
"Riri, siapa di sana?" tanya Aryan di sebrang ana.
"Ah, ini aku dengan..."
"Saya calon suaminya! ada apa menelpon calon istri saya?" teriak Leo.
"Ehhh ti...tidak! itu bohong Aryan! dia kakak ku, kak Leo!" ucap Riri dengan cepat.
"Ya ampun sayang, apa kau sudah tidak menganggap ku?" tanya Leo berpura pura sedih.
"Kak!!!!" rengek Riri yang kesal dengan Leo.
"Baiklah, lanjutkan Vidio call nya" ucap Leo.
"Riri, bagaimana di sana? kau baik baik saja kan?" tanya Aryan.
"Emmm, aku baik, tenang saja, lalu bagaimana keadaanmu sayang?" tanya Riri
"Aku rasanya ingin muntah saat kalian mengatakan sayang!" gumam Leo dan langsung mendapat tatapan tajam dari Riri.
"Bagus kalau begitu, jaga dirimu baik baik"
"Tentu saja, sudah dulu ya, ini sudah sampai"
"Memangnya kau kemana?"
"Ummm, aku mau berburu tikus" jawab Riri dengan terkekeh.
"Jangan bercanda! itu tidak sehat!"
"Aku hanya bercanda, ya sudah, aku tutup telpon nya, love you sayang" ucap Riri dan mematikan telponnya.
"Ayok turun" ajak Leo.
"Leo dan Riri pun turun setelah supir membuka pintu mobil.
"Baiklah, ayok siap siap!" ucap Leo merentangkan tangannya.
Mereka pun berjalan menelusuri hutan tersebut, sedangkan bodyguard menunggu di luar hutan dan sebagiannya mengikuti mereka berdua.
"Ya ampun kak, itu ada ular!" ucap Riri menutup mulutnya.
"Mana ularnya? kita bisa menjualnya jika ularnya bagus!" ucap Leo dan Riri hanya menatap kesal.
"Panah ularnya Riri!" perintah Leo.
"Hei kak! aku tidak mau membunuh yang tidak berdosa! lihat ular itu pergi, biarkan saja"
"Kita mau berburu apa kak? rasanya menemukan rusa di sini sangat tidak mungkin!"
"Kenapa membahas rusa terus Alice, kita hanya bersenang senang!"
"Tembak burung saja ayok!" ajak Leo
"Tidak mau! aku tidak mungkin membunuh burung indah itu!"
"Lalu untuk apa kita di sini?"
"Kenapa bertanya padaku? tentu saja kita berburu!" jawab Riri kesal, sedangkan Leo hanya bernafas kasar saja saat Riri tanpa dosa mengatakan hal itu.
"Riri! itu memang cocok untukmu!"
"Jangan meledek, aku tidak menyukai nya!" ucap Riri dengan menengok ke arah sana sini.
"Sedang mencari apa?" tanya Leo yang memerhatikan Riri.
"Huhhffttt! aku sedang mencari rusa kak! tidak mungkin aku mencari pasar loak di sini!"
"Ya ampun, sudah lah berburu denganmu hanya menambah kesal saja!" ujar Leo kesal dan bejalan meninggalkan Riri.
"Hei kak! mau kemana!"
"Mau ke surga! mungkin saja akan bertemu bidadari yang cantik di sana!" jawab Leo dengan berteriak.
"Ckk dasar laki laki, kenapa harus mencari sampai ke surga jika di sini sangat banyak!" gerutu Riri kesal.
"Kak!! tunggu aku!" teriak Riri dan langsung berlari mengejar Leo, bodyguard pun langsung mengikuti Riri.
"Kak!!"
BRUK!
Riri pun langsung kaget mendengar suara itu.
Di mobil.
"Berhentilah tertawa!" cetus Leo kesal.
"Mmppptthhh! maaf kak hahaha!" tawa Riri menggema, sang supir pun berusaha menahan tawa nya, Leo yang melihat itu pun terlihat lebih kesal sekali.
"Berhenti tertawa kalian!" teriak Leo.
"Ckk ckk ckk, malang sekali nasib mu kak, hahaha" tawa Riri terus menggema, dirinya menahan untuk tidak tertawa namun pertahanannya runtuh apalagi saat menengok ke arah kakaknya.
"Pak, apa kau tidak ingin tertawa melihat kak Leo yang sangat mengenaskan!" bisik Riri pada sang supir karena Riri duduk di depan bersama supir.
"Ehhh, tidak kak! tentu aku tidak mau!" cetus Riri dengan mengangkat tangannya.
"Pak! lihatlah dulu sebentar ke arah kakakku!" ucap Riri pada sang supir, sekuat tenaga supir itu menahan untuk tertawa.
"Pak, lihatlah sebentar! kau pasti akan tertawa kencang!" ujar Riri lagi.
Sang supir hanya mengangguk namun tak menengok.
"HAHAHAHA, HAHAHA" tawa sang supir membuat Riri pun merasa kaget, sedangkan Leo sangat kesal karena di tawai oleh supirnya.
Sang supir yang tertawa membuat Riri pun tertawa, "Kau mau aku pecat!" ucap Leo dengan menatap ke arah supir melalui kaca, sang supir pun langsung berhenti begitupun dengan Riri.
Tiba lah di rumah, Leo langsung berjalan tanpa menghiraukan teriakan Riri yang terus memanggilnya.
"Leo!" panggil Calista
"Ada apa denganmu?" tanya Calista.
"Tidak apa apa mom, aku akan masuk ke kamar dulu" jawab Leo masih kesal dan langsung pergi tanpa menjawab pertanyaan mommynya lagi.
"Kak Leo dimana aunty?" tanya Riri pada Calista.
"Leo? oh, dia sudah pergi ke kamarnya"
"Ada apa sebenarnya Alice? kenapa Leo terlihat kotor dan kesal sekali?" tanya Calista.
"Mmmmppppthh" Riri membekap mulutnya yang serasa ingin tertawa lagi.
"Hahaha, itu aunty, kak Leo masuk ke dalam lumpur, dia terjatuh saat aku mau mengejarnya, dia terpeleset" jawab Riri dengan pelan pada Calista.
"Apa?! bagaimana bisa?" tanya Calista kaget.
"Aunty! aku pun tidak tahu, yang pasti saat aku menemukannya, dia teriak dan seperti marah marah tidak jelas!" jawab Riri dengan menahan tawanya.
"Jangan bergosip!" teriak Leo di lantai tiga.
"Ehhh, dia tahu kita sedang membicarakannya?" tanya Calista yang merasa wah pada putranya.
"Dia memiliki Indra ke enam kali aunty" jawab Riri asal.
"Indra ke enam untuk melihat sesuatu yang tak kasat mata Alice!"
"Oh! benarkah? aku tidak tahu hehe"
"Ya sudah, kau bersihkan badanmu dulu sekarang, lalu kita makan siang"
"Baik aunty" ucap Riri, dia pun langsung pergi menaiki tangga dengan berlari, meskipun ada lift untuk ke atas sana.
"Huhhfftt, segarnya!" desah Riri dan berjalan ke luar kamarnya untuk makan siang.
"Dimana kak Leo, apa masih marah padaku? tapi bukan aku yang harusnya di salahkan!" gumam Riri tiba tiba kesal.
"Alice, ayok makan" ajak Calista.
"Iya aunty"
"Sayang, dari mana saja? kenapa grandma tidak melihatmu dari pagi?" tanya Agatha.
"Aku berburu dengan kak Leo di hutan grandma"
"Apa? kenapa tidak ijin dulu pada grandma?" ucap Agatha sedikit membentak.
"Emmm... maaf grandma, Alice tidak tahu, Alice lupa" lirih Riri yang menunduk.
"Mommy, sudahlah, mereka hanya pergi ke hutan, lagi pula banyak pengawal, jadi tidak perlu khawatir" ucap Calista menenangkan Agatha.
Agatha tersenyum pada Riri, lalu memegang pundaknya.
"Maafkan grandma, grandma hanya cemas padamu sayang" Riri dan Agatha pun saling berpelukan.
Mereka pun makan siang bersama, saat di pertengahan, Leo muncul dan langsung menyapa mereka semua.
"Selamat siang grandma, mommy"
"Selamat siang juga sayang"
Riri melirik pada Leo dengan tatapan bingung.
'Apa kak Leo marah? bagaimana mungkin dia marah! sedangkan itu bukan kesalahanku' batin Riri berteriak.
"Bagaimana Leo? apa kau sudah bersih?" tanya Calista dengan kekehan.
"Sudahlah mommy! aku tidak ingin membahas itu" ucap Leo dengan dingin.
"Apa yang terjadi?" tanya Agatha bingung.
"Mommy, tadi Leo..." ucap Calista menggantung.
"Grandma! tidak perlu tahu, mommy juga tidak perlu membahas hal ini!" sela Leo.
"Hemmm... baiklah baiklah" ucap Calista menyerah, mereka pun makan dengan diam.