Love You My Wife

Love You My Wife
Berburu



"Kyaaaa!!!!! sakit kak Leo!" teriak Riri melengking membuat leo gelagapan.


"Ma..maafkan kakak Alice, kakak tidak tahu caranya" ujar Leonardo merasa bersalah.


"Bagaimana tidak bisa! tadi kak Leo dengan sombongnya bilang bisa" balas Riri dengan melipat kedua tangannya di dada.


"Maaf Alice, kakak tidak sengaja, maafkan kakak" lirih Leo, Riri pun yang melihatnya langsung merasa bersalah karena sedikit memarahinya padahal dirinya hanya pura pura marah saja.


"Tidak apa apa kak Leo, aku hanya bercanda tadi, kenapa begitu serius!" ucap Riri dengan tersenyum ke arah Leo.


"Benarkah? kak Leo pikir kau marah padaku!" Riri pun tersenyum pada Leo "Ya ampun kak Leo yang tampan mana berani aku marah pada kakak yang tampan ini!" ujar Riri dengan mencubit pipi Leo.


"Hahaha bisa saja kau, sekali lagi kakak minta maaf, pasti sakit kan?" tanya Leo dengan sendu, "Tentu tidak kak! aku tadi juga hanya bercanda hehehe"


"Ya ampun kau membohongi kak Leo, dasar kau Alice!!!" Riri pun langsung pergi keluar kamar, Leo pun langsung mengejar Riri dengan cepat.


Di bawah, Riri sedang bersembunyi di balik badannya Calista, ibu dari Leonard.


"Riri, ada apa ini? kenapa bersembunyi di belakang aunty?" tanya Calista yang risih karena Riri membalik balikkan badan Calista.


"Kak Leo mengejar ku aunty!"


"Lalu?"


"Ya dia akan menangkap ku!" ujar Riri dengan sedikit kesal.


"Riri! mommy, Alice berani kau bersembunyi di belakang mommy!" ujar Leo menggertak.


"Tidakkkk aunty aku mohon selamatkan aku dari serigala ini!" teriak Riri semakin memeluk Agatha dari belakang.


"Riri kemarilah, aku akan menghukummu!"


"Tidak, aunty, jangan lepaskan aku ke kandang harimau itu" mohon Riri dengan mengeluarkan purple eyes nya.


"Alice, yang benar yang mana? harimau atau serigala?" tanya Calista dengan terkekeh.


"Dua duanya aunty" jawab Riri lengah.


"Ke tangkap kau Alice" ucap Leo dengan memegang pundaknya.


"Tidakkk!!! aunty jangan tinggalkan aku!!" teriak Riri menggema di mansion itu.


"Tidak Alice, ayok kita keluar, bukankah aku mengajakmu ke hutan!" ujar Leo menarik baju belakang Riri sedangkan yang di tarik masih berusaha lari.


"Arrghhh kak! bajuku bisa sobek nanti!" protes Riri.


"Hey! ada apa ini?" tanya grandma Agatha


"Ohhh grandma sayangku! selamatkan aku dari singa ini!!!" teriak Riri memohon.


"Hahaha tidak akan ada yang bisa menyelamatkan mu dari aku Alice, cepatlah bersiap sekarang" ujar Leo dan mendorong Riri supaya berjalan, Riri pun dengan pasrah mengikuti sepupunya itu dengan sedikit kesal dan umpatan untuk Leonard sepupu nya.


"Berhentilah mengumpat Alice!" ujar Leo dingin.


"Kata siapa aku mengumpat! tidak sama sekali!" balas Riri dengan kesal.


"Dasar terlalu percaya diri!" gumam Riri.


"Jangan mengumpat!" ujar Leo lagi, "Aku tidak mengumpat kak!!!" geram Riri menengok ke belakang Leonard.


"Cepat bersiap lah, kita akan berkuda dan memanah, kita akan berburu" ucap Leo pada Riri. "Iya iya, ehh, memanah? berburu apa kak? tidak mungkin rusa! ini bukan film kerajaan ya!" cetus Riri melambai tangannya.


"Tidak perlu memberitahuku, jika kita tidak dapat rusa, maka kita berburu tikus saja!" ujar leo enteng.


"What? serius! yang benar saja kak! aku punya uang jika kakak ingin makan!" teriak Riri yang kaget mendengar perkataan Leo.


"Tidak mommy tidak dirimu! kenapa perempuan selalu berteriak!" Herman Leo, ehh heran.


"Bisa tidak jangan mencibir kami perempuan?! jika tidak akan kami di dunia ini, pasti kalian tidak akan pernah pergi ke rumah sakit karena tidak pernah mengalami gangguan telinga!"


"Ya ampun! cepat bersiap Riri!" geram Leo.


"Iya iya, tidak sabaran sekali cekkk!" gumam Riri


Riri pun langsung ke ruang ganti dan memakai baju yang pas untuk pergi ke hutan.


Riri memakai baju bahan dan celana bahan dan topi yang kini menempel di kepalanya itu, menambah keanggunan Riri, terlebih wajah Riri yang cantik kini di poles dengan sedikit make up, menambah kecantikan.


"Sudah selesai?" tanya Leo


"Sudah, tidak lihat aku sudah sangat cantik seperti ini!" seru Riri dan di balas senyuman oleh Leo.


"Tunggu sebentar, kakak akan mengganti baju dulu" ujar Leo membuat Riri merasa tidak percaya pada ucapan Leo.


"Ckk, kenapa tidak dari tadi saja sih! jika seperti ini pasti sangat lama!" protes Riri menghembuskan nafas nya kasar.


"Sudah selesai kak? lama sekali!" seru Riri pada Leo.


"Tentu sudah Alice, kau tidak lihat kakakmu ini sangat tampan mempesona!" ujar sombong Leo dengan menyisir rambutnya dengan jari tangan.


"Kenapa kau menjadi narsis kak! heran sekali!"


"Kenapa kau terus protes Riri, ya ampun rasanya aku ingin menenggelamkan nama Riri ini! membuatku geli menyebutnya!" ujar Leo dan langsung mendapat pukul dari Riri.


"Tidak sakit! malah seperti pukulan anak kecil!"


BUGH!


Riri menendang bagian bawah Leo membuat suara Leo melengking


"Rasakan itu! enak saja bilang aku bayi!" ucap Riri dan melangkah pergi meninggalkan Leo.


"Alice! hei! tunggu, awwwhh sakit sekali, kenapa tendangan nya menyakitkan seperti ini!" ucap Leo kesal.


Mereka pun kini tengah berada di mobil dan menancap gas dengan cepat, di belakang terdapat mobil mobil bodyguard milik Leo yang mengikuti mereka, hanya untuk berjaga jaga saja.


Drrrttt drtttt....


Telpon Riri berdering, dengan cepat Riri mengangkatnya.


"Hai kak Reza" sapa Riri berteriak, membuat Leo menutup telinganya.


"Ya ampun suara mu sangat kencang" ujar Reza dengan terkekeh.


"Dan aku di sini yang tersiksa Reza!" protes Leo dan menengok ke arah hp.


"Kau, kak Leo sedang apa dengan Riri?" tanya Reza dengan bingung.


"Aku sedang menculik Alice ku! kau tidak akan mendapatkan Riri mu lagi!" jawab asal Leo.


"Leo! jangan berani melakukannya, kau akan tahu akibatnya!" ucap Reza dengan nada tinggi.


"Kak! kau tidak perlu berteriak! aku bisa mendengarnya!" protes Riri pada Reza.


"Sedang apa kau bersama Leo Riri?" tanya Reza penasaran.


"Aku mau ke hutan bersama kak Leo! di sini aku bebas tidak seperti di sana!" ujar Riri dengan keceplosan.


"Tapi... itu demi keselamatan mu Riri!" ujar Reza pelan.


"Emmm iya iya aku tahu kak, kakak kapan akan ke sini?" tanya Riri, "aku sudah satu bulan di sini tapi kau baru meneleponku 1 kali!" lanjut Riri dengan nada marah.


"Maaf kan kakak Riri, di sini sangat sibuk, kau tahu kan bagaimana keadaan kakak?" tanya Reza meminta sedikit pengertian dari Riri.


"Tentu tidak tahu, mungkin di sana kau sedang asyik bersama yang lain!" balas Riri.


"Sudah lah Reza! aku tutup dulu telpon nya, bye!" teriak Leo dan langsung mematikan telpon Riri.


"Kenapa mematikan nya begitu saja kak Leo!" protes Riri dengan melirik tajam ke arah Leo.


"Ckk, dia menggangu kita Alice, kita harus sedikit refreshing" jawab Leo tanpa merasa bersalah.


Drrttttt Drrrrtttt


Telpon Riri pun berdering kembali, namun bukan Reza yang menelpon tapi Aryan lah yang menelpon.


"Siapa itu? pasti Reza!" tanya Leo kesal


"Bukan! ini kekasihku!" jawab Riri dengan gembira.


Riri merapihkan rambutnya terlebih dahulu sebelum mengangkat telponnya.


"Huhffttt mau mengangkat telpon saja harus mengaca dulu!" seru Leo.


"Diam lah kak" rengek Riri.


"Hai sayang! bagaimana keadaanmu?" tanya Aryan di sebrang sana.


"Aku baik sayang, bagaimana keadaanmu?" tanya Riri balik.


"Aku baik Cherry, syukurlah kalau kau baik baik saja di sana, aku merindukan mu Cherry" ujar Aryan dengan tersenyum manis.


"Hei! siapa itu Cherry?" tanya Leo berbisik pada Riri.


"Ohhh itu kekasihnya Aryan bernama Cherry!" jawab Riri asal.


"Ehhh, ada berapa kekasihnya kekasihmu Riri?" tanya Leo polos, Riri pun menahan tawa karena kepolosan Leo atau entah memang sengaja pura pura polos agar serasa tak berdosa.


"Kau mengerjai ku Riri!" ucap Leo saat melihat Riri tertawa, sedangkan Aryan di sebrang sana sayup sayup mendengar suara laki laki membuatnya merasa curiga.