
Seminggu kemudian
Aryan dan Riri kini sudah mengikat satu sama lain, berjanji untuk selalu setia, dalam suka maupun duka.
"Riri, apa kau lelah?" tanya Reza kini di samping Riri.
"Tidak kak, aku bahkan sangat bahagia" ucap Riri tersenyum lebar.
"Kau mau berdansa dengan Aryan?"
"Iya, Kaka juga akan berdansa dengan kak Lina kan?" tanya Riri menggoda.
"Tidak, kakak malas berdansa"
"Ehh, kenapa bisa seperti itu? ini tidak adil! kau harus berdansa dengan kak Lina. Kasihan dia sendiri terus duduk di sana!" ucap Riri merengek.
"Riri! jangan seperti itu, jika kakak ipar tidak mau ya sudah" ucap Aryan kini.
"Haisss, kak cepat temani kak Lina! sana sana!" ujar Riri mendorong Reza, untuk turun dari pelaminan.
"Baiklah, jaga dirimu baik baik"
"Ada Aryan bersamaku" balas Riri
Reza pun melangkah ke arah Lina yang sedang melamun.
"Reza, kau di sini?" tanya Lina senang.
"Aku ke sini hanya demi, Riri!" balas Reza lalu duduk di samping Lina.
"Hallo teman teman semua, tuan dan nyonya, bagaimana jika kita berdansa, ayok ajak kekasih kalian atau istri kalian untuk berdansa!" teriak Rian kepada para tamu undangan.
"Baik, jika ada yang ingin berdansa, kalian boleh ke tempat sana yang sudah di sediakan" lanjut Rian menunjuk tempat dansa.
"Oh ya, buat kakakku dan kakak ipar ku, kalian juga harus ikut!" ucap Rian pada Aryan dan Riri.
"Semuanya langsung saja ke tempat dansa! ayok ayok!" teriak Rian lagi.
"Reza, bagaimana jika kita berdansa?" tanya Lina mengajak.
"Baiklah" Lina pun dengan senang menarik Reza, Reza hanya pasrah dirinya di tarik oleh Lina.
"Kau sangat cantik sayang" ucap Aryan menggoda Riri.
"Tentu saja, kau juga sangat tampan, tuan Aryan." balas Riri terkekeh.
"Terima kasih ratu mahkotaku"
Mereka pun berdansa dengan gemulai musik yang tenang, saatnya mengganti pasangan, Riri berpasangan dengan Alex.
"Hai kak! kita bertemu lagi" sapa Riri tertawa.
"Ya, sepertinya kita tidak bisa menghindar Riri, kau sangat cantik, semoga kau selalu bahagia dengan Aryan" doa Alex.
"Terima kasih, kau juga tampan kak!"
"Ohh, terima kasih, sepertinya dewa cinta sedang berpihak denganku, karena banyak yang mengatakan aku tampan hari ini"
"Hahaha, kau bisa saja kak! dari dulu kau memang tampan, Kak Rara saja sampai terpikat"
"Ohh, itu tentu saja, aku mengejarnya dari dia sekolah Riri, kau tidak tahu perjuangan ku" ucap Alex mengsedih.
"Kasihan, waktunya untuk berganti pasangan, bye kak" ucap Riri, setelah itu, Riri pun berpasangan dengan Reza, sedangkan Aryan bersama Rara berpasangan.
"Aku pikir kau tidak akan berdansa" ucap Riri
"Demi dirimu akan aku lakukan more" balas Reza, Riri hanya tersenyum malu mendengarnya.
Beberapa menit kemudian, dansa pun telah usai, Riri dan Aryan pun kembali pelaminan, lalu menyambut para tamu.
"Saya pikir anda akan menjadi suami kedua, tuan Mahesya, ternyata tidak menyangka jika anda akan menikah dengan adik dari kakak ipar sepupu anda" ucap seseorang dari klien dan teman Aryan.
"Ahhaha, tentu tidak tuan Malhotra, kau terlalu tinggi membayangkannya!" balas Aryan tertawa renyah.
"Ya, saya hanya menebak tuan Mahesya, selamat atas pernikahan kalian, semoga saja pernikahan kalian langgeng selalu" doa Malhotra.
"Terima kasih tuan"
"Nyonya Mahesya, selamat atas pernikahan anda" ucap Malhotra pada Riri.
"Ya tuan, terima kasih atas ucapannya" balas Riri menunduk.
"Kalau begitu, saya pamit dulu tuan" ucap Malhotra pamit.
"Tentu, nikmati hidangan yang ada di sini tuan, kami sangat senang karena anda mau datang" ucap Aryan tersenyum.
Setelah beres acara pernikahan, Riri dan Aryan bermalam di hotel untuk beberapa hari ke depan.
"Apa kau kelelahan sayang?" tanya Aryan pada Riri. "Tidak, tapi aku malah sangat senang" jawab Riri tersenyum, Aryan berjalan mendekat pada Riri, lalu memeluk Riri dari belakang.
"Aku juga sangat senang sayang, rasanya tidak percaya jika kita kini sudah menikah, menjadi suami istri" ucap Aryan mengecup pangkal rambut Riri
"Aku lebih bahagia cutty" ucap Riri membalikkan badannya.
"Iya, aku juga rasanya geli jika memanggil mu seperti itu"
"Sudahlah, tidak apa apa, ini juga waktu dulu kau yang memanggilku cutty" ucap Aryan.
"Aku lupa Aryan" ucap Riri sedih.
"Tidak apa apa, asalkan itu panggilan dari mu, tidak apa apa" ucap Aryan memeluk Riri.
"Aku mau mandi dulu" ucap Riri yang baru akan melangkah, sudah di cegah oleh Aryan.
"Tidak, tidak perlu mandi, kau sudah sangat harum sayang" ucap Aryan.
"Aryan!!!!" rengek Riri.
"Tidak, nanti saja kita berdua mandinya" ujar Aryan.
"Baiklah"
Aryan mendekatkan bibirnya pada Riri, mereka pun berci*man.
Tanpa sadar, Riri dan Aryan saling membuka baju mereka satu sama lain, Aryan menuntun Riri menuju kasur.
Aryan terus melumuri Riri dengan suara desah an. Aryan melakukannya dengan baik, memasukkan pisang itu pada selainya, terasa sempit, membuat Aryan sedikit kesusahan.
"Apa ini yang pertama bagimu?" tanya Aryan menghentikan aktivitas nya
"Tentu saja sayang, aku belum pernah melakukan hubungan ini dengan siapapun" jawab Riri terengah-engah karena sudah merasa di puncak has*atnya.
Aryan pun mencoba memasukkannya lagi, setelah berhasil, Aryan memompa Riri dengan pelan, karena Riri menjerit kesakitan.
"Aryan!" desah Riri.
"Cherry, aku mencintaimu"
"Aryan!"
"Ahhh"
"Aryan, aku ingin keluar!" ujar Riri.
"Keluarkan saja sayang, tidak perlu mencabutnya"
"Aryan, aarrgghhhh" pekik Riri, setelah mencapai kenikmatan nya
"Aryan, sudah"
"Sebentar lagi sayang"
"Faster baby, faster!" recoh Riri, Aryan pun semakin cepat mengguncang tubuh Riri.
"Ahhhrrgggg" pekik Aryan setelah mencapainya.
Aryan pun jatuh di atas tubuh Riri, mengingat dirinya memang tidak pernah melakukannya, Aryan langsung terjatuh setelah mencapainya
"Aryan, aku mau mandi" ucap Riri.
"Tidak perlu sayang, di sini saja" balas Aryan memposisikan dirinya di samping Riri.
"Tapi badan ku sangat lengket Aryan"
"Baiklah, ayok aku juga ikut"
Aryan pun mengekor di belakang Riri.
"Tubuhmu sangat menggoda sayang, aku tidak bisa menahannya" ucap Aryan menangkap Riri.
"Aryan, lepaskan! aku ingin mandi" rengek Riri.
"Baiklah sayang, aku akan mengantarkannya" ucap Aryan menggendong Riri dan masuk ke kamar mandi
"Harum, tubuhmu harum, kini sudah menjadi candu ku" ucap Aryan.
Mereka pun melakukannya lagi dan lagi.
SKIP ya guys, dosa loh nanti malah kepikiran.
Dari cerita saya ini, sepertinya tidak ada untuk di contoh, jadi di mohon untuk jangan meniru cerita ini.
Sebisa mungkin menikahlah jika sudah waktunya, atau jika sudah tidak tahan dengan godaan syaitan, lebih baik segera menikah saja, di bandingkan jika harus melakukan sesuatu yang dapat menjerumuskan diri ke dalam dosa yang lebih besar lagi.
Oke guys, sampai di sini ceritanya.
Tenang saja, masih ada season 3 (tiga) ya guys, di tunggu cerita selanjutnya.
Masih ada part, tunggu aja
Love You Sekebon Guys
Buat Mpok Oreo yang selalu ngikutin ceritaku, terima kasih❤️