
Hari ini adalah pernikahan Alex dan Rara, mereka sudah berada di gedung hotel, milik keluarga Alex, mereka semua kini sudah bersiap siap untuk melakukan pernikahan.
kini Gista dan Dian, bersama Alena dan Rian sudah berada di gedung sejak tadi pagi, rencana pernikahan akan di mulai saat siang nanti, mereka menunggu Aryan untuk datang, namun tak kunjung datang.
Kini pernikahan mereka sudah sah, Rara yang cantik terlihat bahagia sekali karena kini sudah menjadi seorang istri, apalagi menikah dengan orang yang dia cintai, membuatnya lengkap tanpa ada gejala apapun.
Acara besar besaran ini membuat semuanya heboh, wartawan dari acara televisi menayangkan pernikahan mereka, apalagi pernikahan yang sangat meriah, terlebih lagi keluarga Maxwell Ryn dari grup MR dan keluarga Mahesya Giroud dari grup MG bersatu, membuat acara pernikahan secara besar besaran, membuat semuanya menatap kagum pada keluarga itu.
Aryan kini baru tiba, karena tak ingin melihat adegan ciuman, namun siapa sangka bahwa Rara dan Alex tak melakukannya membuat Aryan semakin girang.
'Aku tahu Rara, kau melakukan itu hanya untuk diriku' batin Aryan.
Aryan mendekat pada Alex dan Rara, seraya mengucapkan selamat.
"Selamat Rara kau menikah dengan Alex sepupuku" ucap Aryan dengan seringai di bibirnya itu.
"Terima kasih pak Aryan, aku senang sekali menikah dengan orang yang aku cintai, terlebih Alex yang sangat mencintai diriku!" ucapan Rara membuat Aryan sedikit tercubit, apalagi melihat Rara menggandeng tangan Alex, sedangkan Alex mencium puncak kepalanya.
Aryan pun memeluk mereka berdua silih berganti, saat Aryan memeluk Rara, Aryan berkata.
"Aku senang kau melakukannya Cherry, aku mencintaimu, jangan menciumnya Cherry, jangan membuatku cemburu" bisik Aryan pada Rara, Rara yang mendengarnya kaget dan terkejut karena apa yang di katakan Aryan.
"Jadi benar pak Aryan mempunyai hubungan dengannya" ucap Rara setelah Aryan melepaskan pelukannya, membuat Aryan menaikkan alisnya.
"Apa maksudnya?" tanya Aryan bingung.
"Ahh, tidak pak Aryan, saya sangat senang anda akan menjadi adik ipar ku, adikku sangat hebat sekali, sedangkan aku yang sudah dua tahun, tidak bisa menautkan hati pak Aryan, benarkan sayang?" ucap Rara dengan tersenyum, dan melihat Alex suaminya.
"Iya sayang, di...dia sangat hebat" ucap Alex gugup yang tidak mau salah bicara.
"Ya, baiklah, kalau begitu saya pamit dulu" ucap Aryan lalu meninggalkan mereka berdua, Aryan hanya mencibir Rara karena mengatakan bahwa dirinya akan menjadi adik iparnya, yang benar saja.
Acara semakin ramai, apalagi saat malam, Rara pun berdansa dengan Alex sangat romantis, membuat Aryan marah dan kesal.
Riri dan Reza kini sudah berdansa memakai kacamata dan Reza pun memakainya, agar Riri tidak kesepian, identitas Riri masih saja di sembunyikan oleh Reza, Reza lah yang meminta hal itu, bahkan memaksa bundanya, jika bundanya tidak menuruti Reza, maka Reza tidak akan pernah kembali lagi ke negara ini, membuat Hana mau tak mau harus menyembunyikan Riri lagi.
"Riri, aku akan mengangkat telpon dulu" pamit Reza saat Riri dan Reza berada di atas panggung sedang berdansa.
"Apa tidak bisa nanti! kenapa harus sekarang?" tanya Riri dengan kesal.
"Tidak sayang, nanti saja oke, aku mencintaimu" jawab Reza lalu mencium bibir Riri sekilas.
Riri pun pergi dari panggung itu, dan menunggu Reza sampai, namun sudah lama menunggu Reza, Riri yang menemukan topeng, langsung memakainya, menarik Aryan dari sana dan berakhir di panggung.
Aryan yang kesal dirinya di tarik terlebih yang menariknya adalah wanita membuat Aryan membentaknya.
"Apa apaan kau ini!" bentak Aryan pada Riri, yang memang tidak tahu siapa wanita itu, karena lampu yang redup dan Riri yang memakai topeng membuat Aryan tidak tahu.
Riri mengulurkan tangannya kepada Aryan seraya mengajak Aryan untuk berdansa, Aryan yang ingin pergi pun, langsung di cekal tangannya oleh Riri, dan menempatkan tangan Aryan di pinggangnya, Aryan yang serasa di hipnotis pun langsung berdansa dengan Riri.
"Siapa kau sebenarnya?" tanya Aryan dengan pelan.
"Kenapa tidak bicara?" tanya Aryan lagi, karena Riri hanya menggelengkan kepalanya.
"Kau ******?" tanya Aryan lagi, meskipun Aryan tak tahu dirinya tetap saja Riri sakit mendengarnya.
"Kenapa tidak bicara?" tanya Aryan lagi, Riri langsung saja berlari dari Aryan, Aryan yang penasaran langsung melangkah kan kakinya mengikuti Riri.
Riri terus menggoda Aryan ketika Aryan berhenti hingga Aryan pun terus berjalan mengikutinya, Riri terus menggerakkan tangannya meminta Aryan kesini.
Namun entah kenapa hatinya malah menginginkan Aryan untuk masuk ke sana, mau tak mau Aryan pun masuk ke sana.
"Aku sangat mencintaimu Aryan" ucap Riri mengagetkan Aryan.
"Cherry, kau disini?" tanya Aryan yang bahagia.
"Ya aku di sini Aryan, aku menunggumu" ucap Riri.
"Kau berada dimana?" tanya Aryan yang bingung dengan suara Riri itu.
"Ikuti suaraku Aryan, kau akan menebak dimana aku sekarang" jawab Riri dengan suara menggodanya.
"Rara!! jangan seperti ini,aku benar tidak tahu!" rengek Aryan yang tidak mau mencari asal suara Riri.
"Baiklah sayang, aku mencintaimu"
"Aku juga mencintaimu Cherry, aku mencintaimu!" teriak Aryan yang hatinya bahagia.
"Aryan!" panggil Riri, yang kini sudah berada di hadapan Aryan.
Aryan pun langsung mendekat kepada Riri dan memeluknya.
"Aku bahagia kau ada di sini"
"Tentu saja Aryan, hanya untukmu, aku melakukan semuanya, hari bahagia kita" ucap Riri, dengan mencium puncak dahinya Aryan.
"Tapi, bagaimana pernikahan mu?" tanya Aryan yang heran dengan Riri.
"Biarkan saja, pernikahan akan tetap berlanjut meskipun aku tidak ada!" jawab Riri dengan santai.
"Terima kasih Cherry, karena aku kau harus mengganti bajumu, dan merencanakan hal ini" ucap Aryan dengan merengkuh tubuh Riri, mereka pun ber***man.
"Aryan, jangan katakan ini kepada siapa siapa, bahwa aku menemui dirimu di sini" pinta Riri pada Aryan, membuat Aryan kesal, padahal ia ingin sekali mengatakan bahwa Rara bersama nya saat pernikahan Alex dan Rara.
"Baiklah sayang, untukmu akan aku lakukan" balas Aryan, mereka pun melakukan aktivitas nya lagi, karena sudah malam mereka pun tidur dengan saling memeluk, sampai akhirnya sang mentari membangunkan mereka berdua.
"Selamat pagi Cherry" sapa Aryan pada Riri.
"Selamat pagi cutty pie" balas Riri dengan kecupan sekilas.
"Aku sangat mencintaimu Riri, secepatnya kita akan menikah" ucap aryan menarik Riri dan memeluknya.
"Tentu, aku akan menikah denganmu Aryan, hanya kau lah satu satunya laki laki yang ku cintai" balas Riri menatap lekat mata Aryan.
"Lalu, bagaimana dengan Alex nanti?" tanya Aryan, membuat Riri terdiam.
'Apa aku harus berbohong lagi?' batin Riri.
"Biarkan saja sayang, kak Alex akan tetap bahagia tanpa aku" jawaban Riri membuat Aryan kini berbunga bunga lagi.
"Aku tidak menyangka begitu besar cintamu Cherry" ucap Aryan lalu memeluk Riri erat.
Aryan kau gila, andaikan itu orang hanya satu puas aku lihat kau menderita, hahaha.
maaf gais kebablasan hehe.