Love You My Wife

Love You My Wife
William



Di ruangan rahasia, terdapat William dan para bawahannya sedang berbicara tentang bagaimana kondisi keluarga Ryn dan Maxwell.


"Tuan, saya rasa keberadaan anda sudah di ketahui oleh keluarga Ryn" ucap salah satu lelaki yang ada di sana.


"Aku sengaja melakukannya, hahaha bodoh sekali mereka mencari ku! sampai akulah yang harus membuat meninggalkan jejaknya, hahahaha" tawa William terdengar menggema dan bahagia persembunyiannya tidak terendus sedikitpun.


"Lalu saya harus apa tuan?" tanya asistennya.


"Celakai dulu keluarga Maxwell! lalu setelah itu mereka pun akan kelimpungan karena khawatir setelah itu, akan sangat mudah menculik Riri!" ucap William mengutarakan idenya.


"Itu ide yang bagus tuan, kapan kita melakukannya?" tanya sang asisten lagi.


"Besok! besok kita harus melancarkan aksinya"


"Baik tuan"


"Tuan, saya izin berbicara" ucap sang bodyguard.


"Bicara apa? bicaralah!" titah William


"Bagaimana jika kita melukai pak Maxwell, karena salah satu bodyguard suruhan kita sedang di tugaskan menjaga Karifan Maxwell" ucapnya, William pun tersenyum lebar, karena aksinya langsung mengenai sosok yang membuatnya kesal dan membencinya.


"Itu sangat bagus, hubungi temanmu dan suruh melakukan perintah dariku!" titah William, sang bodyguard pun tersenyum puas karena idenya membuatnya mendapatkan uang banyak sebagai bonus dari ide brilian nya.


__--__--__--__--


"Alice, mau kemana?" tanya Leo.


"Ehh kak, aku mau jalan jalan, bukankah sebentar lagi aku akan pulang? jadi aku ingin keluar jalan jalan" jawab Riri.


"Ohh, kak Leo tidak bisa mengantarmu, kak Leo harus pergi berkerja" ucap Leo.


"Tidak apa apa kak, bukankah banyak bodyguard untuk menjagaku!" balas Riri tersenyum.


"Ehhhh, siapa bilang Alice akan sendirian? aunty akan menemanimu" ucap Calista dengan berjalan mendekati mereka berdua.


"Benarkah mom? senang jika mommy ikut bersama Alice" ucap Leo senang.


"Tentu, bagaimana mungkin mommy akan membiarkan Alice sendirian saja"


"Yasudah, kalau begitu hati hati di jalan mom" ucap Leo lalu mencium kening mommy nya dan Riri


"Aku pergi dulu mom" pamit Leo.


"Hati hati juga" ucap mereka bersamaan.


"Ayok! kita jalan jalan ke mall saja, sebentar lagi kita akan berpisah, aunty rasanya sangat tidak rela!" rengek Calista.


"Kita masih bisa telponan atau bertemu aunty, tidak perlu khawatir"


"Iya sayang, ayok kita berangkat" ajak Calista, mereka pun segera pergi meninggalkan mansion dan masuk ke dalam mobil, selebihnya bodyguard naik mobil mereka masing masing.


Dua bodyguard satu mobil, bayangkan 8 orang berarti 4 mobil, jangan kaget! ini hanya novel!


Setelah sampai, mereka pun langsung masuk ke dalam mall, seketika orang orang langsung mengalihkan pandangannya ke arah mereka yang sedang di kawal.


"Mau beli apa? bagaimana jika baju saja?" tanya Calista pada Riri.


"Itu... baiklah aunty, aku juga ingin membeli beberapa baju untuk bunda dan ayah, nenek kakek dan kak Rara juga" ucap Riri antusias.


"Reza?" tanya Calista, Riri pun terdiam sebentar dan langsung mengangguk mengatakan iya.


Riri pun melihat melihat baju, sedangkan Calista pun melihat toko sepatu dan masuk ke dalam toko itu.


"Aunty, ini sangat bagus" ucap Riri dengan memegang baju itu.


"Nona, baju ini sangat mahal, jika rusak kami takut anda tidak bisa membelinya" ucap pelayan toko itu.


"Ohhh benarkah? maaf" ucap Riri lalu kembali memilih baju yang lain, Riri tak sengaja menyenggol baju yang sudah di pakaikan ke manique itu, membuat manique itu sedikit tergeser.


Sang pelayan hanya bisa menghampiri Riri dan menghembuskan nafas kasarnya.


"Nona, jika anda tidak ingin membeli baju ini, anda bisa membeli baju di toko sebelah, di sana harganya lebih murah" ucap pelayan lalu merebut baju yang sedang di pegang oleh Riri.


"Maafkan saya nona! jika saya tidak mempunyai uang! maka saya tidak akan pergi ke sini! jika saya datang ke sini! maka artinya saya mempunyai uang!" ucap Riri dengan tegas, lalu beranjak pergi keluar toko.


Riri pun kesal setengah mati, dirinya merasa di hina di sini, rasanya ingin sekali Riri menjambak rambut pelayan itu yang seperti kemoceng kusut.


"Alice, ada apa sayang?" tanya Calista melihat Riri menghentak hentakkan kakinya itu.


"Aunty! aku sangat kesal! pelayan toko itu menghinaku! aunty, sudah dua kali aku di hina habis habisan oleh orang di sini! tidak seperti di negaraku, mereka sangat menghormati ku meskipun mereka sangka kak Rara itu aku" rengek Riri langsung memeluk Calista.


"Siapa yang melakukan hal itu? aunty akan menghukumnya!" ucap Calista geram.


"Sudahlah aunty, kita pergi saja dari sini dan cari tempat lain" ucap Riri.


"Baiklah sayang, ayok kita pergi saja dari sini" ujar Calista dan langsung melangkah ke arah bodyguard nya.


"Cari pelayan itu, lalu pecat dia dan blacklist dia dari semua pekerjaan!" bisik Calista pada salah satu bodyguard nya.


"Baik nyonya" ucapnya karena mereka melihat siapa yang berbicara dengan Riri sehingga nona mudanya kesal saat keluar dari toko.


"Ayok sayang" ajak Calista tersenyum dan menggandeng Riri naik lift.


Sedangkan dua orang bodyguard langsung melangkah ke toko pakaian itu, dan langsung berbicara pada manager toko itu.


"Benarkah? kau melakukannya lagi? hahh!" bentak seorang wanita pada pelayan yang menghina Riri.


"Maafkan saya Bu, tadi nona tadi menyenggol pakaian rancangan terbaik kita, saya hanya takut jika pakaian itu rusak" jawabnya.


Mendengar perkataan bawahannya membuat wanita itu menampar ke arah pipi si empunya.


"Pergi dari sini! jika tidak akan aku buang ke jalanan! kau masih beruntung selamat dari keluarga itu, jika mereka semua mengetahui perbuatanmu, akan aku pastikan selama satu tahun kau tidak akan hidup dengan tenang!" usir wanita itu pada sang pelayan.


"Ta...tapi Bu, saya hanya mengatakan hati hati saja" ucap pelayan itu membela.


"Kau pikir saya tidak tahu? mulutmu yang pedas itu membuat semua pelanggan kabur jika kau yang melayaninya!" bentak wanita itu.


"Jika bukan karena sahabatku! kau sudah lama saya pecat dari dulu!" lanjutnya.


"PERGI sekarang!" Bentaknya.


"Baik Bu" pelayan itu hanya menangis dan pergi dengan berderai air mata, dirinya kini menyesal karena selama ini selalu membuat pelanggan kesal padanya, selama ini dia hanya menghindari orang miskin, dirinya takut jika baju rusak dan dirinyalah yang harus menggantinya.


Kembali ke Calista, bodyguard mengatakan jika pekerjaan satunya itu sudah beres dan Calista sangat senang.


'Siapa suruh membuat Alice ku sedih! itulah akibat nya!' batin Calista senang.


"Alice, di sini banyak toko baju yang bagus, aunty akan antar sekalian membeli baju untuk Leo" ucap Calista.


"Ahh, baiklah aunty, aku hanya kesal saja" balas Riri lalu tersenyum.


"Selamat datang di toko pakaian kami nyonya Ryn" ucap pelayan toko yang sudah mengenal itu siapa.


"Tolong layani keponakan ku dengan baik, jangan sampai melakukan kesalahan, kau tahu apa akibatnya kan?" ujar Calista membuat pelayan itu bergidik ngeri melihat senyum sinis Calista.


'Oh Tuhan, tolonglah hambamu ini' batin pelayan itu yang berharap orang yang dia layani tidak membuatnya merasa pusing.


"Nona silahkan ke sini, kami mempunyai beberapa baju dan sepatu yang bagus untuk anda" ucapnya pada Riri dengan selalu menampilkan senyumnya.


"Bukan untukku, tapi untuk bunda dan ayah juga" ucap Riri lembut, sang pelayan langsung sumringah karena yang di layaninya sepertinya baik menurutnya.


"Tentu Nona, ini sangat bagus untuk orang tua anda" ucapnya menunjukkan baju berwarna kulit cream sepasang baju suami istri.


"Wawww, ini sangat bagus, cocok untuk kakakku dan kakak ipar" ucap Riri sumringah.


"Oh maaf nyonya, sepertinya saya salah memilihkannya" ucap pelayan dengan menunduk.


"Tak apa, ini sangat bagus untuk kakakku, bisa ambil baju yang sama tapi warna berbeda?" tanya Riri.


"Tentu ada nona, warna hijau muda dan biru muda"


"Biru muda saja" setelah itu pelayan langsung mengambil baju sesuai keinginan Riri.


"Ini bagus, sepertinya bajunya kebesaran untukku, coba ukuran yang M" pinta Riri.


"Ini nyonya, keduanya ada ukuran M"


"Bagus sekali, aku ingin ini saja" ucap Riri sumringah.