamu jalan jalan kemana saja, kau pasti baru pertama kali ke negara ini, tentu bundamu sangat melarang mu pergi jauh jauh kan!" ucap Harry dengan selalu tersenyum.


"Ayok masuk tuan putri" ujar Harry setelah membuka pintu mobil


"Dad, kau di mobil lain saja, aku akan bersama Riri berdua" ucap Harry pada Farel.


"Baiklah kalau begitu, jaga Riri baik baik Harry, jika melihat Riri lecet sedikit saja, adikmu akan marah!" ancam Farel dengan membawa Hana.


"Hahaha, baiklah dad, tentu aku tidak akan membiarkan keponakanku terluka, meski itu hanya tergores" balas Harry dengan tertawa.


"Aku pergi Daddy!" teriak Harry setelah masuk ke dalam mobil dan langsung menjalankan mobilnya.


"Dasar anak aneh!" gumam Farel yang hampir tidak percaya dengan reaksi Harry.


"Tuan, berangkat sekarang?" tanya pengawal pada Farel


"Tentu" jawab Farel.


Pengawalnya pun langsung membuka pintu mobil, setelah Farel masuk, pengawal itu pun ikut masuk dan duduk di kursi pengemudi.


Mobil membelah negara L dengan kecepatan tinggi, serasa mobil tidak mempunyai beban.


Setelah setengah jam, mobil pun memasuki kawasan elit terdapat mansion mansion yang sangat mewah di dalam sana, memanjakan siapapun yang melihatnya.


"Kau suka Riri?" tanya Harry dengan tersenyum menengok pada Riri.


"Te..tentu, ini sangat indah" jawab Riri.


"Hahaha, tentu saja, kau akan melihat mansion paman Harry yang megah lebih dari yang kau lihat sekarang" ucapan Harry dan hanya di balas anggukan oleh Riri.


Mobil pun memasuki gerbang yang kokoh menjulang tinggi, sampai membuat seorangpun tak akan pernah bisa memanjat pagar pagar rumah itu.


"Akhirnya, sampai juga!" teriak Harry, dirinya pun keluar dan membuka pintu mobil Riri, dirinya ingin memanjakan ponakan nya itu dengan segala kemewahan sama seperti yang di lakukan Reza pada Riri.


Jangan Lupa Like nya, Komen dan Vote nya Hihihi